Pengusaha: UMP DKI Naik 0,85% Saja Sudah Pahit bagi Kami
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pengusaha: UMP DKI Naik 0,85% Saja Sudah Pahit bagi Kami

Rabu, 1 Desember 2021 | 07:47 WIB
Oleh : Yustinus Paat / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta dari unsur pengusaha, Heber Lolo Simbolon, merespons surat Gubernur Anies Baswedan kepada Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah soal peninjauan kembali formula penetapan upah minimun provinsi (UMP) DKI Jakarta 2022.

Dalam surat tersebut, Anies menilai kenaikan 0,85% UMP 2022 sebagai dampak dari formula penghitungan UMP yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, terlalu kecil dan tidak adil.

Merespons hal itu, Heber mengatakan, kenaikan 0,85% tersebut sebenarnya angka yang berat dan pahit bagi pengusaha di tengah pandemi Covid-19. Saat ini, tutur Heber, banyak pengusaha di DKI Jakarta terdampak pandemi Covid-19 dan masih berjuang untuk kembali bangkit.

“Sangat sulitlah sebenarnya kenaikan UMP 0,85% itu, itu pun pahit. Mampu berusaha saja sudah syukur dengan status seperti saat ini,” ujar Heber saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (30/11/2021).

Heber menceritakan kondisi para pengusaha yang umumnya mengalami kesulitan, bahkan sampai bangkrut karena pandemi Covid-19. Lalu, ada pengusaha yang berusaha bangkit lagi ketika memasuki masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 dan memulai usahanya dari nol lagi. Selain itu, kata Heber, ada juga pengusaha yang justru memulai usaha dari minus.

“Saya bilang mulai dari minus karena ada pengusaha yang belum melunasi THR-nya kemarin, tetapi karena ada bipartit antara pengusaha dan pekerjanya mereka bisa sepakat,” tandas dia.

Meskipun kenaikan UMP 2022 berat, kata Heber, pengusaha berupaya menerimanya karena mematuhi ketentuan PP Nomor 36 Tahun 2021. Menurut dia, jika angka kenaikan diubah lagi dan bahkan diminta lebih tinggi dari 0,85%, maka bisa dipastikan akan berdampak besar terhadap pengusaha.

“Kalau angka kenaikannya diubah-ubah lagi, maka pengusaha akan bingung lagi karena menghitung biaya berusaha tidaklah mudah,” ungkap dia.

Menjalankan
Lebih lanjut, Heber meminta kepada serikat pekerja atau buruh untuk menjalankan keputusan penetapan UMP DKI 2022. Bersamaan dengan itu, Heber meminta Gubernur Anies untuk memberikan subsidi atau intervensi untuk meningkatkan kesejahteraan para buruh atau pekerja.

“Saya secara pribadi meminta kepada Gubernur DKI Jakarta, supaya mengintervensi masyarakat Jakarta, apa itu? Memberikan subsidi seperti pangan murah, dana sekolah BOS misalnya begitu. Itu yang harus diberikan pemerintah Jakarta bagi masyarakat supaya sesuai dengan jargon Pak Gubernur kita, maju kotanya, sejahtera warganya,” pungkas Heber.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengirimkan surat kepada Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dengan tujuan meninjau kembali formula penetapan UMP tahun 2022. Anies menilai formula yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan tidak adil dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Surat bernomor 533/-085.15 dikirim Anies pada 22 November 2021, seusai menetapkan UMP 2022 pada 21 November 2021 lalu. Dalam surat ini, Anies melampirkan angka rata-rata kenaikan UMP DKI dari tahun 2016 hingga 2022. Terdapat 6 poin yang disampaikan Anies dalam surat tersebut yang secara umum memuat alasan Pemprov DKI terpaksa menetapkan UMP 2022, permintaan meninjau kembali formula UMP 2022 termasuk alasannya. Namun, Anies tidak mengusulkan formula yang diinginkan dan angka yang dinilai adil untuk kenaikan UMP 2022.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kasus Covid-19 Naik, Kota Bogor Terapkan Ganjil Genap dan Penyekatan

Kota Bogor melakukan pembatasan ketat mobilitas warga dengan memberlakukan ganjil genap dan penyekatan dan penutupan jalan.

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

Berkurang 1,37%, Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Hari Ini 2.650 Orang

Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran yang mengalami pengurangan 1,37% menjadi 2.650.

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

Ganjil Genap di 13 Kawasan Jakarta Tetap Berlaku

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memastikan kebijakan ganjil genap di 13 kawasan Jakarta tetap berlaku.

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

Jaksel dan Jaktim Berpotensi Hujan Disertai Kilat dan Angin Kencang

Menurut BMKG, potensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang di wilayah Jaksel dan Jaktim pada siang hingga sore hari

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

Disdik Kota Bekasi Mulai Terapkan PTM 100% Secara Bertahap

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi mulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100% secara bertahap.

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

992 Toko Modern Jual Minyak Goreng Satu Harga di Bekasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mendata, 992 toko ritel menjual minyak goreng satu harga, yakni Rp 14.000 per liter.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2022

Polda Metro Jaya Belum Wacanakan Peniadaan Ganjil Genap

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya hingga saat ini belum ada komunikasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait wacana peniadaan kebijakan ganjil genap.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2022

Warga Bekasi Minta Pemkot Perbaiki Drainase di Jalan Kemakmuran

Warga di Kelurahan Margajaya, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengantisipasi banjir dengan perbaikan drainase di sepanjang Jalan Kemakmuran.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2022

Pemkot Bekasi Buka Layanan Vaksin Booster di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid

Pemkot Bekasi melayani vaksin booster di (RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid bagi masyarakat umum, dengan usia di atas 18 tahun.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2022



TAG POPULER

# Tabrakan Beruntun Balikpapan


# Update Covid-19


# Omicron


# Rahmat Effendi


# Vaksinasi Covid-19



TERKINI
Kasus Covid-19 Naik, Kota Bogor Terapkan Ganjil Genap dan Penyekatan

Kasus Covid-19 Naik, Kota Bogor Terapkan Ganjil Genap dan Penyekatan

MEGAPOLITAN | 49 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings