Dibantu 3 Napi, Napoleon Bonaparte Aniaya Muhammad Kece, Berikut Kronologinya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dibantu 3 Napi, Napoleon Bonaparte Aniaya Muhammad Kece, Berikut Kronologinya

Selasa, 21 September 2021 | 11:48 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjat / LES

Jakarta, Beritasatu.com- Polri mengungkap kronologi kasus penganiayaan yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kece, di Rutan Bareskrim Polri. Pada saat kejadian Napoleon dibantu tiga tahanan lainnya.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi mengatakan, perkara penganiayaan ini bermula ketika Napoleon Bonaparte bersama tiga narapidana lainnya masuk ke dalam kamar M Kece, sekitar pukul 00.30 WIB, Rabu (25/8/2021) lalu.

"Secara umum diawali masuknya NB bersama tiga napi lainnya ke dalam kamar korban MK, pada sekitar pukul 00.30 WIB," ujar Andi Rian, Senin (20/9/2021).

Napoleon yang merupakan mantan Kadiv Hubinter Polri itu, bisa melenggang masuk ke dalam kamar M Kece, karena sebelumnya telah meminta petugas jaga rutan untuk mengganti gembok standar dengan milik ketua RT Rutan berinisial H alias C. Penjaga rutan berpangkat bintara, diduga tidak bisa menolak permintaan Napoleon yang merupakan pejabat tinggi dan masih berstatus anggota dengan pangkat inspektur jenderal itu.

"Gembok standar untuk kamar sel korban diganti dengan 'gembok milik ketua RT' atas permintaan NB, makanya mereka bisa mengakses," ungkapnya.

Napoleon yang merupakan terdakwa kasus suap penghapusan nama Djoko Tjandra dari daftar red notice Interpol, itu selanjutnya meminta salah satu tahanan untuk mengambilkan plastik berwarna putih yang berada di kamarnya. Ternyata plastik itu berisi tinja atau kotoran manusia yang telah disiapkan sebelumnya.

Sejurus kemudian, penganiayaan terhadap M Kece terjadi. Napoleon melumuri wajah dan badan Kece dengan kotoran manusia lebih dulu, selanjutnya dilakukan pemukulan hingga korban mengalami luka-luka.

Peristiwa itu, terjadi lebih kurang selama 1 jam. Berdasarkan rekaman kamera pengawas alias CCTV, Napoleon dan tiga tahanan lainnya baru keluar dari kamar Kece sekitar pulul 01.30 WIB.

"Dari bukti CCTV tercatat pukul 01.30 WIB, NB dan tiga napi lainnya meninggalkan kamar sel korban," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Bareskrim Polri telah menerima satu laporan polisi (LP) yaitu, LP nomor: 0510/XIII/2021/Bareskrim, tertanggal 26 Agustus 2021, atas nama pelapor Muhamad Kasman alias Muhammad Kece. Kasusnya, terkait dugaan penganiayaan dengan pelaku disebut sesama penghuni Rutan Bareskrim Polri.

Belakangan diketahui, pelaku penganiayaan ternyata Irjen Napoleon Bonaparte. Mantan Kadiv Hubinter Polri itu ditahan atas perkara suap penghapusan nama Djoko Tjandra dari daftar red notice Interpol.

Selain melakukan penganiayaan berupa pemukulan, Napoleon juga melumuri wajah dan tubuh Kece dengan kotoran manusia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Antisipasi Kerumunan di Masa PPKM Level 2, Begini Langkah Pemkot Bogor

Pemkot Bogor menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mencegah kerumunan di masa PPKM Level 2. Apa saja?

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

Kapolda Banten Segera Diperiksa Terkait Oknum Polisi Banting Mahasiswa

Divisi Propam Mabes Polri akan segera memeriksa Kapolda Banten. Pemeriksaan itu terkait insiden oknum polisi membanting mahasiswa.

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

Viani Limardi: PSI Terlalu Arogan dan Merasa Paling Kuat

Viani Limardi menilai PSI terlalu arogan dan merasa paling kuat. Arogansi itu membuat PSI bertindak seenaknya hingga memfitnah dirinya.

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

Anta Ginting Maju Menjadi Caketum Kadin Jakarta Timur

Anta Ginting mendaftarkan diri menjadi bakal calon ketua umum Kadin Jakarta Timur periode 2021-2026.

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

PPKM Level Dua, Bogor Uji Coba Pembukaan Taman dan Tempat Hburan Malam

ali Kota Bogor, Bima Arya menyebut bakal melakukan uji coba pembukaan sejumlah taman publik dan tempat hiburan malam (THM).

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

Bentrok Ormas dan Debt Collector, Polres Metro Tangerang Kota Amankan 13 Orang

Polres Metro Tangerang Kota mengamankan 13 orang terkait bentrokan antara kelompok ormas dengan debt collector di kawasan Karawaci, Selasa (19/10/2021) kemarin.

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

Dimutasi, Apida Ambarita: Saya Setia kepada Pimpinan Negara

Aipda Ambarita menegaskan tetap menjunjung nilai-nilai Bhayangkara, salah satunya Satya Haprabu atau setia kepada pimpinan negara.

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

Dianggap Melanggar SOP, Aipda Ambarita dan Aiptu Jakaria “Jacklyn Choppers” Dimutasi

Aipda Ambarita dan Aiptu Jakaria “Jacklyn Choppers” dimutasi, karena dianggap melanggar prosedur operasional tandar atau SOP.

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

Penuhi Target, Kabupaten Bogor Perpanjang Bulan Vaksinasi Covid-19

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, mencanangkan bulan vaksinasi untuk mengejar target vaksinasi Covid-19 usai dikeluarkan dari aglomerasi Jabodetabek.

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

Digugat Rp 1 Triliun, PSI: Viani Limardi Permalukan Dirinya Sendiri

PSI menilai Viani Limardi mempermalukan dirinya sendiri atas langkahnya menggugat partai tersebut senilai Rp 1 triliun.

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021


TAG POPULER

# Malala Yousafzai


# Tes PCR


# Pinjol Ilegal


# Molnupiravir


# Liga Champions



TERKINI
Ditahan KPK, Bupati Kuansing Irit Bicara

Ditahan KPK, Bupati Kuansing Irit Bicara

NASIONAL | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings