Risma Sebut Penyelewengan Bansos di Kota Tangerang Parah
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Risma Sebut Penyelewengan Bansos di Kota Tangerang Parah

Kamis, 29 Juli 2021 | 16:21 WIB
Oleh : Chairul Fikri / JEM

Tangerang, Beritasatu.com - Praktik pungutan liar (pungli) dana bansos yang terjadi Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, membuat Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma) sangat marah. Menurut Risma, berdasarkan pemantauannya, penyelewengan uang rakyat itu telah membuat penyaluran bansos di Kota Tangerang tercoreng oleh ulah oknum pendamping penerima bansos dari Kementerian Sosial (Kemsos) itu.

"Jadi kayaknya (Kota Tangerang) ini paling berat pelanggarannya, karena sebetulnya yang pertama kartu harusnya dipegang penerima manfaat, tapi ini dipegang sama pendampingnya. Kalau kartu itu dipegang oleh orang lain (pendamping). Kemudian PIN-nya juga ada di situ gimana penerima bansos tahu mereka dapat bansos kalau memang pendampingnya nggak jujur," tutur Risma.

Yang kedua, lanjut Risma, semestinya kalau ada transaksi begitu harus saling tahu sama tahu, bukan kemudian seseorang yang mengoperasikannya. "Menurut saya yang paling berat, dan itu yang sebenarnya juga hampir sama kita temukan di wilayah lain," kata Risma.

Sebelumnya, Risma melakukan inspeksi mendadak ke Karang Tengah, Kota Tangerang, Rabu (28/7/2021). Dalam inspeksi tersebut, Risma bertemu salah seorang warga bernama Aryanih sebagai penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Maryanih sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tuna (BPNT) yang mengaku dimintai uang sebesar Rp 50.000 saat pencairan BST.

Kepada Risma, warga tersebut menyebutkan uang sebesar itu diberikan ke pendamping PKH agar bisa membantu masyarakat mendapatkan bansos selanjutnya. Bahkan dari temuan itu, oknum pendamping juga sempat memegang kartu ATM dan PIN ATM warga dan juga kartu penerima BST agar bisa dibantu untuk proses pencairannya. Jika ada warga yang tidak mau menyerahkan uang dan kartu tersebut diancam akan diberhentikan sebagai penerima bansos

Atas temuan itu, Risma marah dan menegaskan bahwa apa yang dilakukan pendamping PKH tersebut adalah ilegal, karena Kemsos tidak pernah memotong sedikit pun bansos atau bantuan apapun kepada KPH dan penerima bansos dari pemerintah lainnya. Hal ini demi kesejahteraan masyarakat yang tengah terpuruk akibat Pandemi Covid-19.

"Di daerah kita juga banyak temukan kasus ini, tapi rata-rata mereka tahu sama tahu sementara kasus di Tangerang ini enggak karena memang kartunya yang megang pendampingnya. Lalu ada lagi, permintaan per transaksi Rp 50.000, itu kan kasihan. Orang-orang itu sudah tidak mampu tapi masih dimintai alasannya uang administrasi, uang kresek. Ini sudah enggak benar," lanjutnya.

Risma sendiri menyatakan kasus-kasus penyelewengan seperti ini seharusnya dilaporkan dan dilanjutkan ke pihak berwajib. Lantaran ini sudah masuk dalam kategori kriminal di mana pihak penerima bansos diminta paksa uang bansosnya dengan dalih dan alasan administrasi yang sebenarnya dari Kemsos sendiri tidak pernah ada.

"Saya dapat laporannya ini sudah diproses, katanya kalau di Tangerang tadi langsung dipanggil untuk dicari barang-barang buktinya. Kalau yang pendamping kita proses kode etiknya, nanti kalau yang hukum ya hukum bukan kami yang menangani Tapi semua sudah diproses di Polres. Dan saya minta ke depan jangan lagi ada yang seperti itu," lanjutnya.

Dinas Sosial Kota Tangerang melalui Sekretaris Dinas Sosial Kota Tangerang Ricky Fauzan, saat diwawancarai wartawan seusai kunjungan Mendagri Tito Karnavian ke Kota Tangerang, Selasa (27/7/2021) lalu, menyatakan kecil kemungkinan adanya penyelewengan dana dari bansos dan BST yang disalurkan di Kota Tangerang yang sumber dananya dari Kementerian Sosial. Lantaran saat pencairan BST-nya harus dilakukan oleh penerima bansosnya.

"Insyaallah kalau di sini (Kota Tangerang) tidak ada ya, karena itu penerima bansos kan langsung dengan kantor pos, mereka harus di foto, jadi bukan orang lain atau pendampingnya yang terima uangnya. Namun kalau ada ya masyarakat bisa melaporkan dan akan kita tindak lanjuti," tangkis Ricky.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Wagub DKI: Kelanjutan Bansos Tunai Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa kelanjutan bantuan sosial tunai (BST) bagi warga terdampak Covid-19, tergantung keputusan pemerintah pusat

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Penting, Ini Syarat yang Harus Diperhatikan Saat Berwisata ke Ancol

Ini berbagai hal yang harus diperhatikan oleh para pengunjung saat berwisata ke Ancol.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Jelang HUT Polantas, Polrestro Bekasi Gelar Bakti Sosial ke Anak Yatim Piatu

Satlantas Polrestro Bekasi menggelar bakti sosial ke yayasan yatim piatu menjelang peringatan HUT ke-66 Polantas.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Polisi Kembali Minta Keterangan Petugas Lapas

Polisi terus melakukan penyidikan kasus kebakaran Lapas Tangerang dengan memeriksa kembali tujuh petugas lapas

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Ganjil Genap di Tempat Wisata, Pemprov DKI: untuk Cegah Kemacetan dan Kerumunan

Pemprov DKI menerapkan sistem ganjil genap di tempat-tempat wisata yang telah diizinkan beroperasi untuk mengurangi kemacetan dan mencegah kerumunan.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Polisi Ciduk Youtuber Diduga Pemfitnah Atta Halilintar

Azis tak memerinci lebih jauh kapan pemilik subscriber terbanyak di Asia Tenggara itu membuat laporan tersebut.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

27 September, Tangerang Mulai Laksanakan PTM Terbatas PAUD-SD

Pembelajaran tatap muka (PTM) untuk tingkat PAUD hingga SD di Kota Tangerang akan dilaksanakan mulai 27 September 2021 mendatang

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Manajer Holywings Kemang Jadi Tersangka, Ini Respons Wagub DKI

Wagub DKI, Ahmad Riza Patria merespons penetapan manajer Kafe Holywings Kemang sebagai tersangka.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Kota Bekasi Gencarkan Vaksinasi di 17 Pusat Perbelanjaan

Sebanyak 17 pusat perbelanjaan di Kota Bekasi menyelenggarakan vaksinasi massal pada 16 Agustus-12 September 2021.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Aturan Dilonggarkan, 974 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soetta

Sebanyak 974 WNA masuk Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta dalam dua hari terakhir atau sejak dilonggarkannya aturan WNA masuk Indonesia.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Vaksinasi Covid-19


# Sonny Tulung


# Ganjil Genap


# KKB



TERKINI
Pele Kembali Masuk ICU

Pele Kembali Masuk ICU

BOLA | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings