Ditutup Pemerintah, Pengelola TPS Liar Pasrah
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ditutup Pemerintah, Pengelola TPS Liar Pasrah

Jumat, 24 September 2021 | 20:14 WIB
Oleh : Chairul Fikri / FFS

Tangerang, Beritasatu.com - Pengelola tempat pembuangan sampah (TPS) liar di bantaran Kali Cisadane mengaku pasrah dengan langkah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menutup TPS yang mereka kelola. Diketahui KLHK menutup enam TPS liar di Kecamatan Neglasari lantaran mencemari Sungai Cisadane pada Kamis (23/9/2021) kemarin.

"Ya mau bagaimana lagi kalau memang pemerintah meminta kita tutup. Ya kita akan mengikuti aturan penutupan TPS dan ini yang akan kita diskusikan sama pengelola lainnya dan juga para pekerja yang ada disini," ungkap Subur salah seorang pengelola TPS liar Gang Menteng, Neglasari, Jumat (24/9/2021).

Subur mengatakan, TPS yang dikelolanya sudah ada sejak 2018 silam. Subur membantah TPS yang dikelolanya dianggap mencemari dan mengotori lingkungan khususnya aliran Sungai Cisadane.

"Kita tidak pernah membuang apapun ke sungai Cisadane. Bahkan kita di sini berupaya untuk merapikan bibir sungai Cisadane. Jadi kalau kita dituduh melakukan pencemaran kita menolak, karena kita juga punya program penghijauan di beberapa titik untuk menekan pencemaran lingkungan dan air sungai Cisadane," tegasnya.

Meski demikian, Subur mengakui tanah yang digunakan sebagai lokasi TPS merupakan tanah negara. Subur berkilah kondisi ekonomi akibat pandemi membuat dirinya dan sejumlah orang lainnya mencari nafkah di lahan tersebut.

"Ya, keadaan juga, perut. Ada tanah negara, ada orang dari TPS lain buang ke sini, ya saya ke sini juga. Sampah yang dibuang ke sini itu bukan hanya dari Kota Tangerang saja tapi juga ada yang dari DKI Jakarta," katanya.

Subur mengeklaim tidak pernah memungut biaya kepada pihak yang membuang sampah di TPS yang dikelolanya. Dikatakan, penghasilannya selama ini berasal dari sampah yang telah dipilah.

"Kita juga enggak pernah memungut biaya apapun kepada mereka (pembuang sampah), tapi kalau ada yang mau kasih ya kita terima. Karena dari hasil sampah yang kita pilah-pilah kita berupaya jual dan olah lagi limbahnya dengan harga yang berbeda. Penghasilan kita ya dari situ, sehingga kita bisa mengubah orang yang kerja disini yang kita hitung ada 40 orang-an lah," tegasnya.

Dengan penutupan dan penyegelan TPS Liar yang dilakukan KLHK bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang itu, Subur berharap para pekerja yang biasa mencari rejeki di lahan TPS Liar itu diberikan pembinaan UMKM. Setidaknya para pengelola TPS liar diberikan modal untuk menjalankan usaha untuk mengganti mata pencaharian mereka yang hilang.

"Kita berharapnya ada pembinaan dan pendampingan usaha dari Pemerintah Kota Tangerang atau KLHK. Biar bagaimanapun mereka yang kerja disini kan juga butuh makan dan membiayai keluarganya. Kalau ditutup begini tanpa solusi, nantinya mereka mau cari makan dimana lagi ? yang ada malah bikin TPS liar lagi ditempat lainnya," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PT Inka: Penyebab Tabrakan LRT Jabodebek karena Human Error

Investigasi komprehensif sedang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

SDN di Tangerang Disegel Pemilik Tanah, 1.000 Siswa Batal PTM

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kiara Payung, di Kampung Kayu Item, Desa Kiara Payung, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang disegel ahli waris pemilik tanah.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Detik-Detik Tabrakan Transjakarta Terekam dalam CCTV, Bus Belakang Tak Mengerem

Detik-detik tabrakan antarbus Transjakarta terekam jelas di closed circuit television (CCTV).

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021


Polisi Rekonstruksi Tabrakan Bus Transjakarta dengan Alat 3D

Ditlantas Polda Metro Jaya bersama tim Traffic Accident Analysis Korlantas Polri merekonstruksi tabrakan bus Transjakarta dengan alat tiga Dimensi (3D).

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Ditlantas Polda Metro Jaya Revisi Jumlah Korban Tabrakan Transjakarta

Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono merevisi jumlah korban akibat tabrakan Transjakarta.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Tabrakan Bus Transjakarta Terekam Jelas di CCTV

Dalam CCTV itu terlihat, Transjakarta yang berada di depan tengah berhenti dan beberapa penumpang tengah turun.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Tabrakan Maut, Anies Perintahkan Transjakarta Evaluasi Bianglala

Direktur Operasional PT Transjakarta Prasetia Budi menyampaikan, Gubernur Anies Baswedan memerintahkan agar PT Transjakarta mengevaluasi Bianglala Metropolitan.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

PPKM Level 2, Wagub Riza: DKI Jakarta Nihil RT Zona Merah dan Zona Orange

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan saat ini tidak ada lagi RT zona merah dan zona orange di Jakarta.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Belum Divaksin, 176 Guru di Kota Bogor Tidak Diperkenankan Mengajar PTM

Sebanyak 176 dari 3.435 guru di Kota Bogor tidak diperkenankan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) lantaran belum divaksin.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021


TAG POPULER

# Fahri Hamzah


# LRT Tabrakan


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Tes PCR


# Taliban



TERKINI
Mendagri Minta Plt Dirjen Bina Bangda Tuntaskan Penanganan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting

Mendagri Minta Plt Dirjen Bina Bangda Tuntaskan Penanganan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting

NASIONAL | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings