Logo BeritaSatu

Fakta Baru tentang Terowongan Belanda, Tersambung dari Stasiun hingga Istana Bogor

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:29 WIB
Oleh : Vento Saudale / JEM

Bogor, Beritasatu.com - Penelitian dan kajian terkait terowongan kuno peninggalan zaman Belanda yang ditemukan di area Stasiun Bogor masih terus dilakukan. Diketahui terowongan kuno yang diperkirakan dibangun sejak tahun 1880-an itu berfungsi sebagai drainase untuk area Taman Wilhelmina hingga Istana Bogor.

Tim kajian terongan yang terdiri dari peneliti Universitas Pakuan, Balai Arkeologi Bandung, Bogor Historia, dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, kembali melakukan survei ke lokasi penemuan terowongan kuno tersebut.

Kepala Balai Arkeologi Provinsi Jawa Barat, Deni Sutrisna mengatakan, saluran air yang membentuk setengah lingkaran dari susunan batu bata merah tersebut diperkirakan dibangun sebelum ada Stasiun Bogor.

Hal tersebut terindikasi dari kontruksi dan bahan bangunan yang digunakan memiliki umur yang lebih tua jika dibanding dengan Stasiun Bogor yang dibuat di tahun 1881.

Menurutnya, terowongan kuno era Belanda yang berfungsi sebagai saluran air itu terbentang di bawah area Stasiun Bogor di Jalan Nyi Raja Permas hingga MA Salmun, area Taman Wilhelmina (Taman Topi) Jalan Dewi Sartika hingga Jalan Kapten Muslihat, hingga Istana Bogor di Jalan Ir H Djuanda.

Diduga saluran air tersebut dahulu berfungsi sebagai pembuangan air di seputar kawasan Stasiun Bogor atau Taman Topi hingga Istana Bogor.

"Terowongan kuno era Belanda ini berfungsi sebagai saluran air. Selain itu, saluran air ini berfungsi sebagai filter air, agar air yang mengalir ke sungai sudah bersih dan tidak kotor. Karena kami menemukan seperti kolam retensi untuk menyaring dan membersihkan air," katanya, Kamis (14/10/2021).

Dari hasil pengamatan di lapangan, saluran air setinggi 2,8 meter itu membentang dari arah Timur, Barat dan Selatan, kemudian menyatu di satu titik.

Selanjutnya, saluran air itu mengarah ke sebuah bangunan berbentuk kotak dengan kedalaman diperkirakan mencapai 2,5 meter dan lebar 6 meter. Bangunan itu disinyalir adalah kolam retensi.

"Informasi dari petugas, ada titik temu dari saluran-saluran air. Saluran-saluran ini bertemu di satu titik dan mengarah ke kolam retensi," paparnya.

Menurutnya, kolam retensi kala itu diduga berfungsi untuk memfilter air limbah rumah tangga dan aktivitas lainnya sebelum dibuang ke Sungai Cipakancilan.

"Betapa hebatnya dulu orang Belanda, mereka sudah berpikir bahwa kotoran limbah itu sebelum masuk ke sungai harus dalam keadaan bersih airnya agar tidak mencemari sungai," pujinya.

Deni menjelaskan, di era kolonial sebelum mendirikan fasilitas publik seperti stasiun maupun taman, orang Belanda selalu memerhatikan dampak lingkungan di masa mendatang. Karena itu, mereka lebih dulu membangun saluran air dan kolam filter yang berfungsi untuk mencegah banjir juga terjadinya pencemaran air.

"Orang belanda sudah memikirkan ke depan. Ini terbukti di beberapa stasiun kereta api yang kami temukan seperti di Sumatera juga demikian, oleh Belanda dibangun saluran air mumpuni untuk mencegah banjir dan lainnya," kata dia.

Namun sayangnya, di dalam saluran air ini sebagian besar sudah tertutup sedimentasi. Begitu pula kolam retensi yang berada dekat dengan depo Stasiun Bogor sudah tertutup pondasi bangunan ruko.

Dirinya berharap kepada jajaran pemerintah, saat melakukan pembangunan dan pengembangan wilayah agar lebih dahulu melakukan kajian secara matang. Agar peninggalan-peninggalan bersejarah tidak hilang akibat pembangunan dan pengembangan wilayah.

"Saya harap ke depan pemerintah lebih memperhatikan betul sejarah yang ada di suatu wilayah. Jangan sampai mengorbankan sejarah dalam pengembangannya wilayah," tutupnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Rasa Syukur Disabilitas Terima SK Non-ASN dari Gubernur Sulsel

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan surat keputusan non-ASN Pemprov Sulsel kepada 12 orang penyandang disabilitas.

NEWS | 3 Oktober 2022

Rawat Korban Tragedi Kanjuruhan, Menkes Diminta Tak Persoalkan Biaya

Menkes Budi Gunadi Sadikin diminta tidak mempersoalkan biaya dalam merawat korban tragedi Kanjuruhan

NEWS | 3 Oktober 2022

Surya Paloh Jelaskan Alasan Nasdem Usung Anies Baswedan

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh menjelaskan alasan pihaknya memilih mengusung Anies Baswedan sebagai capres di Pilpres 2024. 

NEWS | 3 Oktober 2022

Jenderal Andika Diminta Cek Video Tindakan Berlebih TNI di Tragedi Kanjuruhan

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa diminta  melakukan tindakan cepat sesuai aturan terkait tragedi Kanjuruhan

NEWS | 3 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Mahfud Minta Polri Segera Ungkap Pelaku

Mahfud MD meminta Polri agar segera mengungkap pelaku yang harus bertanggung jawab dalam tragedi Kanjuruhan

NEWS | 3 Oktober 2022

Divisi Propam Akan Dirombak, Polri: Perlu Proses dan Kajian

Perombakan struktural secara terbatas terhadap Divisi Propam Polri membutuhkan proses, analisis, serta pengkajian terlebih dahulu.

NEWS | 3 Oktober 2022

Usut Tragedi Kanjuruhan, Tim Pencari Fakta Targetkan Rampung dalam 3 Pekan

Mahfud MD menyampaikan, tim pencari fakta menargetkan pengusutan tragedi Kanjuruhan rampung dalam tiga pekan ke depan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Terima Amanah Nasdem, Anies Baswedan: Saya Siap Capres

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, dirinya menerima amanah dari Partai Nasdem untuk dicalonkan sebagai capres di Pilpres 2024.

NEWS | 3 Oktober 2022

Deklarasi Anies Baswedan Capres, Paloh Pimpin Hening Cipta Tragedi Kanjuruhan

Deklarasi Anies Baswedan capres dari Partai Nasdem, diawali dengan hening cipta atas tragedi Kanjuruhan yang dipimpin Ketua Umum Nasdem Surya Paloh.

NEWS | 3 Oktober 2022

Mahfud MD Pimpin Tim Pencari Fakta Usut Tragedi Kanjuruhan

Pemerintah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) yang dipimpin Mahfud MD untuk mengusut tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 3 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Rasa Syukur Disabilitas Terima SK Non-ASN dari Gubernur Sulsel

Rasa Syukur Disabilitas Terima SK Non-ASN dari Gubernur Sulsel

NEWS | 12 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings