BPN Bogor Sebut Lahan yang Ditelantarkan 20 Tahun Bisa Dikuasai Orang Lain
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BPN Bogor Sebut Lahan yang Ditelantarkan 20 Tahun Bisa Dikuasai Orang Lain

Kamis, 14 Oktober 2021 | 21:07 WIB
Oleh : Vento Saudale / JEM

Bogor, Beritasatu.com - Kepala Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bogor Sepyo Achanto mengatakan, lahan yang tidak ditempati/tidak diolah oleh pemiliknya selama 20 tahun, maka lahan tersebut bisa berpindah ke penghuni baru yang menguasai secara fisik.

Sepyo Achanto menyebut setelah berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria dan Peraturan Pemerintah Nomor 10/1997 Tentang Pendaftaran Tanah sebagaimana diubah Peraturan Pemerintah (PP) No 24/1997, penguasaan fisik merupakan hal penting yang tercantum dalam Undang-Undang Agraria.

“Mengenai aturan lahan yang ditempati dalam jangka waktu puluhan tahun, seseorang yang menguasai fisik tanah selama kurun waktu 20 tahun secara terus-menerus maka berpotensi menjadi milik orang yang menguasai secara fisik,” paparnya kepada Beritasatu.com, Kamis (14/10/2021).

Penguasaan fisik, kata Sepyo, dalam arti memagari, kemudian juga membuat bangunan di atasnya, atau menanam berbagai pohon di atasnya, hal itu menunjukkan penguasaan secara fisik.

Meski demikian, lanjutnya, ketentuan itu seharusnya berlanjut ke sertifikat hak milik (SHM). Pasal 24 ayat (2) PP 24/1997 yang mengatur tentang pendaftaran tanah menegaskan seseorang yang menguasai fisik tanah selama kurun waktu 20 tahun secara terus-menerus dapat mendaftarkan diri sebagai pemegang hak atas tanah tersebut.

“Sehingga sah terdaftar di BPN, dan hal ini bisa menyiasati orang mengeklaim hak tanah kita,” paparnya.

Sementara, tanah nonsertifikat, menurut Sepyo, misalnya tanah girik atau tanah berdasarkan surat keterangan tanah (SKT) dari desa atau kecamatan, bukan merupakan bukti kepemilikan tanah.

“Perlu kami jelaskan bahwa girik merupakan surat keterangan objek atas tanah yang menunjukkan penguasaan lahan untuk keperluan perpajakan,” jelasnya.

Setelah berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria, girik tidak lagi diakui sebagai bukti hak atau kepemilikan atas tanah, sehingga ketika terjadi permasalahan antara sertifikat tanah dengan girik, maka yang lebih diakui hukum adalah sertifikat hak milik.

Namun demikian, ia mengakui bahwa banyak kasus di pengadilan, suatu sengketa hak atas tanah dimenangkan oleh pemegang girik.

“Hal tersebut antara lain karena pemegang girik dapat membuktikan kepemilikannya atas tanahnya antara lain dengan catatan historis dalam buku tanah dan atau warkah tanah, bukti penguasaan fisik tanah, serta dapat membuktikan penerbitan SHM terdapat cacat hukum yang menyebabkan penerbitan SHM batal demi hukum atau dapat dibatalkan,” tambah Sepyo.

Sementara itu, PT Sentul City Tbk membantah telah menelantarkan lahan yang saat ini menjadi sengketa dengan Rocky Gerung. Sertifikat Sentul City untuk lahan seluas 1.100 hektare di Bojong Koneng masih berlangsung hingga 2034.

"Kita menelantarkan lahan itu tidak benar, saat ini kita tengah melakukan pengembangan sesuai dengan master plan kita," papar Kepala Departemen Legal Sentul City, Faisal Farhat dalam keterangannya, Selasa (21/9/2021).

Kata dia, pihaknya sejak memperoleh Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) tahun 1994 dan berakhir pada 2034 seluas 1.100 hektare dan cara pembuktian kepemilikan dengan bekerjasama dengan masyarakat.

"Kerjasama pinjam pakai lahan. Warga tanam singkon, tanam sayuran, mereka lakukan itu. Nah artinya, kita juga menjaga aset dan memang ada yang sedikit warga mengklaim. Diklaim inilah, tugas saya untuk melakukan penataan, penguasaan kembali terhadap aset-aset perusahaan," papar Faisal.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Sebelum Pinjam Uang, Cek Dahulu Daftar Pinjol Resmi di OJK

Aspek legal dan logis itu harus menjadi perhatian masyarakat sebelum bertransaksi dengan pinjaman online.

MEGAPOLITAN | 15 Oktober 2021

Transjakarta Siapkan Transportasi untuk Kontingen DKI Usai Berlaga di PON Papua

Transjakarta menyiapkan fasilitas transportasi untuk menyambut kepulangan kontingen DKI Jakarta yang berlaga di PON XX Papua 2021.

MEGAPOLITAN | 15 Oktober 2021

Waspada, Kasus Covid-19 di Jakarta 3 Hari Berturut-turut Naik

Jumlah ini mengalami kenaikan 16 kasus dibandingkan kasus aktif pada 13 Oktober sebanyak 1.331 kasus yang terdiri dari 359 dirawat dan 972 isolasi.

MEGAPOLITAN | 15 Oktober 2021

Didemo terkait Polisi Banting Mahasiswa, Kapolresta Tangerang: Saya Siap Mundur

Mahasiswa menggelar demo di depan Mapolresta Tangerang di kawasan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Jumat (15/10/2021).

MEGAPOLITAN | 15 Oktober 2021


Gerakan Nasi Bungkus Jadi Cara Razka Bantu Sesama Selama Pandemi

Gerakan berbagi Razka Nabillian Donald berawal dari kepeduliannya terhadap masyarakat menengah ke bawah yang terdampak ekonominya akibat pandemi.

MEGAPOLITAN | 15 Oktober 2021

Sebar Konten Provokatif dan Hoax, Youtube Aktual TV Raup Rp 2 Miliar

Akun Youtube Aktual TV yang digunakan AZ meraup Rp 2 miliar dari berita bohong dan konten provokatif yang disebarkan.

MEGAPOLITAN | 15 Oktober 2021

Pengungkapan Jaringan Pinjol Ilegal terkait Kasus Wanita Gantung Diri di Wonogiri

Pengungkapan ini ternyata berkaitan juga dengan kasus meninggalnya seorang ibu dengan cara gantung diri akibat diduga terlilit utang pinjol, di Wonogiri.

MEGAPOLITAN | 15 Oktober 2021

Daya Beli Masyarakat Menurun, ACT Kembali Gelar Operasi Pangan

ACT menggelar soft launching operasi pangan murah dan distribusi operasi pangan murah di Jakarta Utara, Jumat (15/10/2021).

MEGAPOLITAN | 15 Oktober 2021

Korupsi Dana BOS di SMKN 53, Kejari: Kemungkinan Ada Tersangka Baru

Kejari Jakarta Barat menyebut tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMKN 53

MEGAPOLITAN | 15 Oktober 2021


TAG POPULER

# Hoegeng Iman Santoso


# Dodi Reza Alex Noerdin


# Direktur TV Penyebar Hoax


# Pinjol Ilegal


# Anthony Ginting



TERKINI
KPK Periksa Para Pihak yang Ditangkap dalam OTT di Musi Banyuasin

KPK Periksa Para Pihak yang Ditangkap dalam OTT di Musi Banyuasin

NASIONAL | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings