Jokowi Resmikan Jalur Sepeda 6,7 Km di Kanal Banjir Timur

Jokowi Resmikan Jalur Sepeda 6,7 Km di Kanal Banjir Timur
Gubernur DKI Jakarta JOko Widodo (Jokowi) saat sidak ke sejumlah puskesmas di Jakarta. ( Foto: Beritasatu TV )
/ FER Minggu, 16 Desember 2012 | 12:40 WIB
Ini merupakan public space yang gratis dan jalur ini  harus steril dari pedagang dan pengendara motor.

Jalur sepeda sepanjang 6,7 kilometer yang membentang sepanjang Kanal Banjir Timur, yang dibangun sejak awal tahun, pagi ini akhirnya diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.

Selain meresmikan jalur sepeda, Gubernur Jokowi juga meresmikan green space yang berada di kanan dan kiri jalur sepeda tersebut.

"Tadi sudah dibuka jalur sepeda sekaligus tamannya, jadi sudah bisa dipakai buat bersepeda," ujar Jokowi yang pada saat meresmikan dirinya tidak melewatkan kesempatan untuk mencoba jalur tersebut dengan sepedanya.

Untuk lebih menarik minat, Jokowi mengatakan taman yang berada di kanan dan kiri jalur sepeda tersebut perlu dipercantik dengan aneka macam tanaman.

"Disamping kanan kiri tamannya perlu dipercantik dan diperindah," ujar Jokowi di KBT Pondok Kopi, Jakarta Timur, Minggu (16/12).

Perlu diketahui, jalur sepeda dan taman yang membentang di Kanal Banjir Timur ini adalah public space yang dapat dinikmati seluruh masyarakat secara cuma-cuma atau gratis.

"Ini merupakan public space yang bisa dipakai gratis oleh masyarakat tapi perlu diingat bahwa jalurnya harus steril dari pedagang dan pengendara motor," jelasnya.

Jalur sepeda ini pun tidak berhenti sampai di sini. Pasalnya, Jokowi akan menambah jalur sepeda dan jalur hijau di sepanjang Banjir Kanal Timur dan Barat tersebut.

"Nanti akan ditambah juga jalur lagi sehingga nanti kalau pohonya sudah tinggi feeder rider-nya sudah ada lagi. Pokoknya public space sebanyak mungkin. Kalau enggak punya lahan beli, enggak punya tanah beli,"katanya.

Pada sepanjang jalur sepeda dan taman ini tetap akan dipasangkan pengamanan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang akan mendisiplinkan PKL dan keamanan sekitar taman.

"Ya ditungguin, nanti kalau enggak ditungguin bisa diduduki lagi. Tapi kalau ada motor yang lewat ya ditilang," ujarnya.