Logo BeritaSatu

Korban Berupaya Menabrak, Alasan Ipda OS Menembak

Selasa, 7 Desember 2021 | 17:27 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengungkapkan, alasan Ipda OS menembak PP dan MA di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan adalah untuk membela diri karena korban berupaya menabraknya.

Saat peristiwa itu, satu mobil Daihatsu Ayla yang membuntuti O, yang merupakan rekan Ipda OS, berisi empat orang berinisial PP, MA, IM, dan PCM alias C. Mobil itu hendak menabrak Ipda OS di sekitar pintu keluar Tol Bintaro.

Advertisement

Ketika itu, O meminta bantuan kepada Ipda OS, karena merasa dibuntuti mobil tersebut. Kebetulan, kantor Ipda OS berada tidak jauh dari tempat kejadian perkara.

"Kendaraan ini berupaya menabrak sehingga Ipda OS berupaya membela diri," kata Zulpan dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Selasa (7/12/2021).

Dikatakan Zulpan, karena merasa terancam akhirnya Ipda OS mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Akan tetapi, peringatan tersebut tidak digubris oleh PP dan MA.

Karena tidak digubris, kemudian Ipda OS kembali berupaya membela diri dengan mengeluarkan tembakan sebanyak dua kali yang akhirnya mengenai korban.

"Tembakan ke udara 1 kali, kemudian tembakan yang terkena korban 2 kali dan dua-duanya kena. Ipda OS berupaya membela diri, ini pengakuan yang diberikan melakukan penembakan itu ya," ucap Zulpan.

Sebelumnya, Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya resmi menetapkan Ipda OS sebagai tersangka dalam kasus penembakan di pintu keluar Tol Bintaro, Jakarta Selatan.

"Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) dan sudah dilakukan gelar perkara. Hari ini sudah diputuskan hasil gelar perkara penyidik menetapkan atau menaikkan status Ipda OS sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan dalam Jumpa pers di Polda Metro Jaya, Selasa (7/12/2021).

Dikatakan Zulpan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan penyelidikan dan melakukan gelar perkara.

Atas perbuatannya, Ipda OS dikenakan Pasal 351 dan atau 359 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Puan Maharani


# Pohon Koka


# Brigadir J


# Ferdy Sambo


# Mahfud MD


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Barcelona Terancam Kehilangan Kessie dan Christensen

Barcelona Terancam Kehilangan Kessie dan Christensen

BOLA | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings