Polda Metro: Kenakalan Remaja Meningkat Pesat, Perkosaan Menurun

Polda Metro: Kenakalan Remaja Meningkat Pesat, Perkosaan Menurun
Ilustrasi remaja yang masih terbangun di malam hari (Foto: Sheknows)
/ WBP Jumat, 28 Desember 2012 | 10:46 WIB
Terjadi peningkatan kenakalan remaja sebesar 36,33 persen.

Polda Metro Jaya menutup tahun 2012 dengan berbagai catatan penting soal tingkat kejahatan dan pengungkapan. Dari 11 kasus yang menonjol, pencurian dengan kekerasan tercatat mengalami peningkatan sebesar 17 persen dibanding 2011.

Sementara itu, kasus kenakalan remaja mengalami peningkatan cukup signifikan, yaitu sebesar 36,66 persen. Sebaliknya, tindak kejahatan pemerkosaan termasuk yang menurun cukup banyak, yakni 22,53 persen.

Ke-11 (jenis) kasus menonjol itu sendiri di antaranya adalah pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), penganiayaan berat, pembunuhan, pencurian kendaraan bermotor, kebakaran, judi, pemerasan, perkosaan, narkotika, serta kenakalan remaja.

"Terjadi peningkatan pada kasus pencurian dengan kekerasan. Pada tahun 2011 terjadi 935 kasus, sementara pada tahun 2012 ada 1.094. Naik sebanyak 159 kasus atau 17,00 persen," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Putut Eko Bayuseno, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (27/12).

Dikatakan Putut, peningkatan angka kriminalitas juga terjadi pada kasus pembunuhan. Diketahui, pada tahun 2011 terjadi 67 kasus, sedangkan tahun 2012 ada 69 kasus. Ini berarti naik sebanyak dua kasus atau 2,98 persen.

Kebakaran ternyata juga mengalami peningkatan. Tahun 2011, Polda Metro mencatat terjadi 580 kasus kebakaran, sementara di tahun 2012 ada 707 kasus. Artinya, naik sebanyak 127 kasus atau 21,89 persen. Sementara peras (pemerasan) atau ancam pun meningkat dari 413 kasus (2011) menjadi 495 kasus, meningkat sebanyak 82 kasus atau naik 19,85 persen.

"Narkotika juga mengalami peningkatan, dari 4.817 kasus di 2011 menjadi 4.836 kasus pada 2012. Naik sebanyak 19 kasus atau 0,39 persen," tambah Putut.

Sementara itu kenakalan remaja, kata Putut lagi, mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Pada tahun 2011 tercatat ada 30 kasus, sementara tahun 2012 terjadi 41 kasus. "Artinya naik sebanyak 11 kasus, atau meningkat 36,66 persen," tegasnya.

Putut menjelaskan, penurunan angka kriminalitas terjadi dalam kasus pencurian dengan pemberatan. Pada tahun 2011 menurutnya, terjadi 7.036 kasus curat, sementara pada tahun 2012 sebanyak 5.862 kasus. Angka ini berarti turun sebanyak 1.174 kasus atau 16,68 persen.

Penganiayaan berat juga mengalami penurunan. Yaitu dari 2.000 kasus menjadi 1.980 kasus, atau turun 20 kasus (1,00 persen). Demikian juga pada pencurian kendaraan bermotor, di man (pencurian) roda dua turun sebanyak 318 kasus atau 6,73 persen, sementara roda empat turun lima kasus atau 0,61 persen.

"Tahun 2011, curanmor roda dua ada 4.725 kasus, sedangkan tahun 2012 ada 4.407. Sedangkan roda empat (dari) 808 kasus menjadi 803," terangnya.

Kasus perjudian dan pemerkosaan, menurut Putut, juga mengalami penurunan. Untuk kasus perjudian, sebanyak 1.036 kasus terjadi di tahun 2011, namun turun sebanyak 530 kasus atau 51,15 persen pada tahun ini, menjadi 506 kasus.

"Perkosaan (pada) tahun 2011 terjadi 71 kasus, sementara 2012 menjadi 55 kasus. Turun sebanyak 16 kasus atau 22,53 persen," tegasnya.

Putut menerangkan, dapat disimpulkan bahwa Crime Total untuk 11 jenis kasus selama tahun 2012 ini mengalami penurunan. Tepatnya, dari 22.518 kasus pada 2011, menjadi 20.855 kasus di 2012, atau turun 1.663 kasus (7,38 persen).

"Sementara Crime Clearance untuk 11 kasus menonjol selama tahun 2012, mengalami peningkatan. Dari 54,29 persen pada tahun 2011, menjadi 61,44 persen di tahun 2012. Naik sebesar 7,15 persen," tandasnya.