Logo BeritaSatu

Penembakan di Exit Tol Bintaro, Paparazi di Bekasi Tiarap

Kamis, 2 Desember 2021 | 22:47 WIB
Oleh : Tim Beritasatu.com / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Kasus penembakan yang diduga dilakukan anggota Ditlantas Polda Metro Jaya, Ipda OS terhadap dua orang pria di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan memicu perhatian publik. Korban tewas dalam peristiwa tersebut diketahui merupakan gerombolan yang mengaku wartawan atau kerap dijuluki wartawan paparazi. Imbas dari kasus penembakan di Exit Tol Bintaro, wartawan paparazi ini mulai tiarap.

BS (43), seorang sumber yang mengaku mengenal dekat kelompok paparazi, mengungkapkan kelompok ini umumnya berdomisili di Bekasi, seperti di Rawalumbu dan Cibitung.

BS pun membenarkan Poltak Pasaribu alias PP (43) yang merupakan korban penembakan di Exit Tol Bintaro adalah kelompok wartawan paparazi.

Mereka memanfaatkan profesi wartawan untuk menakuti dengan tujuan memeras para korban, yakni pasangan bukan suami istri yang dikuntitnya sesaat meninggalkan hotel.

“Dia belum lama bergabung, baru sekitar dua bulan. Tadinya, dia bekerja sebagai karyawan swasta di sebuah pabrik baja di Cibitung selama belasan tahun," ungkap BS saat ditemui di Bekasi pada Rabu (2/12/2021).

BS tak tahu kenapa akhirnya PP bergabung dengan kelompok itu. Hanya saja, BS menyebut PP sudah diingatkan sahabatnya dari Tebing Tinggi, Sumatera Utara untuk tak bergabung dengan kelompok paparazi.

Selain memiliki risiko yang besar, diungkapkannya, anggota paparazi juga sudah banyak yang tertangkap polisi.

“Mungkin PP tertarik dengan iming-iming dari kelompok itu, padahal sebelumnya sudah diingatkan jangan masuk ke situ (kelompok paparazi),” kata BS

BS yang juga berprofesi sebagai wartawan koran mingguan juga sempat diajak bergabung dengan rekannya yang berasal dari daerah yang sama itu. Namun, BS menolak karena mereka kerap melakukan pemerasan.

Kelompok paparazi memiliki tongkrongan khusus di daerah Rawalumbu dan Cibitung. Biasanya, sebelum atau sesudah beraksi, mereka berkumpul di sana.

Seperti yang tampak pada Rabu (2/11/2021) malam. Beberapa di antara mereka berkumpul di sebuah warung kopi di Jalan Setia Kawan, Rawalumbu atau tak jauh dari restoran cepat saji.

BS yang berasal dari Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara itu menyebut ada beberapa kelompok paparazi yang beroperasi dengan modus sama.

Adapun kelompok lama yang terkenal yakni kelompok Bekasi Timur dan Bekasi Selatan dan kelompok Kalimalang. Sebelum beraksi, masing-masing kelompok itu melakukan sejumlah persiapan.

Pertama, mereka biasanya meminjam uang kepada rentenir sebagai biaya operasional termasuk menyewa mobil hingga berhari-hari.

"Satu kelompok paparazi biasa sekitar delapan orang setiap beroperasi. Bisa dua sampai empat mobil dan kadang sampai tidak pulang selama beberapa hari,” ungkapnya.

Setelah melakukan persiapan, kelompok ini memulai operasi dengan menunggu korban di sekitar hotel transit. Saat korban keluar dengan kendaraan, mereka mulai membuntuti.

“Mereka mengikuti korban sampai rumah. Adapun spekulasi bahwa itu pasangan selingkuh, biasanya mereka melihat ketika si perempuan dan lelaki tidak satu tujuan pulang,” ungkapnya.

Saat si perempuan turun di suatu tempat, paparazi mulai membagi tugas. Sebagian menguntit si perempuan sampai rumah. Sebagian lagi, membuntuti si pria juga sampai rumah.

“Barulah mereka mulai menunjukkan foto dan mengancam akan memberitahukan ke pihak keluarga tentang perselingkuhan itu. Mereka juga mengancam akan mempublikasikannya di media,” papar BS.

BS mengakui, mayoritas korban takut dengan ancaman itu dan memberikan uang yang diminta.

“Bahkan tidak jarang pemerasan itu akan berlanjut dengan pelaku yang berbeda yang juga teman mereka. Kalaupun korban tak punya uang, barang apapun bisa diminta demi menutup pinjaman modal kelompok paparazi ini,” ungkapnya.

BS menambahkan, adanya insiden penembakan yang menewaskan PP, membuat para paparazi lain kini tiarap sementara waktu

“Mereka lagi cooling down, tiarap dulu sejak ada kasus penembakan itu,” tandasnya.

Diketahui, Polda Metro Jaya menyebut kasus penembakan di Exit Tol Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Sabtu (27/11/21) dini hari dilakukan oleh anggota Satuan PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, Ipda OS. Peristiwa itu bermula dari telepon seorang pria berinisial O kepada Ipda OS.

Pria berinial O yang belakangan disebut merupakan staf khusus di DPRD DKI Jakarta melapor ke Ipda OS jika Suzuki Ertiga nopol B 1879 RFJ yang dikendarainya dikuntit beberapa mobil, termasuk ada MA dan PP sejak dari Hotel Kedaton, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Lalu mobil yang dikendari O diarahkan ke Exit Tol Bintaro sesuai instruksi Ipda OS dan terjadi aksi penembakan yang menewaskan PP.

Hingga kini, pihak kepolisian belum menetapkan tersangka peristiwa tersebut. Ipda OS masih diperiksa Bidang Propam Polda Metro Jaya dan Divisi Propam Mabes Polri.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Deddy Corbuzier


# UAS


# Timnas Indonesia


# Minyak Goreng


# Lin Che Wei


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Demo 21 Mei, La Nyalla Minta Masyarakat Waspadai Provokator

Demo 21 Mei, La Nyalla Minta Masyarakat Waspadai Provokator

NEWS | 3 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings