Soal Kecelakaan Jagorawi, Polri Minta Polda Metro Transparan

Soal Kecelakaan Jagorawi, Polri Minta Polda Metro Transparan
Karo Penmas Polri Brigjen Boy Rafli Amar ( Foto: AFP )
Rabu, 2 Januari 2013 | 16:01 WIB
Rasyid menjadi tersangka dalam kecelakaan maut di ruas Tol Jagorawi, yang terjadi dinihari pada Selasa, 1 Januari 2013 lalu.

Mabes Polri memberikan perhatian khusus pada peristiwa kecelakaan yang melibatkan anak bungsu Menko Perekonomian Hatta Rajasa, M Rasyid Amrullah Rajasa (22).

Markas besar korps baju coklat itu meminta Polda Metro bersikap transparan.

"Nggak ada yang nutupi. Coba aja datangi dari pihak korban, semuanya. Mungkin teman-teman media mau mencari tahu. Kita juga sama-sama tidak tahu (awalnya siapa penabraknya). Kita kan sama-sama tidak ada di lokasi," kata Karo Penmas Polri, Brigjen Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Rabu (2/1).

Soal lambatnya penetapan Rasyid menjadi tersangka berbeda dengan kasus-kasus tabrakan maut sebelumnya Boy menjawab bahwa ini hanya kendala komunikasi.

"Polda Metro kan sudah menetapkan sebagai tersangka. Baru sore, ya (diinformasikan ke media jika Rasyid anak Hatta Rajasa). Mungkin ada masalah komunikasi saja. Tapi, semuanya secara transparan. Tidak ada yang dispesialkan. Polda Metro harus transparan," tegasnya.

Kendati menyatakan Polda Metro harus transparan, nyatanya Mabes Polri sendiri bungkam saat ditanya keberadaan Rasyid saat ini dirawat. Alasannya, penyidiknya yang mengetahui hal itu.

"Penyidik-lah ya (yang tahu). Saya juga kurang jelas lokasinya. Yang jelas, sudah sempat dilakukan pemeriksaan. Tapi memang harus menjalani perawatan. Mungkin tidak terlalu lama, nanti kita lihat. Lokasinya sendiri, saya belum mendapat informasi yang pasti," kilah Boy.

Rasyid menjadi tersangka dalam kecelakaan maut di ruas Tol Jagorawi, yang terjadi dinihari pada Selasa, 1 Januari 2013 lalu. Polisi menjerat Rasyid dengan Pasal 283 KUHP jo 287 ayat 5 jo 310 ayat 3 tentang kelalaian yang mengakibatkan orang lain luka berat hingga meninggal dunia.

Kejadian bermula saat Luxio bernopol F 1622 CY sedang melaju di lajur tiga Tol  Jagorawi (arah Jakarta menuju Bogor) tepatnya di Km3+500, sekitar pukul 05.45 WIB. Tiba-tiba Luxio diseruduk BMW X5 bernopol B 272 HR yang datang searah dari belakang dengan kecepatan tinggi.

Diduga, sopir BMW sedang mengantuk saat melajukan kendaraan mewah itu. Akibat peristiwa ini, dua penumpang bernama Raihan (1,5) dan Harun (57) tewas. Sementara selain Enung dan Rifal, penumpang lain yang mengalami luka diketahui bernama Supriyati (30). Supriyati kini dirawat di Rumah Sakit Umum Universitas Kristen Indonesia (RS UKI).