Akhir PPKM Level 3, Begini Fakta Covid-19 di Jakarta yang Makin Terkendali
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Akhir PPKM Level 3, Begini Fakta Covid-19 di Jakarta yang Makin Terkendali

Senin, 20 September 2021 | 13:09 WIB
Oleh : Yustinus Paat / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di Jakarta akan berakhir hari ini, Senin, 20 September 2021. Data-data kasus Covid-19 dan tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 menunjukkan perkembangan yang baik. Bahkan, positivity rate atau persentase angka positif Covid-19 di Jakarta sudah berada di angka 1,2%, jauh di bawah ambang batas ideal yang ditetapkan WHO, yakni 5%.

Padahal, dalam masa PPKM level 3 ini sejumlah aktivitas sudah dilakukan pelonggoran, seperti pembukaan tempat wisata kawasan Taman Impian Jaya Ancol dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) serta bioskop di seluruh Jakarta sudah diizinkan beroperasi. Warga Jakarta pun tetap diingatkan agar tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan sehingga situasi pandemi Covid-19 yang makin terkendali bisa terjaga dan ditekan lebih terkendali lagi.

Kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota memang terus mengalami penurunan secara konsisten sejak 16 Juli lalu, sementara angka tingkat kesembuhan terus meningkat, angka kematian terus menurun dan tingkat keterisian rumah sakit juga terus menurun.

Berikut ini rangkuman Beritasatu.com soal data-data perkembangan Covid-19 selama sepekan penerapan PPKM level 3 yang merujuk pada situs corona.jakarta.go.id:

1. Kasus aktif Covid-19
Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta hingga 19 September, kasus aktif Covid-19 turun menjadi 2.879 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 963 orang yang dirawat dan 1.916 orang yang melakukan isolasi mandiri. Jumlah ini berkurang sebanyak 1.062 kasus dibandingkan pada seminggu lalu, 12 September. Pada saat itu, jumlah kasus aktifnya berada di angka 3.941 kasus dengan perincian sebanyak 1.402 orang yang dirawat dan 2.539 orang yang melakukan isolasi mandiri.

Jumlah kasus aktif saat ini turun tajam sebanyak 110.259 atau hampir 39 kali lipat dibandingkan puncak kasus aktif di Ibu Kota yang terjadi pada 16 Juli 2021 lalu. Pada saat itu, jumlah kasus aktif mencapai angka 113.138 kasus dengan perincian 88.295 pasien Covid-19 yang menjalani isolasi dan sebanyak 24.843 pasien Covid-19 yang dirawat.

2. Angka kematian
Rata-rata kematian akibat Covid-19 di Jakarta dalam sepekan pelaksanaan PPKM level 3 sebanyak 6 orang dalam sehari. Total kasus yang meninggal akibat Covid dalam sepekan ini (13-19 September) sebanyak 42 orang. Angka kematian ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan pekan sebelumnya, 6-12 September di mana rata-rata kematian pada saat itu sebanyak 14 orang dalam sehari dan total yang meninggal akibat Covid-19 sebanyak 95 orang.

Sementara pada pekan 30 Agustus- 5 September, rata-rata kematian sebanyak 13 orang dalam sehari dan total yang meninggal akibat Covid-19 sebanyak 90 orang. Pada pekan sebelumnya lagi, 23-29 Agustus, rata-rata kematian sebanyak 11 orang dalam sehari dan total yang meninggal akibat Covid-19 sebanyak 79 orang.

Hingga saat ini, jumlah total pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia sebanyak 13.479 orang dengan tingkat kematian 1,6 persen dari total jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Jakarta sebanyak 856.161 kasus. Tingkat kematian di Jakarta jauh dibandingkan tingkat kematian secara nasional secara nasional yakni sebesar 3,4 persen.

3. Kasus positif Covid-19 Harian
Kasus positif harian Covid-19 juga mengalami penurunan yang sangat signifikan. Dalam sepekan terakhir, 13-19 September, total penambahan kasus positif harian sebanyak 1.419 kasus. Artinya, rata-rata penambahan kasus harian sebanyak 203 kasus. Penambahan ini turun sebanyak 613 kasus dibandingkan penambahan pada pekan sebelumnya, 6-12 September, di mana pada saat itu total penambahan kasus positif harian sebanyak 2.050 kasus atau rata-rata penambahan kasus harian sebanyak 293 kasus.

Pada pekan sebelumnya, 30 Agustus-5 September, jumlah penambahan kasus positif harian sebanyak 2.849 kasus atau rata-rata penambahan kasus positif dalam sehari sebanyak 407 kasus. Lalu pada 23-29 Agustus, total penambahan kasus positifnya sebanyak 3.912 kasus atau rata-rata 559 kasus per hari. Pada pekan 16-22 Agustus, total penambahan kasus positif sebanyak 5.489 kasus atau rata-rata penambahan kasus positif dalam sehari sebanyak 784 kasus.

Dari data-data tersebut menunjukkan kasus penambahan kasus positif harus terus mengalami penurunan. Penambahan kasus positif harian tertinggi terjadi pada 12 Juli, yakni sebanyak 14.619 dalam sehari.

4. Positivity rate
Positivity rate atau persentase kasus positifnya di Jakarta dalam sepekan terakhir (13-19 September) sudah berada di angka 1,2%. Angka ini sudah menjauh dari ambang batas ideal angka positivity rate yang ditetapkan WHO, yakni 5%. Hal ini berarti kasus Covid-19 di Jakarta makin terkendali.

Dalam sepekan, penambahan kasus positif Covid-19 di Jakarta sebanyak 1.400 kasus dari 116.653 orang yang dites PCR sehingga positivity rate-nya berada di angka 1,2%. Angka ini turun 0,6% dibandingkan pada pekan sebelumnya, 6-12 September di mana pada saat itu penambahan kasus positif Covid-19 di Jakarta sebanyak 2.098 kasus dari 116.573 orang yang dites PCR sehingga positivity rate-nya berada di angka 1,8%.

Pada pekan 30 Agustus-5 September, positivity rate berada di angka 3,9% di mana total jumlah kasus positif Covid-19 harian sebanyak 2.567 kasus dan jumlah yang dites PCR sebanyak 65.824 orang. Lalu, pada 23-29 Agustus, positivity rate berada di angka 5% di mana total jumlah kasus positif Covid-19 harian sebanyak 5.489 kasus dan jumlah yang dites PCR sebanyak 78.467 orang.

Adapun persentase kasus positif secara total di Jakarta sebesar 14 persen. Total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 573.664 per sejuta penduduk. Target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu. Target ini sudah dilampaui oleh Pemprov DKI Jakarta, dan dalam sepekan terakhir telah dilakukan tes PCR hampir 11 kali lipat dari standar WHO.

Di saat puncak gelombang kedua, tingkat positivitas di Jakarta pernah mencapai 48%. Artinya, dari 2 orang yang dites di Jakarta, salah satunya Covid-19. Ini tingkat positivitas yang amat tinggi bagi Jakarta, tidak pernah terjadi sebelumnya kecuali di masa awal pandemi saat jumlah tes masih sangat sedikit. Namun, saat ini, tingkat positivitas sudah berada di bawah ambang batas ideal, yaitu di bawah angka 5%, harus dipertahankan dan terus diupayakan agar makin turun.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pencapaian angka positivity rate 1,2% merupakan hasil kerja kolektif semua pihak di mana pemerintah masif melakukan 3T (testing, tracing, treatment) dan masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Termasuk vaksinasi Covid-19 yang gencar dilakukan di DKI Jakarta. Namun, Gubernur Anies tetap minta masyarakat tidak boleh lengah dan wajib disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

5. Angka kesembuhan
Angka kesembuhan dari Covid-19 di Jakarta dalam sepekan terakhir, 13-19 September bertambah sebanyak 2.439 orang atau rata-rata pasien Covid-19 yang sembuh dalam sehari sebanyak 348 orang. Sejak awal Agustus 2021 lalu, pertambahan angka kesembuhan harian mulai melandai di Jakarta seiring dengan jumlah kasus-kasus Covid-19 dan BOR RS rujukan Covid-19 yang terus menurun di Jakarta

Pada pekan sebelumnya, 6-12 September, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh sebanyak 3.599 orang atau rata-rata pasien Covid-19 yang sembuh dalam sehari sebanyak 514 orang. Lalu, pada 30 Agustus-5 September, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh bertambah sebanyak 4.927 orang atau rata-rata pasien Covid-19 yang sembuh dalam sehari sebanyak 704 orang. Sementara pada 23-29 Agustus, bertambah sebanyak 4.611 orang atau rata-rata pasien Covid-19 yang sembuh dalam sehari sebanyak 659 orang. Secara total, jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan telah sembuh hingga saat ini sebanyak 839.803 dengan tingkat kesembuhan 98,1%

6. BOR RS rujukan Covid-19
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan hingga saat ini, tingkat keterisian atau BOR tempat tidur isolasi di 140 rumah sakit rujukan Covid-19 berada di angka 11%. Sementara BOR tempat tidur ICU berada di angka 22 persen. “BOR tempat tidur isolasi 11% dan ICU 22%,” ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Riza menuturkan, dari kapasitas 6.773 tempat tidur isolasi, terpakai 745 bed saat ini. Jumlah ini sama dengan jumlah BOR pada 13 September yang lalu. Namun, jumlah BOR ini berkurang 3% dibandingkan pada 5 September lalu di mana BOR tempat tidur isolasi berada di angka 14% dengan kapasitas 7.372 bed, terpakai 1.030 bed. Pada pekan sebelumnya lagi, 29 Agustus, BOR tempat tidur isolasi berada di angka 17% atau terpakai 1.489 bed dari kapasitas 8.745 bed.

Angka BOR tempat tidur isolasi memang terus mengalami penurunan secara konsisten sejak puncaknya pada 21 Juni hingga 15 Juli 2021 lalu di mana BOR-nya berada di atas angka 90%. Puncak tertinggi terjadi pada 28 Juni lalu dengan angka BOR 94% di mana terpakai 9.787 tempat tidur isolasi dari kapasitas 10.448 bed.

Sementara itu, tempat tidur ICU, kata Riza, terpakai 265 dari dari kapasitas 1.092 tempat tidur ICU yang ada saat ini. Jumlah berkurang 1% dibandingkan pada 13 September lalu di mana saat itu BOR tempat tidur ICU berada di angka 23% atau terpakai 275 bed dari kapasitas 1.217 bed. Pada 5 September lalu, BOR tempat tidur ICU berada di angka 28% di mana kapasitasnya 1.280 bed dan terpakai oleh 359 pasien Covid-19. Sementara pada 29 Agustus lalu, BOR tempat tidur ICU berada di angka 30% di mana kapasitas tempat tidur ICUnya sebanyak 1.468 bed dan terpakai 440 bed.

BOR ICU ini juga terus menurun sejak masa puncaknya, 28 Juni hingga 21 Juli 2021 di mana pada masa itu BOR tempat tidur ICU berada di atas angka 90%. Puncak tertinggi BOR tempat tidur ICU terjadi pada 14 Juli di mana angka BORnya 95% di mana terpakai 1.446 bed dari kapasitas 1.523 bed.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bima Arya: Pemulihan Ekonomi Tertahan Vaksinasi Kabupaten Bogor di Bawah 50%

Wali Kota Bogor Bima Arya pemulihan ekonomi yang seharusnya sudah memulai pelonggaran PPKM level 2 tertahan lantaran vaksinasi di Kabupaten Bogor belum 50%.

MEGAPOLITAN | 19 Oktober 2021

Antisipasi Macet Libur, Ganjil Genap Puncak Berlaku Hari Ini dan Besok

Mengantisipasi kemacetan di jalur Puncak pada libur Maulid Nabi Muhammad SAW, Polres Bogor memberlakukan sistem ganjil genap Selasa dan Rabu.

MEGAPOLITAN | 19 Oktober 2021

Pemerintah Turunkan PPKM Jakarta Jadi Level 2

Pemerintah menurunkan PPKM di Jakarta dari level tiga menjadi level dua karena salah satunya didorong capaian vaksinasi dosis pertama di atas 50 persen.

MEGAPOLITAN | 19 Oktober 2021


Selasa, Sebagian Wilayah Jakarta Diguyur Hujan

BMKG memprediksi pada Selasa (19/10/2021) ini, sebagian wilayah DKI Jakarta diprakirakan bakal diguyur hujan ringan pada siang dan malam hari.

MEGAPOLITAN | 19 Oktober 2021

Persiapan Tersisa 8 Bulan, Wagub DKI Optimistis Formula E Berjalan Lancar

Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria optimistis Formula E di Jakarta pada 4 Juni 2022 akan berjalan lancar, meski persiapan tersisa 8 bulan saja.

MEGAPOLITAN | 18 Oktober 2021

244 SD Kota Bogor Belum PTM, Masih Verifikasi Faktual

Uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Bogor sudah mulai digelar.

MEGAPOLITAN | 18 Oktober 2021

Polisi Gerebek Kantor Pinjol di Kelapa Gading

Polisi kembali menggerebek kantor pinjol yang diduga ilegal, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, malam ini.

MEGAPOLITAN | 18 Oktober 2021

Antusias Siswa SD Saat Uji Coba PTM di Kota Bogor, Bima Arya Ingatkan Hal Ini

Sebanyak 36 Sekolah Dasar (SD) di Kota Bogor menggelar uji coba PTM) mulai Senin (18/10/2021).

MEGAPOLITAN | 18 Oktober 2021

Prasetio Edi Marsudi Tantang BK DPRD DKI Segera Panggil Dirinya Soal Interpelasi Formula E

Edi Prasetio Marsudi tantang dipanggil sebagai terlapor oleh Badan Kehormatan DPRD DKI terkait laporan fraksi penolak interpelasi Formula E.

MEGAPOLITAN | 18 Oktober 2021


TAG POPULER

# Jembatan Gantung


# Merah Putih


# Piala Thomas


# Luhut Pandjaitan


# Kasus Covid-19



TERKINI
Fokus Pasar: Komoditas Meningkat, Neraca Perdagangan Surplus

Fokus Pasar: Komoditas Meningkat, Neraca Perdagangan Surplus

EKONOMI | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings