Makan di Tempat Hanya 20 Menit, Pengusaha Warteg: Kebijakannya Membingungkan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Makan di Tempat Hanya 20 Menit, Pengusaha Warteg: Kebijakannya Membingungkan

Selasa, 27 Juli 2021 | 19:32 WIB
Oleh : Chairul Fikri / BW

Tangerang, Beritasatu.com - Pemberlakuan aturan makan dan minum di tempat dengan waktu maksimal 20 menit, membuat bingung sejumlah pengusaha warteg.

Hal itu lantaran aturan tersebut dianggap terlalu teknis dan belum bisa diterima dengan baik oleh para pedagang yang memutuskan beroperasi saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4.

Demikian dikatakan Ketua Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara), Mukroni saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (27/7/2021).

"Kebijakan ini kan terlalu teknis, lantaran ada kata bisa makan di tempat dengan waktu 20 menit. Ini sebenarnya tidak perlu dituangkan (masalah waktu). Karena kan ini 20 menit apakah dari mulai kita masuk warungnya atau dihitung dari saat pelanggan menerima piring dan makanannya. Lalu apa perlu di piring pelanggan kita kasih tulisan waktu makan hanya 20 menit atau malah kita timer masing-masing pelanggannya. Kan ini membingungkan dan susah banget diaplikasikan teman-teman pengusaha warung makan," ungkap Mukroni.

Mukroni mengaku sedikit beruntung karena wartegnya masih menjual makanan siap saji, sehingga bisa lebih cepat.

Namun, ujarnya, bagaimana dengan warung yang menyediakan menu pecel lele atau ayam goreng atau nasi goreng yang butuh proses memasak.

"Coba mereka bagaimana? Belum waktu masaknya, belum waktu penyajiannya. Yang ada kalau diburu waktu malah takutnya malah bahaya tidak cuma pelanggan tetapi juga penjualnya. Kalau aturannya 20 menit itu bagaimana, karena aturannya memang tidak jelas," tambahnya.

Mukroni menyatakan, pelanggan warteg tak semua anak muda, tetapi juga lansia yang butuh waktu makan lebih lama. Hal itu yang seharusnya juga jadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan aturan.

"Yang makan di warteg kan tidak hanya anak kecil dan anak muda, tetapi ada orang tua juga. Orang tua kan makannya pelan-pelan. Kalau disuruh buru-buru bisa-bisa tersedak. Jadi buat saya batas waktu makan di tempat tidak menjamin seseorang aman dari penularan Covid-19. Karena kan kita semua tahu, kalau penularan Covid-19 tidak mengenal jam, tetapi detik yang penting buat kita tanpa dibatasi waktu harusnya yang perlu adalah tetap menjalankan prokes selama dalam warung, atau memang membatasi jumlah pengunjungnya," tegasnya.

Mukroni menyatakan, sejak ada aturan PPKM dan penyekatan di beberapa lokasi, membuat banyak pedagang gulung tikar dan harus kembali ke kampung halamannya. Hal itu karena tak sanggup buka dan sepinya pelanggan.

Sejak PPKM dan ada penyekatan di berbagai jalan, ujarnya, membuat 50 persen pedagang gulung tikar.

“Kalau PSBB kemarin kan ada pelonggaran, seperti kapasitasnya 50 persen, nah kalau PPKM kan ketat sekali. Jadi banyak teman-teman pulang kampung. Dan saya melihat bukan hanya warteg, tetapi ketoprak yang kemarin-kemarin itu karena PPKM harus gulung tikar,” ujarnya.

Dikatakan, yang masih buka juga merasa takut karena warungnya dijaga Satpol PP dan polisi.

“Orang juga jadi takut makan di warung yang dampaknya membuat warung jadi tambah sepi. Makanya mohon bantuan dari pemerintah terkait aturannya, syukur-syukur kalau dikasih bantuan sosial buat mereka nyambung hidup," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kisruh Paripurna Interpelasi Formula E, Wagub Berharap DPRD DKI Solid dan Rukun

Riza meminta agar semua fraksi bisa duduk bersama untuk saling melengkapi demi membangun Jakarta yang lebih baik.

MEGAPOLITAN | 28 September 2021


Konser dan Pesta Besar, Pemkot Tangerang Tunggu Arahan Pemerintah Pusat

Ditambahkan, pemberian izin penyelenggaraan konser dan pesta berskala besar ini harusnya dilihat dari kondisi dan wilayah.

MEGAPOLITAN | 28 September 2021

Gelar Paripurna Interpelasi Formula E, Ketua DPRD DKI Resmi Dilaporkan ke Badan Kehormatan

Keempat Wakil Ketua DPRD tersebut adalah Mohamad Taufik, Zita Anjani, Abdurahman Suhaimi, dan Misan Samsuri.

MEGAPOLITAN | 28 September 2021

Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bekasi Tersisa 34 Orang

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mendata, kasus aktif Covid-19 di wilayah ini hanya tersisa 34 orang yang tersebar di 15 kelurahan.

MEGAPOLITAN | 28 September 2021

Tunggu Kajian, Bima Arya Minta KRB Tunda Buka Wisata Lampu Glow

Wali Kota Bogor Bima Arya minta pengelola Kebun Raya Bogor (KRB) menunda rencana wisata malam Glow pada Oktober nanti.

MEGAPOLITAN | 28 September 2021

Penganiayaan Muhammad Kace, Propam Polri Terima Izin MA Periksa Irjen Napoleon Bonaparte

Divisi Propam Polri mendapatkan izin dari MA untuk memeriksa Napoleon Bonaparte terkait dengan perkara dugaan penganiayaan terhadap tersangka M Kace.

MEGAPOLITAN | 28 September 2021

Menengok Megahnya Bangunan Baru Stasiun Manggarai

Para pengguna KRL, terutama yang mengakses Stasiun Manggarai semakin dimanjakan dengan bangunan baru stasiun tersebut.

MEGAPOLITAN | 28 September 2021

Polda Metro Ungkap Kasus Pembunuhan Ustaz dari Penyelidikan Motifnya

Penyidik Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pembunuhan tanpa saksi terhadap ustaz Armand atau Alex (A) di Kota Tangerang, dari penyelidikan motifnya.

MEGAPOLITAN | 28 September 2021

Kebun Raya Bogor: Atraksi Lampu Malam Duplikasi dari Luar Negeri

KRB memiliki lima fungsi utama, yaitu konservasi, penelitian, edukasi, wisata, dan jasa lingkungan.

MEGAPOLITAN | 28 September 2021


TAG POPULER

# Citilink


# PTM


# Piala Sudirman


# Interpelasi Formula E


# Pengobat Alternatif Ditembak



TERKINI
Kisruh Paripurna Interpelasi Formula E, Wagub Berharap DPRD DKI Solid dan Rukun

Kisruh Paripurna Interpelasi Formula E, Wagub Berharap DPRD DKI Solid dan Rukun

MEGAPOLITAN | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings