Banjir Rendam Jakarta Hingga 3 Meter

Banjir Rendam Jakarta Hingga 3 Meter
Kemacetan panjang terjadi akibat banjir yang terjadi di ruas Jl. Daan Mogot. FOTO: Joanito De Saojoao/ SUARA PEMBARUAN ( Foto: Joanito De Saojoao - SUARA PEMBARUAN )
Rabu, 16 Januari 2013 | 11:48 WIB
Beberapa ruas jalan yang terendam banjir menimbulkan kekacauan lalu lintas, bahkan tak bisa dilewati kendaraan bermotor

Hujan yang mengguyur kawasan Jabodetabek dan kawasan Puncak, Cianjur, Jawa Barat, sejak Selasa (15/1) hingga Rabu (16/1), membuat sebagian wilayah Jakarta terendam banjir. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan 50 kelurahan dari 268 kelurahan di Jakarta terendam banjir dengan tinggi bervariasi.

Beberapa ruas jalan yang terendam banjir menimbulkan kekacauan lalu lintas, bahkan tak bisa dilewati kendaraan bermotor. Banjir pun merendam rumah warga hingga mencapai tiga meter. Jumlah pengungsi yang dicatat BPBD mencapai 10.800 orang.

Banjir yang terjadi sejak Selasa (15/1) sekitar pukul 18.00 WIB melanda hampir seluruh wilayah di Jakarta Timur. Dari 10 Kecamatan, tercatat tujuh kecamatan dilanda banjir. Banjir paling parah terjadi di Kecamatan Jatinegara, Kramat Jati, dan Matraman.

Ratusan rumah di wilayah itu terendam dengan ketinggian air lebih dari tiga meter. Akibatnya lebih dari 6.000 orang mengungsi. Ribuan pengungsi itu tersebar di beberapa titik. Untuk warga Kampung Pulo, beberapa lokasi pengungsian, antara lain di Kantor Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, GOR Jakarta Timur, Masjid At-Tawabiin, dan RS Hermina.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Safarudin mengatakan hingga Rabu (16/1) pagi, sudah 110 pengungsi yang berobat dari 700 pengungsi yang ada di kantornya. “Dari jumlah itu, sudah ada tiga orang yang dirujuk ke rumah sakit karena sakit jantung dan dua orang terkarena asma,” kata Safarudin.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menegaskan normalisasi kali dan pembuatan sumur resapan menjadi program jangka panjang untuk mengantisipasi banjir DKI Jakarta.

“Ya pompa air juga untuk yang genangan-genangan di jalan sudah dikerahkan. Kemudian di Daan Mogot juga dikerahkan pompa air untuk jangka pendek. Tapi itu juga bukan untuk menyelesaikan masalah jangka panjang. Normalisasi sungai, pengerukan sungai, sumur resapan, tapi ini kan kita belum bisa bergerak sekarang,” ujarnya di Balai Kota, Rabu pagi.

Menurutnya, pengerukan dan normalisasi kali tidak mungkin dilakukan dalam kondisi yang ada saat ini. Jokowi menuturkan normalisasi perlu pembebasan tanah yang juga belum bisa dilaksanakan. “Ini proses yang mau kita percepat, kemudian resapan air juga belum dimulai. Anggarannya belum diketok oleh Dewan. Hal-hal seperti itu yang harus kita sampaikan apa adanya kepada masyarakat,” tambahnya.