Logo BeritaSatu

Polisi Bakal Terapkan Sanksi Tilang setelah 50% Kendaraan di Jakarta Lulus Uji Emisi

Rabu, 3 November 2021 | 16:55 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya akan menerapkan sanksi tilang setelah 50% kendaraan yang ada di Jakarta lulus uji emisi. Hal ini lantaran jumlah kendaraan yang diuji emisi masih sedikit.

"Nanti kalau sudah 50% atau lebih baru nanti kita akan tingkatkan tilang. Jadi jangan sampai nanti 10 (kendaraan) yang diberhentikan, sembilan belum ada kartu uji (emisi). Intinya, penindakan tilang ini adalah kelanjutan dari tahap sosialisasi, tahap teguran, sampai tindakan tilang," kata Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono saat dihubungi wartawan pada Rabu (3/11/2021).

Untuk saat ini, Argo mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan teguran dalam pemberlakuan uji emisi kendaraan roda dua maupun roda empat. Dengan demikian, kata Argo, sanksi tilang merupakan opsi terakhir setelah proses sosialisasi dan teguran.

"Tapi (sanski tilang) itu last option. Kami akan maksimalkan dulu teguran, sampai kendaraan-kendaraan sudah melakukan uji emisi di bengkel yang sudah tersertifikasi atau di Dinas Lingkungan Hidup," kata Argo.

Dikatakan Argo, pihaknya akan memberikan sosialisasi terlebih dahulu sebelum nantinya dimulai penindakan. Hal ini mengingat masih banyak masyarakat yang belum paham terkait uji emisi tersebut.

"Sanksi ini kan ada berbagai macam, ada tilang, teguran. Jadi kalau kita lihat trennya, kita lebih (dahulu) akan terapkan teguran sebelum terapkan sanksi," sambung Argo.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan, pihaknya bersama Polda Metro Jaya memberlakukan sanksi tilang pada kendaraan mobil dan sepeda motor tidak lulus uji emisi pada 13 November 2021. Sanksi ini, kata Syafrin akan disesuaikan dengan sanksi yang sudah diatur dalam ketentuan yang ada.

Salah satunya, UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Pasal 285 ayat (1) UU itu menyebutkan setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250.000.

Kemudian, pasal 286 menyebutkan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor beroda empat atau lebih di jalan yang tidak memenuhi persyaratan laik jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Timnas Basket


# SEA Games


# Ganjar Pranowo


# Kapal Drone


# Jokowi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Data NasionalPositivity Rate Covid-19 sampai 23 Mei 2022

Data NasionalPositivity Rate Covid-19 sampai 23 Mei 2022

NEWS | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings