Pandemi Covid-19 Diduga Jadi Pemicu Meningkatnya Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pandemi Covid-19 Diduga Jadi Pemicu Meningkatnya Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Rabu, 22 September 2021 | 19:39 WIB
Oleh : Chairul Fikri / FFS

Tangerang, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 yang mempengaruhi sektor ekonomi diduga menjadi pemicu meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hal ini setidaknya tercermin dari data kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tangerang.

Dinas Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PT2TP2A) Kota Tangerang mengungkapkan pada periode Januari hingga September 2021 terdapat 90 kasus kekerasan perempuan dan anak dengan korban mencapai 100 orang baik perempuan dan anak. Angka tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun 2020 yang mencatat 88 kasus dengan 98 korban.

"Kalau dilihat dari kasusnya dalam periode yang sama yakni di bulan Januari hingga September 2021, ada kenaikan sedikit jumlah kasus dan korbannya dibanding tahun lalu. Tahun 2020, ada 88 kasus dengan 98 korban, sementara di periode yang sama tahun ini ada 90 kasus dengan 100 korban baik itu perempuan maupun anak," ungkap anggota Satgas PPT2TP2A Kota Tangerang, Tuti Subarti saat dihubungi media, Rabu (22/9/2021).

Tuti menduga pandemi Covid-19 yang mempengaruhi sektor ekonomi menjadi salah satu penyebab meningkatnya kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dugaan ini muncul lantaran kasus kekerasan terhadap anak sebagian besar dilakukan oleh suami atau orang tua.

"Kami menduga peningkatan jumlah korban dan juga kasus kekerasan disebabkan kondisi masyarakat yang lebih sering menghabiskan waktu di rumah selama pandemi Covid-19 sehingga perekonomiannya terganggu. Sehingga ketika ada gesekan kecil biasanya suami atau orang tua melakukan kekerasan," katanya.

Tuti mengungkapkan angka kekerasan pada perempuan dan anak jauh lebih tinggi dibanding yang dilaporkan pada Dinas PT2TP2A. Hal ini lantaran banyak perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan takut untuk melaporkan kasus kekerasan yang mereka alami.

Angka yang kita rilis ini sebenarnya masih jauh dari angka real-nya karena banyak perempuan atau anak yang masih takut melaporkan kasus kekerasan yang menimpanya," kata Tuti menambahkan.

Tuti menambahkan pihaknya terus menyosialisasikan agar para korban tak takut untuk melaporkan kekeraan yang mereka alami. Tak hanya kepada Dinas PT2TP2A, Tuti mengatakan, para korban juga diminta berani melapor kepada aparat kepolisian.

"Kita juga sejauh ini sudah membentuk satgas pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga tingkat Kecamatan dan itu yang nanti bisa digunakan masyarakat untuk melaporkan diri bila mendapatkan kekerasan. Masing-masing Kecamatan punya posko pelaporan," katanya.

Berikut adalah nomor posko pelaporan yang ada di 13 Kecamatan yang ada di Kota Tangerang yang siap menerima laporan dari Perempuan dan anak bila mengalami kekerasan :
1. Kecamatan Tangerang: 083874109730 (Eneng)
2. Kecamatan Cibodas: 085890077770 (Rita)
3. Kecamatan Karawaci: 082298954616 (Dainah)
4. Kecamatan Jatiuwung: 081285014219 (Hindasyah)
5. Kecamatan Periuk: 081398295543 (Sri Sulastri)
6. Kecamatan Neglasari: 087774399796 (Neni)
7. Kecamatan Benda: 082244831435 (Euis)
8. Kecamatan Batuceper: 081298290525 (Fitri)
9. Kecamatan Cipondoh: 085888574455 (Suriah Astuti)
10. Kecamatan Pinang: 08161934331 (Pratiwi)
11. Kecamatan Ciledug: 082111281836 (Nana)
12. Kecamatan Larangan: 087776380975 (Yuni)
13. Kecamatan Karang Tengah: 087880272000 (Lely)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Besok, DPRD DKI Panggil Dishub dan Transjakarta Terkait Tabrakan yang Tewaskan 2 Orang

DPRD DKI akan memanggil dan meminta klarifikasi Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dan Transjakarta atas tabrakan maut yang menewaskan dua orang, besok.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Pengamat Transportasi: KNKT Harus Selidiki Penyebab Tabrakan Bus Transjakarta

Analis kebijakan transportasi, Azas Tigor Nainggolan menyatakan KNKT harus turun tangan menyelidiki tabrakan bus Transjakarta yang menewaskan dua orang.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

PT Transjakarta dan Jasa Raharja Temui Keluarga Korban Tabrakan Bus

Pegawai Jasa Raharja dan PT Transjakarta mendatangi keluarga korban meninggal dalam kecelakaan bus Transjakarta di halte Cawang Ciliwung, Jakarta Timur, Senin.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Ini Alasan Rachel Vennya Mengubah Warna Mobil Tidak Sesuai STNK

Rachel Vennya mengakui mengubah warna kendaraan mobilnya sehingga berbeda dari yang tertera di STNK.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Rachel Vennya Diperiksa 2 Jam di Polda Gara-gara Pelat "RFS" Mobil Alphard

Rachel Vennya memenuhi panggilan Polda Metro Jaya dan menjalani pemeriksaan selama dua jam pada Selasa (26/10/2021).

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Viani Limardi Minta Kasus Keracunan Nasi Boks Berlogo PSI Diusut Tuntas

PSI juga tidak hanya sekali membagikan nasi kotak dan jumlah penerima sudah banyak.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Polisi: Sopir yang Meninggal dalam Tabrakan Transjakarta Tak Konsumsi Zat Adiktif

Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono mengatakan, hasil visum sopir Transjakarta yang meninggal dalam tabrakan di Cawang, tidak ditemukan zat adiktif.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Warga Kota Bogor Waspada, Tren Kasus Demam Berdarah Naik

Tren kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bogor naik. Dari 89 kasus di tahun lalu, hingga Oktober 2021 menjadi 188.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Oktober, 45 Kasus Demam Berdarah Terjadi di Kota Bogor

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor mencatat ada 45 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang ditangani pada bulan ini.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

PT Inka: Penyebab Tabrakan LRT Jabodebek karena Human Error

Investigasi komprehensif sedang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021


TAG POPULER

# Kapolres Nunukan


# Cristiano Ronaldo


# Sudi Silalahi


# Upah Minimum


# Valentino Rossi



TERKINI
KPK Ingatkan Azis Syamsuddin Soal Keterangan Palsu di Persidangan

KPK Ingatkan Azis Syamsuddin Soal Keterangan Palsu di Persidangan

NASIONAL | 40 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings