Jakarta Terancam Tenggelam, Eksploitasi Air Tanah Harus Segera Dihentikan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jakarta Terancam Tenggelam, Eksploitasi Air Tanah Harus Segera Dihentikan

Kamis, 16 September 2021 | 15:02 WIB
Oleh : Yustinus Paat / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, Anthony Winza Probowo mengatakan, eksploitasi air tanah secara berlebihan bisa menyebabkan Jakarta tenggelam.

Eksploitasi air tanah tersebut, kata Anthony tak terlepas dari persentase warga Jakarta pengguna air PDAM yang terbilang rendah.

Hal ini disampaikan Anthony dalam diskusi online Jakarta Segera Tenggelam? yang digelar DPP PSI dan Aji Bromokusumo Center for Development and the Environment (ABCDE), Rabu (15/9/2021) malam.

“Kenapa terjadi eksploitasi air tanah? Tidak lain karena akses terhadap pipanisasi air bersih masih sangat terbatas. Data kita menunjukkan paling hanya 63 persen warga yang mendapatkan akses air bersih PDAM,” ujar Anthony.

Anthony menuturkan, dari kunjungannya ke sejumlah warga dia menemukan bahwa banyak warga kurang mampu Jakarta harus membeli air keliling dengan harga mahal. Pasalnya, mereka belum mendapat akses air bersih PDAM, sementara kualitas air tanah di daerah mereka sangat buruk.

“Yang saya temukan, warga miskin itu membayar air bersih 10 kali lebih mahal daripada hotel bintang 5. Ya bagaimana mereka tidak pakai air bawah tanah karena pipanya tidak ada, terpaksa beli air keliling atau memakai air tanah,” tutur Anthony.

Anthony menambahkan, untuk memasang pipa-pipa dan mengalirkan air PDAM ke seluruh warga Jakarta dibutuhkan anggaran yang sangat besar, berkisar Rp 23-30 triliun sampai 2030. Namun masalahnya, anggaran untuk PDAM dari tahun ke tahun hanya ratusan miliar saja, sehingga tidak realistis terhadap program tersebut.

“Masalah yang terjadi adalah, APBD dari tahun ke tahun untuk air bersih ini hanya berkisar ratusan miliar saja. Selama kami di DPRD, tidak pernah anggaran air bersih ini mencapai Rp 1 triliun, paling Rp 200 miliar per tahun. Jadi kalau kebutuhannya Rp 20 triliun, masih butuh waktu 100 tahun lagi baru kita mencapai 100 persen pipanisasi air bersih ke seluruh warga, baru kita mengharapkan orang-orang tidak memakai air tanah,” papar lulusan Magister Hukum dari Georgetown University, AS itu.

Laporan
Pada kesempatan yang sama, pegiat lingkungan, Agus Sari, yang turut mengisi diskusi memaparkan laporan Sixth Assessment Report oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).

Menurut Agus, berdasarkan laporan tersebut kenaikan suhu bumi kian hari kian mengkhawatirkan. Kenaikan suhu bumi saat ini mencapai 1,2 derajat Celcius, padahal IPCC menjaga batas maksimal kenaikan suhu bumi antara 1,5-2 derajat Celsius.

Jika tidak ada terobosan, kata Agus, dalam 20 tahun ke depan suhu bumi benar-benar akan mencapai kenaikan maksimal dan dampaknya sangat mengkhawatirkan bagi manusia. Hal itu juga yang berpotensi membuat Jakarta tenggelam.

“Makin panas bumi, makin tinggi suhu bumi, penguapan air laut juga akan makin tinggi juga. Selain itu, es di kutub utara juga akan mencair. Miliaran ton es mencair dari kutub utara akan meningkatkan volume air laut secara signifikan. Nah uap air yang menjadi awan lebih banyak dari biasanya, lalu menjadi hujan, dan akan membebani infrastruktur hidrologi di kota-kota besar, di antaranya Jakarta,” urai Agus.

Permasalahan yang sama, juga memantik kegelisahan penyanyi dan pegiat lingkungan, Shae. Bagi anak-anak muda yang sudah memiliki kesadaran untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan lingkungan seperti dirinya, menurut Shae, yang dibutuhkan adalah dukungan sosial dan wadah untuk mencari bimbingan.

Dia juga menilai, urusan menyelamatkan bumi merupakan kerja kolektif dari semua unsur, dan tidak bisa hanya mengandalkan pihak-pihak tertentu saja.

“Kita butuh support system dan juga komunitas yang mengajarkan info yang tepat karena itu masih sangat kurang, ini yang menurutku dibutuhkan. Dan jangan lagi menunggu top-down, kita harus menemukan cara untuk bekerja sama dan bergerak dari bottom to top, juga top-down, bagaimana caranya kita bertemu di tengah,” ujarnya dalam diskusi yang dimoderatori Direktur Eksekutif Aji Bromokusumo Center for Development and the Environment, Revana Cellosh Natalie, itu.

Pada kesempatan yang sama, ekonom senior Emil Salim menyebut, generasi muda memegang peran penting menyelamatkan bumi dari perubahan iklim yang merusak, termasuk soal ancaman tenggelamnya Jakarta yang mungkin saja terjadi pada tahun-tahun mendatang.

“Sebagai pemimpin masa depan, generasi muda harus mengubah orientasi berpikir pembangunan ini berdasarkan pola pembangunan berkelanjutan. Generasi muda harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan melakukan inovasi teknologi dalam upaya menemukan energi-energi terbarukan. Sehingga pada gilirannya, target net-zero emissions (emisi nol persen) di tahun 2050 bisa tercapai, ” kata Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup 1983-1993 itu.

Emil melanjutkan, kerusakan bumi akibat perubahan iklim sebenarnya dapat disiasati. Generasi muda, menurut dia, harus menciptakan teknologi inovatif dan mengubah orientasi serta pola pembangunan yang selama ini mengandalkan fossil fuels (bahan bakar fosil) ke pemanfaatan energi bersih atau energi terbarukan, misalnya, energi matahari, angin, gelombang, mikrohidro, dan sebagainya.

“Langkah yang harus ditempuh anak muda adalah mengubah kebijakan yang bersifat eksploitasi sumber daya, memperkaya jenis-jenis sumber daya alam melalui menangkap gas rumah kaca dan mengurangi efek gas rumah kaca dengan memanfaatkan matahari, gelombang laut, angin, dan sebagainya untuk jadi sumber energi baru,” ujarnya.

Kritik
Selain itu, Emil juga mengkritik model pembangunan pemerintah yang berkiblat pada UU Minerba yang selama ini mengeksploitasi energi dari bahan bakar fosil sebagai sumber pendapatan negara, tanpa memperhitungkan dampak eksternalitas berupa kerusakan lingkungan.

“Kebijakan energi Indonesia masih mengandalkan pada energi bahan bakar fosil dan batu bara, kita ekspor mereka (bahan bakar fosil dan batu bara) sehingga tujuan pembangunan kita bukan pembangunan berkelanjutan, tetapi memanfaatkan sumber daya alam yang kotor. Jadi kita mengharapkan revenue dari mengekspor bahan-bahan cemar CO2, batu bara, minyak bumi, dll,” terang Emil.

Ancaman Jakarta akan tenggelam beberapa tahun ke depan memang pernah diutarakan sejumlah otoritas baik di dalam maupun dari luar negeri.

Beberapa waktu lalu, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada laman resminya menyebut, Jakarta dan pulau reklamasi menjadi salah satu kota pesisir yang terancam tenggelam. Prediksi terebut berdasarkan kondisi dari berbagai faktor. Di antaranya perubahan iklim, jumlah penduduk yang terus bertambah, juga eksploitasi air di wilayah Ibu Kota.

Bahkan, pada Agustus kemarin, Presiden AS Joe Biden sempat menyinggung soal Jakarta terancam tenggelam dalam 10 tahun mendatang akibat perubahan iklim yang melanda dunia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

20 Korban Tabrakan Bus Tranjakarta Masih Dirawat di Rumah Sakit

Sebanyak 20 orang dari 37 orang korban luka dalam tabrakan bus Transjakarta di Cawang, Jakarta Timur masih dirawat di rumah sakit.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Tempat Indekos, Polisi Tangkap 4 Pelaku

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggerebek indekos yang menjadi kantor operasional pinjol ilegal di Cengkareng, Jakbar. Polisi menangkap empat penagih utang.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

Tabrakan Antarbus, Ini Peringatan Keras Wagub Riza Patria untuk Transjakarta

Kecelakaan ini menjadi pelajaran penting bagi jajaran Transjakarta untuk lebih berhati-hati agar tabrakan tidak terjadi lagi.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

Anies Pastikan Review Transjakarta Usai Tabrakan yang Tewaskan 2 Orang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan meninjau atau review Transjakarta usai tabrakan yang menewaskan dua orang dan melukai 37 orang lainnya.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

Kota Bogor Proyeksikan 4 Pedestrian Lagi di Jalur Protokol hingga 2024

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menata empat jalur protokol dengan pedestrian hingga 2024.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

Anies Jamin Para Korban Tabrakan Maut Bus Transjakarta Dapat Tanggungan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan para korban tabrakan bus Transjakarta di Cawang akan mendapat tangungan dari Transjakarta.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

Polisi Selidiki Sampel Nasi Kotak yang Diduga Sebabkan Warga Koja Keracunan

Kepolisian Sektor Koja menyelidiki sampel nasi kotak yang dibagikan oleh kader PSI dan diduga menyebabkan sejumlah warga Koja, Jakarta Utara, keracunan.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

Pemanfaatan TPST Bantargebang, Rahmat Effendi: Tidak Ada Penambahan Hak dan Kewajiban

Rahmat Effendi menegaskan tidak ada penambahan hak dan kewajiban dari Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi dalam pengelolaan lahan di TPST Bantargebang.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

Dentuman Keras Terdengar saat LRT Jabodebek Tabrakan

Sejumlah warga Cipayung, Jakarta Timur, mengaku mendengar suara dentuman keras saat terjadi tabrakan kereta light rail transit (LRT) Jabodebek.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021



TAG POPULER

# Tes PCR


# Greysia Polii/Apriyani Rahayu


# Cristiano Ronaldo


# PSIS


# Sekjen Kemendagri



TERKINI
Dow dan S&P 500 Menguat Tembus Rekor Jelang Pendapatan Big Tech

Dow dan S&P 500 Menguat Tembus Rekor Jelang Pendapatan Big Tech

EKONOMI | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings