Buruh Sri Tita Medika Desak Pemerintah Utamakan Alkes Dalam Negeri
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Buruh Sri Tita Medika Desak Pemerintah Utamakan Alkes Dalam Negeri

Kamis, 18 November 2021 | 05:32 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Ribuan karyawan pabrik PT Sri Tita Medika (STM) sebagai produsen alat kesehatan (alkes) lokal seperti alat swab antigen, melakukan aksi demo pada Rabu (17/11/2021) di depan halaman pabrik. Para karyawan menyuarakan aspirasi terkait kesejahteraan mereka dalam bekerja yang semakin menurun, atau bahkan banyak dari mereka terpaksa dirumahkan menyusul kondisi perusahaan yang terus merugi akibat kurangnya pendistribusian alat kesehatan yang sudah diproduksi.

Hal itu terjadi karena masih maraknya alat swab antigen impor di pasaran.

"Kami mohon kepada pihak manajemen perusahaan untuk memperhatikan nasib kami ke depannya dan juga teman-teman kami yang sudah di rumahkan. Selain itu, Kami juga mengimbau pihak-pihak terkait, terutama kepada bapak Presiden Joko Widodo untuk membantu dan memperhatikan nasib Kami sekarang ini agar menjadi lebih baik dengan lebih mengutamakan produksi alat kesehatan dalam negeri ketimbang alat kesehatan import," kata Owi Indra sebagai perwakilan dari karyawan PT Sri Tita Medika.

Di lain sisi, pihak manajemen PT Sri Tita Medika tidak memungkiri kalau kondisi perusahaan memang sedang terpuruk menyusul susahnya pendistribusian alat kesehatan berupa alat swab antigen karena masih banyaknya barang import yang tersebar di pasaran.

Oleh karenanya, Pihak PT Sri Tita Medika juga menyampaikan dan mengimbau pemerintah khususnya presiden Jokowi untuk menstop masuknya produk impor dan lebih mengutamakan alat kesehatan dalam negeri. Hal ini perlu disampaikan oleh Heru karena dirinya menemukan dibeberapa perusahaan di bawah BUMN seperti KAI, masih menggunakan alat swab antigen impor.

"Saya memohon kepada bapak Presiden Joko Widodo untuk meperhatikan dan memberikan instruksi kepada yang di bawah untuk memetahui peraturan terkait penggunaan produk dalam negeri yang tertuang dalam Kepres nomor 12/2021 dan nomor 15/2021. Hal ini perlu dilakulan agar penggunaan produk-produk lokal bisa lebih diperhatikan lagi dan dijalani di lapangan," ujar Heru Purnomo, General Manager PT Sri Tita Medika.

Pak Heru menambahkan, untuk produk lokal sendiri sekarang ini sebetulnya sudah sanggup memenuhi kebutuhan alat swab antigen dalam negeri. Menurut Heru, PT. Sri Tita Medika sendiri bahkan bisa memenuhi kebutuhan alat swab antigen nasional sebanyak 25 juta per bulan. Namun karena kurangnya penggunaan alat swab dalam negeri, bahkan lebih mengutamakan produk impor, maka dalam beberapa bulan terakhir pihak perusahaan PT Sri Tita Medika harus memangkas gaji dan juga jumlah karyawan.

"Kita tidak butuh subsidi dari pemerintah karena kami masih sanggup membiayai produksi yang dibutuhkan. Namun yang kami butuhkan sekarang adalah pasar yang adil bagi kami dalam mendistribusikan alat swab antigen yang kami produksi. Makanya, apabila tidak adanya pasar yang adil bagi dalam mendistribusikan produk kami, maka masalah itu akan berbuntut pada kesejahteraan karyawan, karena mau tidak mau kami harus memangkas gaji dan merumahkan beberapa karyawan karena kondisi finansial perusahaan perlu diselamatkan," ucap Heru.

Heru juga menegaskan bahwa regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah sebetulnya sudah baik. Namun memang dalam pelaksanaannya di lapangan, tidak sesuai dengan regulasi yang telah dibuat dan diarahkan. "Harapan kami, semoga regulasi yang telah ditentukan bisa berjalan dengan semestinya agar produk buatan dalam negeri bisa diutamakan dan digunakan," tutup Heru.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Covid-19 Omicron Terindikasi Sudah Masuk Kota Bogor

Penambahan kasus harian Covid-19 di Kota Bogor terus meningkat drastis, disinyalir karena varian Omicron yang sangat menular.

MEGAPOLITAN | 28 Januari 2022

Cuaca Hari Ini, BMKG: Hujan Petir Disertai Angin Kencang di Jaktim dan Jaksel

BMKGJakarta memberikan peringatan dini waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang terjadi di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

MEGAPOLITAN | 28 Januari 2022

Video Pengemudi Transjakarta Gagalkan Upaya Bunuh Diri Seorang Wanita

Pengemudi bus Transjakarta atas nama Khaerun menggagalkan upaya bunuh diri seorang wanita di sekitar jalur lintasan moda transportasi itu.

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2022

Di DKI, Warga Berusia 20 Tahun ke Atas Mendominasi Rasio Kasus Covid-19

Dinkes DKI Jakarta menyatakan, warga berusia 20 tahun ke atas mendominasi rasio kasus (incident rate) penyebaran Covid-19 di Jakarta.

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2022

Usai Bangun Pabrik Es Krim Terbesar, Yili Group Gelar Vaksinasi Anak

Setelah bulan lalu meresmikan pabrik es krim terbesar di Indonesia, Yili Group menggelar vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun.

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2022

Polda Metro Luruskan Pernyataan Pinjol Ilegal Pekerjakan Anak

Auliansyah Lubis meluruskan informasi adanya karyawan perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal di Pantai Indah Kapuk yang mempekerjakan anak di bawah umur.

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2022

Penularan Covid-19 di 15 Sekolah, PTM 100% Kota Depok Jalan Terus

Pemkot Depok tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100%, meski sudah ada 147 siswa terpapar Covid-19 dan 15 sekolah dihentikan sementara

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2022

147 Siswa Terpapar Covid-19, 15 Sekolah di Depok Ditutup

Dadang Wihana mengatakan, sampai dengan hari ini sudah ada 15 sekolah yang ditutup sementara, lantaran 147 siswa terpapar Covid-19.

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2022

Wali Kota Jaktim Gandeng Pengusaha Buat Warung untuk Tunanetra dan Marbut

Wali Kota Jaktim, M Anwar menggandeng Raja IT  dalam program pemberian 20 unit warung secara gratis untuk tunanetra dan marbut.

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2022

Lokasi Wisata dan Hotel di Kota Tangerang Dihiasi Pernak-Pernik Imlek

Sejumlah lokasi wisata dan juga hotel di wilayah Kota Tangerang kini tengah berbenah menyambut perayaan Imlek 2022.

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2022


TAG POPULER

# Flight Information Region


# Jefri Tambayong


# Update Covid-19


# Ousmane Dembele


# Ardian Noervianto



TERKINI
Bunga P2P Lending Konsumtif 0,4% Per Hari Dinilai Masih Tinggi

Bunga P2P Lending Konsumtif 0,4% Per Hari Dinilai Masih Tinggi

EKONOMI | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings