Walhi Soroti Masalah Lingkungan TPA Rawa Kucing
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Walhi Soroti Masalah Lingkungan TPA Rawa Kucing

Senin, 21 Juni 2021 | 07:22 WIB
Oleh : Jaja Suteja / JAS

Jakarta, Beritasatu.comTempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing terus memunculkan masalah-masalah lingkungan yang pelik. Kritik keras yang disuarakan oleh komunitas lokal mengundang solidaritas aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DKI Jakarta, Dede Ahdi. Walhi menilai pemerintah daerah masih lamban dalam mengelola sampah di wilayahnya.

Walhi DKI Jakarta melihat pengelolaan sampah di TPA Rawa Kucing berjalan lamban karena terkesan ada masalah di internal pemerintah daerahnya. "Untuk kasus TPA yang tidak terurus berarti ada masalah di internal pemdanya. Padahal, kebijakan atau aturan sudah bagus dibuat, tinggal merealisasikan" kata aktivis Walhi DKI Jakarta Dede Ahdi dalam keterangannya, Senin (21/6/2021).

Sebagaimana dilaporkan, TPA Rawa Kucing adalah tempat penampungan sampah utama Kota Tangerang, kini telah melebihi kapasitas daya tampungnya. Akibatnya, rembesan sampah TPA Rawa Kucing terus menerus mencemari lingkungan dan berdampak buruk bagi masyarakat serta petani yang bermukim di sekitarnya. Penurunan derajat kesehatan masyarakat, dan risiko kerusakan lingkungan jangka panjang kini sudah menjadi bom waktu bagi warga Kota Tangerang.

Dampak lingkungan kegiatan TPA ini terus memburuk meskipun revitalisasi TPA Rawa Kucing telah diselesaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan anggaran Rp 82,7 miliar di tahun 2019. Di sisi lain, program pemusnahan sampah melalui waste-to-energy dalam Program Strategis Nasional yang direncanakan belum juga dilaksanakan meskipun sudah ada pemenangnya.

Dapat diprediksikan, dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Tangerang perlu segera mencari jalan keluar untuk membuang sampahnya di luar TPA Rawa Kucing seperti halnya yang terjadi dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang akhirnya mengirimkan sampahnya ke Kota Serang yang jaraknya hampir 100 kilometer sekali jalan sehingga membebani APBD.

Permasalahan yang makin meruncing ini menimbulkan polemik antara pemerintah dan kalangan aktivis lingkungan hidup yang ada di Kota Tangerang. Forum Mahasiswa Pecinta Lingkungan (Formapel) menuntut penanganan sampah di Kota Tangerang seharusnya tidak hanya mengandalkan pasukan kebersihan (pasukan oranye), namun perlu lebih menyeluruh dari hulu ke hilir sehingga tidak merugikan warga diseputar TPA.

“Jadi sinergi dari hulu ke hilir harus benar-benar konsen, bukan hanya seremonial,” tutur Arief Iskandar seorang aktivis Formapel.

Arief mempertanyakan kenapa sekarang ini sampah malah makin menumpuk di TPA Rawa Kucing. Seharusnya, apabila program-program yang dijalankan Pemkot Tangerang itu memang efektif, sampah yang menumpuk di TPA Rawa Kucing kan berkurang.

Artinya, program-program yang berjalan ini masih bersifat seremonial dan kurang berdampak. Formapel berharap Pemerintah Kota Tangerang melaksanakan program-program penanganan sampah di hulu dan hilir secara massif sehingga dapat mengurangi beban TPA Rawa Kucing.

Walhi juga mengamini masukan Formapel, dan lebih jauh meminta pemerintah kota memperhatikan program Jakstranas dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga yang termuat dalam Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 dan Undang Undang Nomor 18 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah.

Di dalam kedua kebijakan ini, Pemerintah Kota wajib secara bersama-sama menurunkan timbulan sampah di hulu dan menanggulangi sampah di hilir (TPA) dengan tata-cara yang tidak mengakibatkan pencemaran lingkungan. Aturan semua sudah lengkap, tinggal dijalankan.

"Hal itu sudah termuat dalam aturan di Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017. Di hulu, pemerintah perlu membangun kesadaran sektor rumah tangga atau masyarakat untuk mengelola sampah dengan 3R mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), dan mendaur ulang (recycle). Di hilir, pemerintah kota perlu menangani sampah dengan cara-cara yang bertanggung jawab. Jadi, saling membantu antara pemerintah serta lembaganya dan masyarakat," tambah Dede.

Menurut Dede, pemerintah daerah sejatinya tidak perlu khawatir menjalankan program-program penanganan sampah yang memenuhi baku mutu lingkungan karena sudah ada regulasi yang memayungi penanganan masalah sampah tersebut. Jangan sampai program dan kebijakan yang sudah ada justru terbengkalai dan masyarakat yang merasakan dampaknya.

Pemerintah daerah, ujar Dedi, harus kreatif dalam pengelolaan sampah yang efisien dan efektif. Seperti mengoptimalkan kegiatan dan kebijakan pengurangan sampah di hulu dan melaksanakan program waste-to-energy di hilir yang saling melengkapi, sehingga terbentuk sistem penanganan sampah yang tersinergi dari hulu ke hilir.

Terkait dengan upaya Pemerintah Indonesia berencana mempersiapkan 12 kota agar memiliki fasilitas pemusnahan sampah yang juga membangkitkan listrik untuk menangani sampah di hilir, Walhi melihat semua pihak perlu duduk bersama, mengingat kompleksitas isu dan sumber daya yang diperlukan, sehingga pelaksanaannya dapat dilakukan dengan bijak dan tidak menyisakan masalah baru.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

25 September, Jalur Layang Stasiun Manggarai Mulai Beroperasi

Pembangunan jalur layang kereta api (elevated track) Bogor Line di Stasiun Manggarai telah selesai dan siap dioperasikan mulai Sabtu (25/9/2021).

MEGAPOLITAN | 24 September 2021

Ditutup Pemerintah, Pengelola TPS Liar Pasrah

Pengelola tempat sampah (TPS) liar yang berada di bantaran Kali Cisadane mengaku pasrah dengan langkah pemerintah yang menutup TPS yang mereka kelola.

MEGAPOLITAN | 24 September 2021

Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Periksa 12 Saksi

Polisi masih mengumpulkan alat bukti, termasuk keterangan saksi dan hingga kini sudah ada 12 saksi yang diperiksa.

MEGAPOLITAN | 24 September 2021

Polisi Gelar Perkara Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

Penyidik berencana melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka lain, terkait kasus kebakaran Lapas Tangerang

MEGAPOLITAN | 24 September 2021

Tangerang Tunda Pelaksanaan PTM Terbatas PAUD dan SD

Kota Tangerang menunda kembali pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk tingkat PAUD dan SD

MEGAPOLITAN | 24 September 2021

Kampung Tangguh Bersinar Bogor Ubah Red Zone Jadi Zero Narkoba

Keberadaan Kampung Tangguh Bersinar (Bersinar) diharapkan bisa mengubah kawasan rawan narkoba (red zone) menjadi nol (zero) peredaran narkoba.

MEGAPOLITAN | 24 September 2021

Ini Asal Senjata dalam Penganiayaan Libatkan Anggota DPRD Tangerang

Senjata jenis airsoft gun yang dipakai dalam peristiwa tersebut ternyata milik sopir anggota DPRD Kota Tangerang Epa Emilia, Pabuadi.

MEGAPOLITAN | 24 September 2021

Antisipasi Banjir, 26 Titik Tanggul Kritis Sungai Citarum Segera Diperbaiki

Sebanyak 26 titik tanggul masuk kategori merah atau sangat kritis di tanggul Sungai Citarum yang berada di Kabupaten Bekasi akan segera diperbaiki.

MEGAPOLITAN | 24 September 2021

Polisi Bekuk Penebar Paku di Jalan Gatot Subroto dan MT Haryono

Polisi menangkap BIP (43), yang diduga menebarkan paku untuk mendapatkan keuntungan dari tambal ban kendaraan, di kawasan Jalan Gatot Subroto dan MT Haryono.

MEGAPOLITAN | 24 September 2021

980 Ibu Hamil Jadi Target Vaksinasi di Cikarang Selatan

Puskesmas Sukadami, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi mendata, sebanyak 980 ibu hamil (bumil) di wilayahnya menjadi target pemberian vaksinasi Covid-19.

MEGAPOLITAN | 24 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Singapura Minta Banyak Bantuan untuk Atasi Pemanasan Global

Singapura Minta Banyak Bantuan untuk Atasi Pemanasan Global

DUNIA | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings