TGUPP Beri Nilai 4 untuk LBH Jakarta Soal Rapor Merah Anies
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

TGUPP Beri Nilai 4 untuk LBH Jakarta Soal Rapor Merah Anies

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 17:48 WIB
Oleh : Yustinus Paat / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta Tatak Ujiyati memberikan nilai 4 kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta soal rapor merah selama 4 tahun masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan di Jakarta.

Tatak menilai rapor merah yang disampaikan LBH Jakarta memuat banyak fakta yang keliru dan memiliki kelemahan fatal secara metodologi.

“Maaf, saya kasih nilai 4 untuk rapor merah LBH Jakarta (LBHJ). Saya telah membaca rapor merah LBHJ tentang 4 tahun kepemimpinan Anies Baswedan di Jakarta. Kesimpulan saya, rapor merah LBHJ itu memaparkan banyak fakta keliru. Lebih parah lagi rapor itu punya kelemahan fatal secara metodologi,” ujar Tatak dalam akun facebooknya sebagaimana dikutip Beritasatu.com, Sabtu (23/10/2021).

Tatak pun membeberkan fakta-fakta keliru dari 10 rapot merah LBHJ untuk Anies.

Pertama, soal kualitas udara Jakarta, katanya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta abai melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan. Faktanya, Pemprov DKI tidak banding dan melawan putusan pengadilan seperti pemerintah pusat, namun pilih menerima putusan pengadilan dan melakukan upaya pengendalian pencemaran udara sesuai amar putusan hakim.

Pemprov DKI Jakarta juga telah menerbitkan Ingub 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara dengan 7 rencana aksi bahkan sebelum keluarnya putusan pengadilan.

Kedua, soal air bersih, katanya Anies tidak punya upaya menghentikan swastanisasi air di DKI Jakarta. Faktanya, Anies telah berusaha menghentikan swastanisasi air.

Anies tidak melakukan banding atas putusan pengadilan yang memenangkan warga agar pengelolaan air dikembalikan kepada negara.

Bahkan Anies membentuk Tim Tata Kelola Air Minum yang bertujuan membuat kajian sebagai dasar kebijakan untuk melakukan pengambilalihan pengelolaan dari swasta. PAM Jaya juga telah melakukan serangkaian langkah teknis pengembalian konsesi pengelolaan air kepada Pemprov DKI Jakarta.

Namun pada akhirnya proses ini terbentur pada putusan pengadilan yang memenangkan PK Kementerian Keuangan. Faktanya, Anies telah menggunakan kebijakan untuk memberi akses air dengan harga yang sama untuk warga Kepulauan Seribu.

Faktanya, Anies telah menerbitkan aturan hukum yang membolehkan warga di kampung kumuh mendapatkan akses air bersih walau tidak tinggal di atas tanah milik sendiri.

Ketiga, soal pengendalian banjir, katanya Pemprov DKI masih menyikapi banjir karena luapan sungai, sehingga fokus penanganannya dengan menghilangkan hambatan pada aliran sungai dan cenderung pada pengerasan (betonisasi).

Faktanya, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai program antisipasi banjir yang tidak berorientasi pada betonisasi seperti program gerebek lumpur, perbaikan saluran air, penyediaan alat pengukur curah hujan, dan perbaikan pompa.

Faktanya, dampak banjir di Jakarta berkurang pada 4 tahun pemerintahan Anies Baswedan walaupun curah hujan jauh lebih lebat.

Keempat, soal penataan kampung kota. Katanya Pemprov menggunakan kekuatan pihak ketiga (ormas) untuk melakukan intimidasi dan kekerasan, seperti yang terjadi kepada warga Pancoran Buntu II.

Faktanya, Pemprov DKI tidak melakukannya. Penggusuran dilakukan oleh pemilik tanah sendiri yaitu PT Pertamina. Pemprov DKI malah berupaya melakukan mediasi agar tidak terjadi aksi kekerasan.

Kelima, soal bantuan hukum, katanya niat Pemprov DKI tumpul untuk mendorong bantuan hukum. Faktanya, akar persoalan bantuan hukum bukan pada Pemprov DKI tetapi pada UU Bantuan Hukum yang membatasi akses bantuan hukum hanya kepada warga miskin dan dengan jumlah biaya yang teramat minim.

Faktanya, walau belum ada Perda/Perkada tentang bantuan hukum Pemprov DKI sendiri telah membuka diri membantu akses bantuan hukum melalui prosedur hibah. Bahkan LBHJ sendiri telah mendapatkan hibah bantuan hukum ini pada tahun 2019.

Keenam, soal hunian rumah DP Rp Nol, katanya, rumah DP Rp Nol hanya diperuntukkan utk orang berpendapatan Rp 14 juta. Faktanya, orang berpendapatan sampai Rp 14 juta boleh daftar. Perubahan kebijakan justru untuk mengakomodasi semakin banyak orang mendapat akses pada program.

Ketujuh, soal warga pesisir, katanya RZWP3K disusun tanpa adanya Rencana Strategis Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil (RSWP3K) dan tidak melibatkan pastipasi masyarakat.

Faktanya, RSWP3K telah ditetapkan melalui Peraturan Gubernur Nomor 15 Tahun 2014. Faktanya, dalam proses penyusunan RZWP3K telah dilakukan rangkaian FGD serta konsultasi publik untuk menjaring masukan masyarakat dan stakeholder setidaknya 9 kali.

Kedelapan, soal penanganan pandemi, katanya jumlah tes Jakarta jauh dari standard. Faktanya, jumlah tes Jakarta jauh melebihi standar tes WHO. Standar WHO adalah 1 orang dites PCR per 1.000 penduduk per minggu.

Maka, Jakarta harus melakukan tes PCR terhadap 10.655 orang per minggu atau 1.521 orang per hari. LBHJ sendiri sudah menulis bahwa jumlah tes di Jakarta adalah 25-35 ribu per hari. Artinya, jumlah tes di Jakarta jauh di atas standard WHO. Bahkan bila LBH salah mengartikan standard WHO sebagai 1 per 1.000 penduduk per hari pun jumlah tes Jakarta masih tetap berlipat di atasnya.

Kesembilan, soal penggusuran, katanya penggusuran paksa masih marak. Faktanya Anies tak pernah diputus bersalah oleh pengadilan melakukan penggusuran paksa yang melanggar HAM. Sementara Pemprov DKI di bawah Ahok diputus bersalah karena menggusur Kampung Kunir.

Faktanya, data LBHJ lemah karena memakai data tahun 2018 di mana data kasusnya kebanyakan didapat dari berita media, tanpa dilakukan pengecekan lapangan, tanpa konfirmasi kepada Pemprov DKI sebagai yang terlibat. Tanpa triangulasi, validitas data lemah.

Faktanya, LBHJ tak bisa membedakan mana kategori penggusuran versus penertiban, penggusuran versus relokasi, penggusuran oleh pemprov DKI Vs oleh swasta. Faktanya, Anies justru membangun kampung-kampung yang sebelumnya telah digusur oleh Ahok.

Kesepuluh, soal reklamasi, katanya janji hentikan reklamasi hanya pepesan kosong. Faktanya, Anies telah mencabut 13 izin reklamasi untuk pulau-pulau yang belum terbangun.

Faktanya, kalau dulu Ahok digugat oleh nelayan dan LBHJ sendiri untuk membatalkan izin reklamasi, Anies justru digugat oleh pengembang agar membatalkan pencabutan.

Faktanya, jajaran Pemprov DKI telah berjibaku di pengadilan mempertahankan pencabutan izin yang digugat oleh pengembang dan memenangkan 3 dari 5 gugatan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pengemudi Mercy Lawan Arah Resmi Jadi Tersangka

Pengemudi Mercy yang melawan arah di tol Lingkar Luar Jakarta resmi menjadi tersangka.

MEGAPOLITAN | 30 November 2021

Kondisi Membaik, Polisi Korban Pengeroyokan Kembali ke Rumah

Kondisi Kepala Bagian Operasional Direktorat Lalu Lintas (Kabag Ops Ditlantas) Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali sudah membaik.

MEGAPOLITAN | 30 November 2021

Respons Wagub DKI Reuni 212 Batal Digelar di Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyampaikan apresiasi kepada PA 212 yang batal menggelar reuni pada 2 Desember di Patung Kuda.

MEGAPOLITAN | 30 November 2021

HUT Korpri, Pemkab Bogor Fokus Percepatan Vaksinasi

Vaksinasi massal dengan target 100.000 tercapai kurang lebih 60.765 selama November.

MEGAPOLITAN | 30 November 2021

Pemerintah Naikkan Status PPKM di Jakarta Jadi Level 2

Pemerintah kembali menaikkan status PPKM di DKI Jakarta dari level satu menjadi level dua yang berlaku mulai 30 November hingga 13 Desember 2021.

MEGAPOLITAN | 30 November 2021

Berkurang, Pasien di Wisma Atlet Kemayoran Jadi 173

Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat mengalami penurunan menjadi 173 orang.

MEGAPOLITAN | 30 November 2021

Bupati Bogor: Ada Sanksi bagi ASN Cuti Natal dan Tahun Baru

Bupati Bogor Ade Yasin mengingatkan ada sanksi berat apabila aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bogor nekat mengambil cuti libur Nataru.

MEGAPOLITAN | 30 November 2021

Polisi Tangkap Buronan Kasus Mutilasi di Bekasi

Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi meringkus buronan kasus pembunuhan berencana disertai mutilasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

MEGAPOLITAN | 30 November 2021

Hari Ini, PTM Kembali Dilaksanakan di Seluruh Depok

Pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas kembali dilaksanakan di sekolah-sekolah di seluruh wilayah Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (30/1/2021).

MEGAPOLITAN | 30 November 2021

Jaksel dan Jaktim Diguyur Hujan

BMKG memprediksi wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim) siang ini diguyur hujan ringan.

MEGAPOLITAN | 30 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
Blibli Catat GMV Kategori Otomotif Tumbuh 3,8 Kali Lipat

Blibli Catat GMV Kategori Otomotif Tumbuh 3,8 Kali Lipat

EKONOMI | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings