Antisipasi Banjir, Anies Pastikan Tak Ada Alat Berat di Jakarta yang Menganggur
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Antisipasi Banjir, Anies Pastikan Tak Ada Alat Berat di Jakarta yang Menganggur

Rabu, 15 September 2021 | 18:31 WIB
Oleh : Yustinus Paat / LES

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengingatkan jajaran untuk memastikan tidak ada alat berat yang menganggur atau tidak bekerja dan berfungsi dalam rangka mengantisipasi dan mengendalikan banjir di Ibu Kota. Alat berat tersebut, kata Anies, harus terus beroperasi untuk melakukan pengerukan kali, sungai, setu, embung dan waduk untuk mencegah banjir.

“Kemarin Pak Gubernur sudah jelaskan bahwa tidak ada satupun alat berat kita yang nganggur, saya sudah monitor kalau alat berat jalan,” ujar Sekda DKI Jakarta Marullah Matali di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Penanganan banjir, kata Marullah, selalu menjadi agenda prioritas setiap tahun di DKI Jakarta. Meskipun, dia mengakui, kadang banjir yang datang di luar prediksi, namun pihaknya bekerja seoptimal mungkin untuk mengantisipasinya.

“Kita tidak pernah bisa memprediksi sampai sejauh itu tapi kita sudah bekerja maksimal sekali. Mudah mudahan saluran-saluran kita, sungai kita, kali, setu, embung bisa dikeruk dengan baik. Sekarang masih jauh, mudah mudahan hujan bisa terkendali,” ujar Marullah.

Pada Februari 2021 lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memilih dan menempatkan Yusmada Faizal Samad sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemprov DKI Jakarta, menggantikan Juaini Yusuf. Setelah dilantik, Yusmada saat itu merinci sejumlah program yang akan dijalankannya dalam rangka pengendalian banjir.

Pertama, revitalisasi dan pembangunan polder pengendali banjir. Bahkan, Yusmada menargetkan pada tahun 2021 membangun 10 polder baru. “Kita mengendalikan air yang datang dari langit Jakarta ini, merevitalisasi polder-polder yang ada, membangun polder baru, akan ada 10 polder yang kita bangun,” ujar Yusmada.

Pada tahun 2020, Pemprov DKI Jakarta sudah merencanakan melakukan revitalisasi dan membangun polder baru dengan jumlah 47 polder. Dari jumlah tersebut, 31 polder sudah dibangun, 10 polder ditingkatkan kapasitas pompanya dan 6 polder belum dibangun. Namun, target membangun polder terkendala anggaran di tahun 2020. Anggaran yang ada akhirnya dimanfaatkan untuk membeli pompa mobile.

Kedua, lanjut Yusmada adalah pembangunan waduk-waduk besar, seperti Waduk Brigif, Waduk Pondok Rangon dan Waduk Lebak Bulus. Ketiga waduk yang disebut Yusmada memang masuk dalam program prioritas pembangunan waduk tahun 2020 hingga 2022. Tahun 2020 yang lalu memang targetnya adalah pembebasan lahan. Mulai tahun 2021 ini dilakukan pembangunan fisik dan ditargetkan pembangunan fisik dan finishing selesai pada Maret 2022 nanti. Selain itu ditambah dengan Embung Wirajasa.

Total keseluruhan pembangunan waduk dan embung tersebut seluas 26,18 hektare. Perinciannya, Waduk Brigif dengan luas 10,33 hektare, Waduk Pondok Rangon 11,55 hektare, Waduk Lebak Bulus 3,83 hektare, serta Embung Wirajasa 0,47 hektare. Waduk-waduk ini diharapkan bisa memotong debit air saat banjir sehingga tidak meluap, seperti Waduk Pondok Rangon untuk memotong debit banjir 20 persen aliran kali Sunter, Waduk Brigif untuk memotong debit banjir 20 persen aliran kali Krukut dan Waduk Lebak Bulus untuk memotong debit banjir aliran kali Grogol.

Langkah ketiga, kata Yusmada adalah pembangunan tanggul pengaman pantai atau NCICD. Panjang trace dari tanggul pengaman pantai ini adalah 46,212 km. Dari jumlah tersebut yang sudah dibangun sepanjang 12,664 km dan yang belum dibangun sepanjang 33,548 km. Dari jumlah yang belum dibangun, sepanjang 11,080 km akan menjadi tugas Kementerian PUPR dan sepanjang 22,468 km menjadi tugas Pemprov DKI Jakarta. Lokasi pembangunan yang dilakukan Pemprov adalah Kamal Muara, Muara Angke, Sunda Kelapa, Tanjung Priok, dan Kali Blencong. Untuk Sunda Kelapa rencana dengan KPBU.

Menurut Yusmada, pembangunan tanggul pantai ini penting untuk mencegah dan mengantisipasi banjir rob atau banjir karena air laut pasang. Hal ini biasanya terjadi di wilayah pesisir atau tepi laut Jakarta. Kini, di samping karena pasangnya air laut, penurunan muka tanah di utara Jakarta juga mempengaruhi meningkatnya banjir rob.

Langkah keempat adalah normalisasi dan naturalisasi sungai. Menurut Yusmada, normalisasi dan naturalisasi tidak perlu didikotomikan atau dibedakan satu sama lain. Keduanya justru bisa dipadukan dalam rangka meningkatkan kapasitas sungai untuk mengurangi banjir Jakarta.

“Sekali lagi, enggak ada lagi dikotomi antara naturalisasi dan normalisasi. Yang penting, saluran-saluran air itu kita dalam kapasitas yang cukup,” tandas dia.

Pemprov DKI Jakarta, kata Yusmada, sudah menyiapkan anggaran Rp 1 triliun untuk melakukan naturalisasi dan normalisasi sungai, kali dan waduk di Jakarta. Khusunya sungai-sungai besar, seperti Ciliwung, Pesanggrahan, Sunter, Angke dan Jati Kramat, kata dia, Pemprov DKI Jakarta berkerja sama dengan Pemerintah Pusat, dengan pembagian, Pemerintah Pusat khususnya Kementerian PUPR bertugas mengerjakan konstruksi dan pemprov DKI melakukan pengadaan atau pembebasan lahan.

“Untuk kali-kali besar, seperti Ciliwung dan segala macam, itu kan kewenangan penanganan konstruksinya di Kementerian PU. Pemprov itu adalah mendukung pembebasan atau penyediaan lahannya,” ungkap dia.

Pada tahun 2020 lalu, Pemprov DKI telah melakukan proses pengadaan tanah di Kali Ciliwung, Pesanggrahan, Sunter, dan Jatikramat senilai sekitar Rp 340 miliar. Sedangkan, untuk Kali Angke, pengerjaannya dilakukan pada 2021.Selain langkah-langkah yang sudah disebutkan, Yusmada mengaku akan meneruskan program-program pengendalian banjir lain, yakni pemeliharaan pompa air, sumur resapan, drainase, dan langkah-langkah lain yang sudah diatur dan ditetapkan,

Saat ini, pompa air berjumlah 487 unit pompa stastioner dan 175 unit pompa mobile. Sementara sumur resapan jumlahnya mencapai 3.964 sumur resapan di sejumlah tempat, seperti di ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA), gedung pemda, sekolah, taman kota, dan masjid.

Jumlah sumur resapan ini masih jauh dari jumlah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022, yakni 1,8 juta titik sumur resapan. Pembuatan sumur resapan ini menjadi salah satu program pengendalian banjir Jakarta. Pengerjaan sumur dimulai 2020 hingga 2022, memiliki target 60 titik sumur resapan tiap satu rukun tetangga (RT). Perinciannya, 82.020 sumur resapan dari 1.367 RT di Jakarta Pusat, 364.620 sumur resapan dari 6.077 RT di Jakarta Selatan, 311.940 sumur resapan dari 5.199 RT di Jakarta Barat, dan 428.160 sumur resapan dari 7.136 RT di Jakarta Timur. Sementara itu, untuk sumur resapan tak akan dibangun di Jakarta Utara.

Secara implisit langkah-langkah yang akan diambil Yusmada, memberikan solusi terhadap 3 penyebab utama banjir di Jakarta. Penyebab pertama, adalah hujan lokal dengan curah hujan

lebat hingga ekstrem seperti pada Sabtu, 20 Februari 2021 lalu. Penyebab ini bisa diatasi dengan revitalisasi dan pembangunan polder baru, sumur resapan dan pompa air serta peningkatan kapasitas kali, waduk, embung, dan saluran penghubung.

Penyebab kedua, banjir kiriman dari hulu dengan pembuatan waduk-waduk besar, normalisasi dan naturalisasi serta peningkatan kapasitas kali, waduk, dan embung yang ada. Penyebab ketiga adalah banjir rob dengan pembuatan tanggul pengaman pantai.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Wagub DKI: Kelanjutan Bansos Tunai Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa kelanjutan bantuan sosial tunai (BST) bagi warga terdampak Covid-19, tergantung keputusan pemerintah pusat

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Penting, Ini Syarat yang Harus Diperhatikan Saat Berwisata ke Ancol

Ini berbagai hal yang harus diperhatikan oleh para pengunjung saat berwisata ke Ancol.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Jelang HUT Polantas, Polrestro Bekasi Gelar Bakti Sosial ke Anak Yatim Piatu

Satlantas Polrestro Bekasi menggelar bakti sosial ke yayasan yatim piatu menjelang peringatan HUT ke-66 Polantas.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Polisi Kembali Minta Keterangan Petugas Lapas

Polisi terus melakukan penyidikan kasus kebakaran Lapas Tangerang dengan memeriksa kembali tujuh petugas lapas

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Ganjil Genap di Tempat Wisata, Pemprov DKI: untuk Cegah Kemacetan dan Kerumunan

Pemprov DKI menerapkan sistem ganjil genap di tempat-tempat wisata yang telah diizinkan beroperasi untuk mengurangi kemacetan dan mencegah kerumunan.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Polisi Ciduk Youtuber Diduga Pemfitnah Atta Halilintar

Azis tak memerinci lebih jauh kapan pemilik subscriber terbanyak di Asia Tenggara itu membuat laporan tersebut.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

27 September, Tangerang Mulai Laksanakan PTM Terbatas PAUD-SD

Pembelajaran tatap muka (PTM) untuk tingkat PAUD hingga SD di Kota Tangerang akan dilaksanakan mulai 27 September 2021 mendatang

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Manajer Holywings Kemang Jadi Tersangka, Ini Respons Wagub DKI

Wagub DKI, Ahmad Riza Patria merespons penetapan manajer Kafe Holywings Kemang sebagai tersangka.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Kota Bekasi Gencarkan Vaksinasi di 17 Pusat Perbelanjaan

Sebanyak 17 pusat perbelanjaan di Kota Bekasi menyelenggarakan vaksinasi massal pada 16 Agustus-12 September 2021.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Aturan Dilonggarkan, 974 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soetta

Sebanyak 974 WNA masuk Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta dalam dua hari terakhir atau sejak dilonggarkannya aturan WNA masuk Indonesia.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Vaksinasi Covid-19


# Sonny Tulung


# Ganjil Genap


# KKB



TERKINI
Agen: Paul Pogba Berpeluang Kembali ke Juventus

Agen: Paul Pogba Berpeluang Kembali ke Juventus

BOLA | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings