Logo BeritaSatu

Penanganan Kasus Covid-19 di Jakarta Dinilai Belum Efektif

Sabtu, 22 Januari 2022 | 22:32 WIB
Oleh : Chairul Fikri / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI) Masdalina Pane menilai, penanganan kasus Covid-19 khususnya kasus varian Omicron di DKI Jakarta belum efektif dan optimal. Hal itu lantaran hingga kini kasus Covid-19 semakin meningkat dan terus meluas.

"Apa yang dilakukan pemerintah sejauh ini belum efektif dan maksimal karena kasusnya terus naik dan terus meluas wilayahnya. Mestinya kalau bisa dikendalikan kasusnya itu tidak meluas dan meningkat. Karena indikator kasus Covid-19 itu sederhana, yakni meningkat dan meluas, walaupun indikator tracing-nya sudah baik dan tinggi karena sudah lebih dari 14 padahal itu indikator yang salah, seharusnya 80% kasus bisa dilakukan tracing isolasi dan karantina sampai selesai," kata Masdalina, saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (22/1/2022) malam.

Ditambahkannya, akhir pekan lalu, di wilayah DKI Jakarta baru 5 wilayah Kecamatan yang ditemukan kasus Omicron, sedangkan saat ini hampir bisa ditemukan di hampir semua wilayah DKI Jakarta. Meski pihak Dinas Kesehatan masif melakukan surveilans dan tracing kontak erat.

"Hampir semua wilayah DKI Jakarta punya kasus Omicron. Dan terutama yang hari ini ada kematian 2 kasus Omicron, pada narasi publik yang dikeluarkan pemerintah Omicron ini varian yang ringan, kok bisa ringan tapi bisa menyebabkan meninggal dunia apalagi 2 yang meninggal ini sudah menjalani vaksinasi dosis lengkap," lanjutnya.

"Padahal dari awal kami sudah mengatakan walaupun ini gejala ringan tetapi tetap harus diwaspadai. Namun sejumlah aturan selama Nataru 2022 diperlonggar, orang gampang ke luar negeri. harusnya aturannya tetap sama apapun itu variannya, terlebih bila sudah mengenai transmisi lokal dan masuk ke rumah-rumah," katanya.

Dengan peningkatan ini, Masdalina memprediksi kasus ini akan bisa meluas dan memuncak. Kondisi ini akan berlangsung selama 8-14 minggu.

"Laju transmisi kalau awal-awal itu pasti akan kuat dan akan melemah bila sudah bertransmisi ke beberapa orang. Dan berkaca kasus Covid-19 kemarin kemungkinan akan melemah setelah 8-14 minggu. Jadi waktu 4 bulanan lah dari jelang puncak seperti sekarang kasus ini kita prediksi akan melemah, sehingga perlu perhatian pemerintah untuk menjalankan program karantina dan isolasi dengan benar yakni 14 hari bukan kayak di Indonesia bisa 3 hari, lalu 7 hari, lalu 10 hari," terangnya.

Namun demikian, langkah antisipasi pemerintah dengan kembali menerapkan WFH dan PTM 50% merupakan langkah yang benar. Sehingga program ini patut dilanjutkan.

"Intinya adalah bagaimana mengatasi dan mengendalikan masyarakat agar tidak berkerumun dan tetap menjalankan prokes, jika tidak maka kemungkinan gelombang ketiga akan terjadi. Yang pastinya prinsip penanganannya setiap varian Covid-19 harusnya sama untuk mencegah penyebaran," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jerman dan Qatar Sepakati Perjanjian Kemitraan Energi

Jerman dan Qatar menandatangani perjanjian kemitraan energi. Kesepakatan  membuat Doha dan Berlin fokus pada hubungan perdagangan dalam gas alam cair,

NEWS | 21 Mei 2022

Rwanda Segera Terima Kedatangan Pencari Suaka Inggris

Rwanda akan menerima gelombang pertama pencari suaka dari Inggris pada Mei ini. Kelompok pertama terdiri dari 50 pencari suaka.

NEWS | 21 Mei 2022

Bogor Berpotensi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang

Bogor berpotensi hujan disertai petir dan angin kencang dari siang hingga malam pada hari Sabtu. 

NEWS | 21 Mei 2022

Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet Bertambah

Pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, bertambah tiga orang.

NEWS | 21 Mei 2022

Sanksi Barat pada Rusia Dapat Berlangsung Beberapa Dekade

Sanksi Barat pada Rusia tampaknya akan tetap berlaku untuk waktu yang sangat lama, bahkan mungkin beberapa dekade.

NEWS | 21 Mei 2022

BMKG: Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Disertai Petir

BMKG menginformasikan, Jakarta berpotensi diguyur hujan dengan disertai petir dan angin kencang pada siang dan sore hari ini, Sabtu (21/5/2022).

NEWS | 21 Mei 2022

Wabah Cacar Monyet, AS Beli Jutaan Dosis Vaksin

Amerika Serikat (AS) membeli jutaan dosis vaksin untuk virus berbahaya saat wabah cacar monyet melanda.

NEWS | 21 Mei 2022

Kabar Duka! Mantan Anggota KPU Viryan Aziz Meninggal Dunia

Anggota KPU periode 2017-2022, Viryan Aziz meninggal dunia karena sakit yang dideritanya di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta.

NEWS | 21 Mei 2022

Adikoesoemo Hadirkan Beasiswa Pascasarjana Pertama di SMU

Adikoesoemo menghadirkan program beasiswa pascasarjana pertama di Singapore Management University (SMU) untuk mahasiswa Indonesia.

NEWS | 21 Mei 2022

Presenter TV Perempuan Afghanistan Wajib Tutupi Wajah

Presenter TV Perempuan Afghanistan perempuan harus menutupi wajah saat sedang siaran. Perintah Taliban harus diterapkan dan tidak untuk didiskusikan.

NEWS | 21 Mei 2022


TAG POPULER

# DNA Pro


# CPO


# PDSI


# SEA Games


# Hari Kebangkitan Nasional


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jerman dan Qatar Sepakati Perjanjian Kemitraan Energi

Jerman dan Qatar Sepakati Perjanjian Kemitraan Energi

NEWS | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings