Kasus PRT Bunuh Balita, KPAI Minta Awasi Proses Rekrutmen
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kasus PRT Bunuh Balita, KPAI Minta Awasi Proses Rekrutmen

Senin, 4 Februari 2013 | 21:31 WIB
Oleh : FMB

"Seorang pembantu atau babysitter itu tidak boleh sembarang orang".

Jakarta
- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), melihat proses penerimaan pembantu rumah tangga dan pengasuh anak, menyisakan banyak persoalan. Perlu perbaikan, karena terkadang proses rekrutmen asal cocok jadi atau tak melalui yayasan penyalur yang memiliki izin.

Pemerintah pun diharapkan segera melakukan perbaikan serta pengawasan, terhadap proses penerimaan pembantu dan pengasuh anak itu.

Hal itu, dikatakan Sekretaris Jenderal KPAI, Muhammad Ikhsan, menanggapi kasus pembunuhan RAA balita berusia lima bulan yang dilakukan IA, pembantu rumah tangga atau pengasuh anak, di Jalan Karet Pasar Baru Barat I RT01 RW06 No 10, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (31/1) lalu.

"Selama ini rekrutmen pembantu rumah tangga masih menyisakan banyak persoalan. Kita tahu, sering kali mereka diterima, asal mau kemudian di tempatkan. Ada yang melalui lembaga, walaupun melalui lembaga tidak berizin. Kadang-kadang, kalau kita lihat di Pasar Pramuka itu, setiap pagi ada yang didrop dari daerah. Siapa yang mau, (tinggal) ambil dari sana," ujar Ikhsan di Mapolda Metro Jaya, Senin (4/2).

Ikhsan juga menuturkan, tak ada standar yang jelas siapa yang bisa mendampingi anak di rumah.

"Artinya, seorang pembantu atau babysitter itu tidak boleh sembarang orang. Contoh, kasus seperti ini. Dia (tersangka IA) lagi hamil, kondisi jiwanya tak stabil, dia diminta menjaga bayi lima bulan yang kita tahu kondisinya susah didiamkan ketika menangis. Orang hamil itu, relatif emosinya sangat tidak stabil. Ketika anak itu tidak bisa didiamkan, reaksinya kemudian mendiamkan, kalau tidak sampai ke tingkat pembunuhan," jelasnya.

Dikatakan Ikhsan, kasus pembunuhan, eksploitasi anak dan penyiksaan terhadap anak, merupakan fenomena gunung es. Permasalahan itu, ternyata sangat banyak, namun sedikit laporan.

"Ternyata persoalan ini sangat banyak di masyarakat, cuma mungkin yang meninggal dan dilaporkan sedikit. Kami menghargai proses cepat yang dilakukan kepolisian. Tapi kami berharap, polisi tak mendiamkan kasus yang lain. Pemerintah Daerah juga harus segera melihat dan melakukan pengawasan terhadap rekrutmen ini. Sehingga yang mendampingi anak ini betul-betul orang dengan kejiwaan stabil atau tak beresiko tinggi kepada anak," paparnya.

Ikhsan mengimbau, sebaiknya orangtua memilih tempat penitipan anak dengan tenaga profesional, ketimbang merasa tak nyaman meninggalkan anaknya dengan orang lain di rumah.

"Kami menawarkan, ketika tidak percaya kepada seseorang yang kita titipkan anak di rumah, sebaiknya dititipkan di tempat penitipan anak. Kenapa, ini lebih baik dari pada menitipkan ke pembantu yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Di TPA (Tempat Penitipan Anak) itu banyak pengasuhnya, mereka mengerti bagaimana mengasuh, sehingga orangtua merasa aman menitipkan anaknya," katanya.

Ikhsan menjelaskan, dalam Undang-Undang perlindungan anak-anak Pasal 20 menyatakan, penanggungjawab perlindungan anak itu adalah orangtua, keluarga, pemerintah, dan masyarakat.

Pertama kali yang dibebankan tanggungjawab adalah orangtua. Dalam aturan tentang ASI eksklusif, orang tua diwajibkan memberikan ASI kepada anak selama 6 bulan.

Namun, lanjutnya, orangtua yang bekerja sejauh ini hanya diberikan waktu cuti tiga bulan, setelah itu kembali masuk kerja. Kalau kita kembali ke aturan, orangtua tak bisa disalahkan.

"Memang masih dalam perdebatan di DPR, terkait waktu cuti orangtua. Jika kembali ke aturan, orangtua tak dapat disalahkan. Saya pikir pemerintah tak bisa lepas tangan, karena menurut kami anak di bawah satu tahun itu harus berada dalam pengawasan orang yang aman," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Margaretha Hanita, menyebutkan berdasarkan data yang ada, sebanyak 6.895 kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Sementara, 1.795 kasus terkait anak-anak.

"Dari jumlah itu, memang kami jarang sekali menemukan kasus kekerasan anak yang melibatkan bayi sebagai korban. Klien yang kami tangani paling banyak usianya 13 sampai 14 tahun. Namun demikian, kasus-kasus semacam ini mungkin saja terjadi. Kasus pembunuhan bayi, belum banyak yang kami tangani, apalagi kasus seperti ini. Sejauh ini, yang paling banyak kasus kekerasan seksual terhadap anak, seperti kasus RI. Dan biasanya pelakunya adalah orang terdekat," bilangnya.

Kendati begitu, ujar Margaretha, kasus seperti ini perlu menjadi perhatian bersama. Karena, orang dekat itu tentunya bisa juga pengasuh anak.

"Kami terus bekerjasama dengan kepolisian, untuk menindaklanjuti kasus seperti ini. Kami akan terlibat, sesuai porsi kami dan akan membantu pemeriksaan psikologis untuk memperlancar penyidikan," tukasnya.

BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Senjata Api "Koboi" Stanley, Milik Temannya

"Tersangka negatif narkotika, dia hanya mabuk akibat alkohol".

MEGAPOLITAN | 4 Februari 2013

Koridor Ciledug, Tak Lagi Hanya untuk TransJakarta

Memang awalnya pembangunan jalan layang untuk jalur khusus Koridor XIII hanya untuk dilalui bus Transjakarta saja

MEGAPOLITAN | 4 Februari 2013

Enam Ruas Jalan Tol Sudah Masuk Perda DKI

Proyek tersebut sudah menjadi rencana Pemprov DKI untuk menambah rasio ruas jalan yang saat ini baru mencapai 6,26 persen.

MEGAPOLITAN | 4 Februari 2013

Polisi Terus Dalami Motif Pembantu Bunuh Balita 5 Bulan

Penyidik menilai ada unsur kesengajaan yang dilakukan pelaku dalam membunuh korban.

MEGAPOLITAN | 4 Februari 2013

DKI akan Miliki PPD yang Terbelit Utang Rp170 Miliar

"Jangan (sampai) nantinya Pemprov DKI yang membayarkan utang-utang tersebut."

MEGAPOLITAN | 4 Februari 2013

Rewel, Pembantu Bunuh Bayi 5 Bulan di Karet Tengsin

Karena bingung telah membunuh, IA mengacak-acak lemari pakaian seolah-olah telah terjadi perampokan

MEGAPOLITAN | 4 Februari 2013

Korban Perampokan Bank Mandiri Sempat Baku Hantam dengan Pelaku

Korban menjadi semakin tak berdaya saat salah seorang pelaku lainnya mengeluarkan senjata api rakitan jenis FN.

MEGAPOLITAN | 4 Februari 2013

DTKJ Dukung Kenaikan Tarif Parkir "Off Street" Rp 4.000

Pergub menetapkan, tarif parkir antara Rp 3.000-5.000.

MEGAPOLITAN | 4 Februari 2013

Tarif Parkir Mobil di Jakarta Rp 4.000 Per Jam

Naik dalam hitungan bulan dan tanpa sosialisasi.

MEGAPOLITAN | 4 Februari 2013

Urai Macet di Tanjung Priok, Perlu Dibangun Jalan Tol

Ahok mengatakan, kalau tidak ada jalan tol bisa dibayangkan truk-truk dengan kontainer begitu besar, keluar masuk Tanjung Priok harus masuk ke tengah kota.

MEGAPOLITAN | 4 Februari 2013


TAG POPULER

# Larangan Berkerumun


# PPKM Mikro


# Covid-19


# Pembatasan Mobilitas


# Jokowi



TERKINI

Satgas Covid-19: Harus Jadi Perhatian, Angka Sembuh Lebih Rendah daripada Kasus Baru

KESEHATAN | 11 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS