Logo BeritaSatu

Eks Napi Sebut Peredaran Narkoba Redup Saat Antasari Azhar di Lapas Tangerang

Kamis, 16 September 2021 | 21:47 WIB
Oleh : Tim Beritasatu.com / LES

Tangerang, Beritasatu.com - Maraknya perededaran narkoba yang terjadi dalam lingkungan Lapas Tangerang memang tidak menjadi rahasia lagi. Hal itu diungkapkan mantan narapidana di lapas tersebut yang bernama Dion (nama samaran). Namun menurutnya, peredaran narkotika di Lapas Tangerang sempat meredup kala mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar mendekam di sana terkait kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

"Zaman saya di dalam, ada Antasari juga di sana, jadi enggak ada lab (laboratorium narkoba). Judi bola sama narkoba ada bandarnya. AW itu Pegang bola sama putih (sabu) dan banyak bos narkoba enggak berani macam-macam karena ada Antasari. Mungkin kalau bebas takut dilaporin Antasari ke pemerintah, tapi enggak tau kalo sekarang," tambahnya.

Dion membenarkan, narkoba itu marak peredarannya di lapas. “ Bahkan saya bisa bilang di sana justru menjadi surganya para pemakai narkoba, karena disana kita dengan mudah mendapatkannya, asal ada uang," ujarnya mengawali ceritanya.

Ditambahkan Dion, meski tak banyak orang yang melakukan produksi (narkoba) di lapas karena ketatnya pengawasan dari pihak sipir penjara, namun ia mengungkapkan ada satu penguasa di lapas yang memang memproduksi dan menjual narkoba di dalam lapas.

"Jadi bloknya jualan narkoba di Blok B. Jadi kalo ente (anda) mau beli narkoba ke blok sana. Yang pegang 1 orang, Dia nyaru (nyamar) bos bola, inisialnya AW," lanjutnya.

Selain Dion, Anto (nama samaran) juga mengisahkan bagaimana peredaran narkoba di dalam lapas amat sangat mudah di dapat dibanding saat di luar penjara. Karena banyak pegawai lapas (sipir) yang juga terkontaminasi narkoba dan mau jadi kurir narkoba untuk bisa mendapatkan barang haram itu.

"Di dalam itu, kadang ada aja dokternya (peracik sabu) paham formulanya. Tinggal bilang (bahannya) pak beli ini, beli ini ke bapaknya (sipir) yang penting duitnya ada. Pokoknya ente mau masukin apa aja, pasti libatkan petugas. Sipir disuruh beli tokipan (minuman keras). Jalan-jalan bisa, yang penting duitnya ada saja. Kita punya uang kita bisa berkuasa, kita enggak punya uang alamat kita jadi bahan bully dan juga pesuruh di dalam mau itu dari napi penguasa maupun dari sipirnya," tutupnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe Dibatasi 6.000 Orang Undangan

Pemakaman kenegaraan Shizo Abe dibatasi maksimal untuk 6.000 orang undangan. Banyak politisi oposisi memilih untuk menghindar.

NEWS | 27 September 2022

OTT Hakim Agung, KPK Soroti Lemahnya Pengawasan di MA

Terkait OTT Hakim Agung MA Sudrajad Dimyati, KPK menyoroti lemahnya pengawasan di internal peradilan. 

NEWS | 27 September 2022

Disebut “Shadow Team” oleh Nadiem, Ini Peran GovTech Edu

GovTech Edu merupakan sebuah unit independen yang dibentuk Telkom untuk menghadapi tantangan besar yang ingin diselesaikan oleh Kemendikbudristek.

NEWS | 27 September 2022

Istima Ulama NTB Deklarasi Dukung Ganjar Jadi Presiden

Ratusan tuan guru, ulama, kiai, hingga cendekiawan muslim di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan dukungannya kepada Ganjar Pranowo jadi presiden

NEWS | 27 September 2022

Seragam Baru Polisi Lalu Lintas Akan Dilengkapi Body Camera

Anggota polisi lalu lintas atau polantas akan memiliki seragam baru yang dilengkapi dengan body camera atau bodycam

NEWS | 27 September 2022

Rekam Medis Digital Hadapi Tantangan Perlindungan Data Pribadi

Tantangan implementasi rekam medis digital saat ini bukan hanya pengelolaan data medis tetapi juga termasuk perlindungan data pribadi pasien.

NEWS | 27 September 2022

Trem Kota Bogor Diusulkan Terkoneksi LRT Cibubur-Baranangsiang

Trem Kota Bogor diudulkan agar terkoneksi dengan dengan light rail transit (LRT) koridor Cibubur-Baranangsiang.

NEWS | 27 September 2022

IPW Jelaskan Posisi Anggota DPR Terkait Private Jet Brigjen Hendra

IPW menjelaskan posisi anggota DPR yang meminta kepolisian menyelidiki penggunaan private jet oleh Brigjen Hendra Kurniawan yang diduga milik bandar judi.

NEWS | 27 September 2022

Pemkot: Trem di Kota Bogor Butuh Anggaran Rp 1,2 Triliun

Pemkot Bogor membutuhkan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun untuk mewujudkan pembangunan trem

NEWS | 27 September 2022

Kapolda Metro Jaya Kerahkan Pasukan Basmalah Amankan Demo Hari Ini

Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran mengerahkan Pasukan Basmalah untuk pengamaman demo hari ini di depan Gedung DPR memperingati Hari Tani Nasional.

NEWS | 27 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe Dibatasi 6.000 Orang Undangan

Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe Dibatasi 6.000 Orang Undangan

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings