Fakta Baru tentang Terowongan Belanda, Tersambung dari Stasiun hingga Istana Bogor
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Fakta Baru tentang Terowongan Belanda, Tersambung dari Stasiun hingga Istana Bogor

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:29 WIB
Oleh : Vento Saudale / JEM

Bogor, Beritasatu.com - Penelitian dan kajian terkait terowongan kuno peninggalan zaman Belanda yang ditemukan di area Stasiun Bogor masih terus dilakukan. Diketahui terowongan kuno yang diperkirakan dibangun sejak tahun 1880-an itu berfungsi sebagai drainase untuk area Taman Wilhelmina hingga Istana Bogor.

Tim kajian terongan yang terdiri dari peneliti Universitas Pakuan, Balai Arkeologi Bandung, Bogor Historia, dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, kembali melakukan survei ke lokasi penemuan terowongan kuno tersebut.

Kepala Balai Arkeologi Provinsi Jawa Barat, Deni Sutrisna mengatakan, saluran air yang membentuk setengah lingkaran dari susunan batu bata merah tersebut diperkirakan dibangun sebelum ada Stasiun Bogor.

Hal tersebut terindikasi dari kontruksi dan bahan bangunan yang digunakan memiliki umur yang lebih tua jika dibanding dengan Stasiun Bogor yang dibuat di tahun 1881.

Menurutnya, terowongan kuno era Belanda yang berfungsi sebagai saluran air itu terbentang di bawah area Stasiun Bogor di Jalan Nyi Raja Permas hingga MA Salmun, area Taman Wilhelmina (Taman Topi) Jalan Dewi Sartika hingga Jalan Kapten Muslihat, hingga Istana Bogor di Jalan Ir H Djuanda.

Diduga saluran air tersebut dahulu berfungsi sebagai pembuangan air di seputar kawasan Stasiun Bogor atau Taman Topi hingga Istana Bogor.

"Terowongan kuno era Belanda ini berfungsi sebagai saluran air. Selain itu, saluran air ini berfungsi sebagai filter air, agar air yang mengalir ke sungai sudah bersih dan tidak kotor. Karena kami menemukan seperti kolam retensi untuk menyaring dan membersihkan air," katanya, Kamis (14/10/2021).

Dari hasil pengamatan di lapangan, saluran air setinggi 2,8 meter itu membentang dari arah Timur, Barat dan Selatan, kemudian menyatu di satu titik.

Selanjutnya, saluran air itu mengarah ke sebuah bangunan berbentuk kotak dengan kedalaman diperkirakan mencapai 2,5 meter dan lebar 6 meter. Bangunan itu disinyalir adalah kolam retensi.

"Informasi dari petugas, ada titik temu dari saluran-saluran air. Saluran-saluran ini bertemu di satu titik dan mengarah ke kolam retensi," paparnya.

Menurutnya, kolam retensi kala itu diduga berfungsi untuk memfilter air limbah rumah tangga dan aktivitas lainnya sebelum dibuang ke Sungai Cipakancilan.

"Betapa hebatnya dulu orang Belanda, mereka sudah berpikir bahwa kotoran limbah itu sebelum masuk ke sungai harus dalam keadaan bersih airnya agar tidak mencemari sungai," pujinya.

Deni menjelaskan, di era kolonial sebelum mendirikan fasilitas publik seperti stasiun maupun taman, orang Belanda selalu memerhatikan dampak lingkungan di masa mendatang. Karena itu, mereka lebih dulu membangun saluran air dan kolam filter yang berfungsi untuk mencegah banjir juga terjadinya pencemaran air.

"Orang belanda sudah memikirkan ke depan. Ini terbukti di beberapa stasiun kereta api yang kami temukan seperti di Sumatera juga demikian, oleh Belanda dibangun saluran air mumpuni untuk mencegah banjir dan lainnya," kata dia.

Namun sayangnya, di dalam saluran air ini sebagian besar sudah tertutup sedimentasi. Begitu pula kolam retensi yang berada dekat dengan depo Stasiun Bogor sudah tertutup pondasi bangunan ruko.

Dirinya berharap kepada jajaran pemerintah, saat melakukan pembangunan dan pengembangan wilayah agar lebih dahulu melakukan kajian secara matang. Agar peninggalan-peninggalan bersejarah tidak hilang akibat pembangunan dan pengembangan wilayah.

"Saya harap ke depan pemerintah lebih memperhatikan betul sejarah yang ada di suatu wilayah. Jangan sampai mengorbankan sejarah dalam pengembangannya wilayah," tutupnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Mulai Tahun Depan, Pemakaian Air Tanah di Jakarta Dilarang

Mulai 2023, sebagian pemilik pemilik bangunan di ibu kota dilarang menggunakan air tanah.

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

Dua Orang Pemuda Tabrak Tim Patroli Polda Metro di Jakarta Utara

Tim Patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya ditabrak oleh dua orang pemuda yang menggunakan sepeda motor pada Jumat (21/1/2022) dini hari.

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

Kecelakaan Beruntun Jaksel, 5 Mobil Rusak dan 2 Orang Luka-luka

Kecelakaan beruntun terjadi di Bundaran Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (22/1/2022) dini hari.

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

Kasus Covid-19 Naik, Kota Bogor Terapkan Ganjil Genap dan Penyekatan

Kota Bogor melakukan pembatasan ketat mobilitas warga dengan memberlakukan ganjil genap dan penyekatan dan penutupan jalan.

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

Berkurang 1,37%, Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Hari Ini 2.650 Orang

Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran yang mengalami pengurangan 1,37% menjadi 2.650.

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

Ganjil Genap di 13 Kawasan Jakarta Tetap Berlaku

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memastikan kebijakan ganjil genap di 13 kawasan Jakarta tetap berlaku.

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

Jaksel dan Jaktim Berpotensi Hujan Disertai Kilat dan Angin Kencang

Menurut BMKG, potensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang di wilayah Jaksel dan Jaktim pada siang hingga sore hari

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

Disdik Kota Bekasi Mulai Terapkan PTM 100% Secara Bertahap

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi mulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100% secara bertahap.

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

992 Toko Modern Jual Minyak Goreng Satu Harga di Bekasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mendata, 992 toko ritel menjual minyak goreng satu harga, yakni Rp 14.000 per liter.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2022

Polda Metro Jaya Belum Wacanakan Peniadaan Ganjil Genap

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya hingga saat ini belum ada komunikasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait wacana peniadaan kebijakan ganjil genap.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2022


TAG POPULER

# Tabrakan Beruntun Balikpapan


# Update Covid-19


# Omicron


# Rahmat Effendi


# Vaksinasi Covid-19



TERKINI
Astronacci Ajak Traders Gapai Kebebasan Finansial

Astronacci Ajak Traders Gapai Kebebasan Finansial

EKONOMI | 16 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings