Logo BeritaSatu

Wagub Riza Pastikan Transjakarta Akan Dievaluasi

Kamis, 4 November 2021 | 16:41 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan PT Transjakarta akan dievaluasi sehingga kecelakaan tidak terulang lagi. Apalagi, kata Riza, Polda Metro Jaya telah memberikan 4 rekomendasi kepada Transjakarta untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

“Kami akan evaluasi dari PT Transjakarta dan memastikan supaya tidak terulang lagi,” ujar Riza di Jakarta, Kamis (4/11/2021).

Salah satunya, kata Riza, soal seleksi atau rekrutmen para supir bus Transjakarta serta mekanisme kerjanya. Pasalnya, tutur dia, menjadi sopir bus Transjakarta berbeda dengan kendaraan lain.

“Memang kalau jalan di busway beda dengan di jalan raya karena lebih cepat capek dan bosan. Perlu konsentrasi yang tinggi. Karena jalurnya lurus, kemudian terbatas ruang geraknya, dan dikasih pembatas kiri dan kanan. Bahkan ada yang mulai kerjanya itu dari jam 3 pagi sudah keluar. Jadi perlu satu regulasi yang memastikan kesehatan dan keselamatan bagi pengemudi dan penumpang,” jelas dia.

Riza juga meminta Transjakarta menjadikan temuan dan rekomendasi dari Polda Metro Jaya sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi. “Tentu temuan dari polisi menjadi penting untuk menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi dari Transjakarta,” pungkas dia.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memberikan empat rekomendasi penting untuk pihak manajemen PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) agar kecelakaan yang terjadi di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur pada Senin (25/10/2021) tidak terulang.

"Walaupun kasus kecelakaan lalu lintas ini sudah dihentikan karena tersangka meninggal dunia, tapi kami harap ini dijadikan pelajaran berharga, agar kejadian ini tidak terjadi lagi," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo di Subdit Gakkum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (3/11/2021).

Rekomendasi pertama adalah meminta pihak manajemen memeriksa secara rutin kondisi kesehatan pengemudi Transjakarta sebelum melaksanakan tugas.

"Pengecekan dilakukan oleh petugas medis. Jadi bukan hanya mengisi lembar pernyataan kesehatan saja," sambung Sambodo.

Rekomendasi kedua yaitu Sambodo meminta agar PT Transjakarta memperketat proses perekrutan terhadap sopir bus. Manajemen harus memeriksa kondisi kesehatan pelamar secara detail. Rekomendasi ketiga, pemeriksaan kesehatan sopir bus juga harus rutin dilakukan setiap enam bulan sekali.

"Kami harap ada pemeriksaan berkala 6 bulan sekali, karena bisa saja daftar riwayat kesehatannya sehat tetapi seiring umur dan waktu bisa saja terjadi gangguan kesehatan," ungkapnya.

Rekomendasi keempat dari pihak polda adalah meminta kecepatan bus Transjakarta dapat dibatasi. Dalam hal tersebut, agar setiap bus dipasang alarm jika sopir melebihi batas kecepatan.

"Apakah itu lampu jadi menyala. Seperti kita tidak menggunakan safety belt jadi bunyi gitu. Paling tidak penumpang bisa memperingatkan pengemudi untuk mengurangi kecepatan,"imbuhnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Timnas Basket


# SEA Games


# Ganjar Pranowo


# Kapal Drone


# Jokowi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Data Nasional Penerima Vaksin Covid-19 sampai 23 Mei 2022

Data Nasional Penerima Vaksin Covid-19 sampai 23 Mei 2022

NEWS | 51 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings