Realisasi Peltas Lamban, Lahan Revitalisasi TPA Rawa Kucing Terancam Kolaps
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Realisasi Peltas Lamban, Lahan Revitalisasi TPA Rawa Kucing Terancam Kolaps

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:19 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Masyarakat Kota Tangerang terus menyuarakan masalah sampah yang tidak kunjung selesai, apalagi warga yang terdampak langsung di wilayah sekitar TPA Rawa Kucing di Tangerang. Fakta bahwa TPA Rawa Kucing sudah melebihi kapasitas bukan rumor.

Bahkan air lindi (limbah) sudah mengalir rumah warga dan area pertanian dimana warga mencari nafkah. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Eny Nuraeni mengakui bahwa dalam kurun waktu 6 bulan, TPA Rawa Kucing di Neglasari diperkirakan tidak mampu lagi menampung sampah yang dihasilkan warga Kota Tangerang, dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (Peltas) dipandang sebagai solusi jangka panjang mengatasi permasalahan ini.

Sejalan dengan suara publik, DPRD Kota Tangerang sudah menyerukan bahwa lahan di seputar TPA tidak layak dan memerintahkan Pemkot untuk menganggarkan untuk relokasi warga.

Menurut informasi Pemkot melakukan penahapan pembebasan lahan mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki. Disayangkan, akibat keterbatasan lahan masyarakat malah membuang sampah di trotoar jalan utama, dan menimbun di TPA liar di beberapa wilayah Kota Tangerang.

Patut diingat bahwa Undang Undang No. 23 Tahun 2014 menggariskan bahwa pengelolaan sampah merupakan layanan dasar dan wajib dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Belum lama ini, kebakaran di TPA Benowo, Jawa Timur, dan penegakkan hukum atas sampah-sampah di luar TPA Rawa Kucing di Kota Tangerang, mengingatkan akan buruknya pengelolaan TPA di Indonesia. Pemerintah daerah tidak serius dalam menyelesaikan masalah sampahnya.

Inspektur IV Kementerian Dalam Negeri, Arsan Latief menjelaskan bahwa peta jalan penanggulangan sampah berbasis teknologi yang menghasilkan energi listrik (Peltas) sebagai hasil turunannya sudah ditetapkan secara komprehensif dan terstruktur dan dituangkan Peraturan Presiden No 35 Tahun 2018 yang digadang menjadi solusi berkelanjutan. Bahkan APBN dialokasikan untuk mendukung keuangan daerah, untuk bisa mewujudkan strategi nasional ini sekaligus membuka peluang investasi lewat kemitraan, khususnya kepada 12 daerah prioritas termasuk Kota Tangerang.

“Ini adalah perintah undang-undang, bahkan Presiden sendiri sudah menetapkan payung hukum melalui Perpres, sehingga ada dukungan APBN serta skema kemitraan yang telah diatur. Sayang sekali, bahwa hingga 2018 baru satu Peltas yang bisa di realisasikan,” jelas Arsan.

Kemendagri dalam tugas pengawasannya terus mendorong para kepala daerah yang tercantum dalam Perpres tersebut untuk segera merealisasikan pembangunan fasilitas pengelolaan sampah yang mampu menjawab permasalahan sampah yang dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat.

“Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2018 juga secara eksplisit menjelaskan tentang kemitraan, dan pola kerjasama dengan pihak ketiga agar proses pembangunan fasilitas Peltas bisa lebih cepat, dan sisanya Perpres juga mengatur pembelian hasil energi listrik oleh PLN sebagai salah satu instrumen pengembalian investasi,” tambahnya.

Lewat paket regulasi dan dukungan keuangan yang tersedia, seharusnya sudah tidak ada alasan lagi bagi Pemda untuk tidak merealisasikan Peltas di wilayah masing-masing, karena solusi jangka pendek hanya menunda nunda dampak sistemik jangka panjang yang sangat merugikan, dan akhirnya tidak sedikit anggaran yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki lingkungan.

Bahkan penundaan pembangunan fasilitas dasar publik ini juga turut meningkatkan resiko lainnya seperti perubahan iklim, kerusakan air tanah akibat limbah cair, dan kebakaran lahan yang secara langsung berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Modus Guru Ngaji Imingi Rp 3.000 Cabuli Anak Didiknya

ES, Oknum guru ngaji tersangka pencabulan mengimingi anak didiknya dengan uang Rp 3.000.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2022

Selasa,Sebagian Besar Wilayah Jakarta Cerah Berawan

Menurut BMKG wilayah DKI Jakarta secara umum cerah berawan, meski ada wilayah yang diguyur hujan ringan hingga sedang, Selasa (25/1/2025).

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2022

Kakek 89 Tahun Tewas Dihakimi Massa, Keluarga Duga Pengeroyokan Tidak Spontan

Keluarga Wiyanto Halim (89) menduga pengeroyokan yang membuat kakek tersebut tewas karena dituduh sebagai maling mobil tidak terjadi secara spontan.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2022


Akbar Rais Bantah Konvoi Mobil Mewah Berhenti di Tol Andara untuk Berfoto

Drifter nasional Akbar Rais Chandra membantah konvoi mobil mewah berhenti di Tol Andara untuk berfoto.

MEGAPOLITAN | 24 Januari 2022

Pemerintah Kota Tangerang Siap apabila PPKM Dinaikkan ke Level 3

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menegaskan pihaknya siap apabila PPKM dinaikkan ke level 3.

MEGAPOLITAN | 24 Januari 2022

Kasus Covid-19, 2 SMA dan 1 SMP di Kota Tangerang Ditutup Sementara

Dua SMA dan satu SMP di Kota Tangerang ditutup sementara oleh Dinas Pendidikan Banten dan Dindik Kota Tangerang.

MEGAPOLITAN | 24 Januari 2022

Sedang Makan, Pemuda di Bogor Dibacok hingga Tewas

Seorang pemuda yang sedang makan dibacok hingga tewas oleh sekelompok orang tidak dikenal yang diduga gangster di Cibinong, Kabupaten Bogor. 

MEGAPOLITAN | 24 Januari 2022

Pemkot Bekasi dan BPKP Jabar Tandatangani Komitmen Antikorupsi

Tak ingin OTT KPK yang dialami Rahmat Effendi terulang kembali, Pemkot Bekasi dan Perwakilan BPKP Jawa Barat menandatangani komitmen bersama antikorupsi.

MEGAPOLITAN | 24 Januari 2022

Pemkot Bekasi Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19

Pemkot Bekasi mewaspadai peningkatan keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di wilayah tersebut.

MEGAPOLITAN | 24 Januari 2022


TAG POPULER

# Kakek Dihakimi Massa


# Alinea


# Omicron


# Covid-19


# Arsenal



TERKINI
Bikin Koruptor Gentar, Indonesia-Singapura Siap Teken Perjanjian Ekstradisi

Bikin Koruptor Gentar, Indonesia-Singapura Siap Teken Perjanjian Ekstradisi

NASIONAL | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings