Kritik Pemasangan Baliho Politik Hanya Menjadi Nyinyiran Tak Berujung
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kritik Pemasangan Baliho Politik Hanya Menjadi Nyinyiran Tak Berujung

Rabu, 4 Agustus 2021 | 23:32 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Kritik terhadap pemasangan baliho yang memuat gambar dan pesan dari tokoh-tokoh politik di tengah pandemi Covid-19, dinilai bisa menjadi sekadar nyinyiran yang tidak berujung. Ini lantaran kritik tersebut didasari oleh pendirian moral yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Direktur Eksekutif The Cyrus Network Hasan Nasbi menyoroti kritik yang beredar luas di media sosial, soal dana pemasangan baliho tokoh publik yang lebih baik digunakan untuk membantu masyarakat terdampak pandemi.

“Ini kan kata-kata yang seolah-olah punya pendirian moral, tetapi pendirian moral ini sulit untuk dipertanggungjawabkan,” kata Hasan Nasbi lewat akun Youtube, Rabu (4/8/2021).

Hasan lalu menganalogikan pemasangan baliho dengan kebutuhan seseorang terhadap pakaian baru dan sepeda di saat pandemi.

“Misalnya kalau kamu butuh baju baru kamu beli baju ga? Atau kalau lagi gak butuh tapi pengen beli baju baru, tetep beli kan. Terus kalau ada orang yang tiba-tiba nyinyir kenapa harus beli baju baru sih di antara banyak orang kelaparan? Kenapa gak uang untuk beli baju baru kamu disumbangkan kepada orang yang membutuhkan? Atau kenapa kamu beli sepeda di zaman pandemi?” kata Hasan.

“Kalau kita ikuti pendirian-pendirian kayak gini, akhirnya kita akan sampai pada nyinyir tak berujung,” tutur Hasan menambahkan.

Hasan mengatakan, kehidupan di luar penanganan pandemi harus terus berjalan, termasuk kehidupan politik. Oleh karenanya, waktu pemasangan baliho politik saat pandemi tidak ada ukurannya untuk dikatakan tepat atau tidak tepat.

“Menurut saya karena teorinya waktu yang tepat untuk masang baliho, masang spanduk, bisa kemarin, bisa hari ini, bisa besok, bisa bulan depan. Jadinya waktunya tergantung mereka mau mulainya kapan. Kan bisa saja pasang media luar ruang saat Lebaran, ucapkan selamat Lebaran. Nanti dikritik lagi kok masa pandemi pasang spanduk ucapan selamat Lebaran?” jelas dia.

Menurutnya, pemasangan baliho politik ini tidak ada hubungannya dengan empati saat pandemi.

“Kan bukan berarti orang yang pasang baliho kemudian tidak melakukan tindakan-tindakan bentuk kemasyarakatan. Dia pasang billboard, tapi dia juga menyumbang ke masyarakat, dia juga buat kebijakan yang membantu masyarakat. Dua-duanya bisa berjalan sekaligus,” ungkap Hasan.

Menurut dia, yang perlu dikritik dari pemasangan-pemasangan baliho politik ini cuma dua, yakni apakah pemasangannya di tempat resmi yang diizinkan pemerintah daerah setempat, dan apakah pemasangan baliho tersebut membayar pajak.

“Bukan soal timing karena timing bisa kapan saja. Karena kehidupan politik kan tetap berjalan. Kalau nggak bayar pajak, itu yang harus kita kritik,” tegasnya.

Lebih jauh dari itu Hasan mengingatkan, proses politik yang memerlukan biaya yang besar juga menggerakkan ekonomi masyarakat, terlebih di masa-masa sulit sekarang ini. Dia lantas mencontohkan penyelenggaraan Pilkada 2020 yang sudah menggerakkan ekonomi di akar rumput.

“Tahun 2020 orang mengkritik kenapa harus ada Pilkada di 2020. Tapi jangan lupa, perputaran uang ketika ada Pilkada 2020, kalau menurut perhitungan pemerintah, itu mencapai Rp 35 triliun,” ujar Hasan.

Dia meminta publik membayangkan dampak perputaran uang sebesar itu bagi kehidupan ekonomi rakyat.

“Bayangkan jumlah masyarakat yang bisa hidup dari perputaran ekonomi itu. Katering hidup, event orginizer hidup, tukang sound system hidup, percetakan hidup, konveksi yang bikin-bikin kaos hidup, tukang spanduk baliho hidup, sekedar tukang pasangnya hidup, ekspedisi hidup. Banyak multiplied effect-nya hidup dan itu orang yang diberi kehidupan dengan cara terhormat karena dia bekerja, dapat gaji, keluarganya dapat makan,” pungkas Hasan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BPBD DKI: Waspadai Cuaca Ekstrem di Jakarta 26-27 September

Detail informasi mengenai prakiraan berbasis dampak atas cuaca ekstrem dalam periode dua hari itu, dapat diakses melalui tautan https://signature.bmkg.go.id.

MEGAPOLITAN | 26 September 2021

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Jabodetabek

BMKG juga memperingatkan potensi terjadinya banjir di Jakarta bagian selatan.

MEGAPOLITAN | 26 September 2021

Penyelesaian Lahan Bojong Koneng, Ini Tawaran Sentul City ke Rocky Gerung

Sentul City menawarkan solusi kepada Rocky Gerung berupa pinjam pakai atau sewa lahan.

MEGAPOLITAN | 25 September 2021

Sengketa Lahan Rocky Gerung vs Sentul City, Mardani: Perlu Jadi Perhatian Bersama

Mardani Ali Sera mengatakan, kasus sengketa lahan Rocky Gerung dan Sentul City sebaiknya diputuskan melalui pengadilan.

MEGAPOLITAN | 25 September 2021

Warga Tidak Terima Penzaliman Kepala Sekuriti Permata Buana

uduhan kepada sejumlah sekuriti dan komandan sekuriti yang juga purnawirawan TNI, mendapat respon sejumlah warga dan tokoh Kembangan Utara.

MEGAPOLITAN | 25 September 2021

PKS: Kasus Rocky Gerung Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pertanahan

Kasus Rocky Gerung menjadi meomentum perbaikan tata kelola pertanahan di Tanah Air

MEGAPOLITAN | 25 September 2021

Kendaraan Crane Hangus Terbakar di Tol Lingkar Selatan Bintaro

Kendaraan crane hangus terbakar diduga akibat korsleting listrik, di Tol Lingkar Selatan, wilayah Bintaro, Pesanggarahan, Jakarta Selatan.

MEGAPOLITAN | 25 September 2021

Cekcok Warga di Kembangan, Sekuriti Kompleks Jadi Tersangka

WH ditetapkan sebagai tersangka lantaran merampas mobil milik salah satu warga yang kala itu membawa tanaman.

MEGAPOLITAN | 25 September 2021

Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta 2.041, Positivity Rate 1%

Dari jumlah 2.041 kasus itu, sebanyak 632 orang menjalani perawatan di 140 RS rujukan di Jakarta dan sebanyak 1.409 orang isolasi mandiri.

MEGAPOLITAN | 25 September 2021

7,6 Juta Warga Divaksin Covid-19 Dosis Lengkap di Jakarta

Sebanyak 7,6 juta warga telah mendapat vaksinasi Covid-19 dosis lengkap atau dosis 2 di Jakarta. Dari jumlah tersebut, 66% merupakan warga ber-KTP DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Timnas Brasil


# Kripto


# Pembakaran Mimbar Masjid



TERKINI
Arsenal vs Tottenham: Adu Kekuatan di Emirates

Arsenal vs Tottenham: Adu Kekuatan di Emirates

BOLA | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings