Ajang Keragaman Budaya, PON XX Dapat Pererat Silaturahmi

Ajang Keragaman Budaya, PON XX Dapat Pererat Silaturahmi
Menpora Zainudin Amali di Chef de Mission Meeting-I, Jayapura, Papua, Kamis (13/2/2020). ( Foto: kemenpora.go.id )
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 14 Februari 2020 | 23:18 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua bukan pertandingan olahraga semata. Sebab, pertandingan ini dapat menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan. Diikuti oleh ribuan atlet lintas usia dan budaya dari 32 provinsi, PON dapat disebut sebagai ajang keragaman budaya.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali ketika membuka kegiatan Chef de Mission Meeting-I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Jayapura, Papua, Kamis (13/2/2020).

“Pembinaan daerah perlu dilakukan untuk meraih prestasi. Selain itu, PON juga harus dapat mempererat persaudaraan. Di sini, prestasi diukir dan di situ menjadi ukuran untuk bisa ke jenjang yang lebih tinggi. Saya harap kegiatan ini berjalan dengan lancar dan menghasilkan pemikiran-pemikiran yang baik," ujar Zainudin.

Adapun kunjungan Menpora ke Bumi Cendrawasih termasuk untuk meninjau venue dan penginapan bagi atlet. Dengan sarana dan prasarana yang memadai, pesta olahraga ini dapat berjalan dengan lancar.

Salah satu sarana yang dikunjungi adalah Stadion Papua Bangkit. Stadion kebanggaan Papua, kapasitas penontonnya mencapai 40 ribu single seat, sehingga semangat dari para penonton dapat terasa luar biasa. Arena akuatik yang memenuhi standar International Swimming Federation (FINA) juga dapat semakin meningkatkan euforia.

“Ketika saya masuk ke Stadion Papua Bangkit, begitu sangat luar biasa tempatnya. Akuatik juga, luar biasa, standar internasional. Kami mengapresiasi kerja yang luar biasa dari Pemprov, Pemkot, dan Pemkab,” tambahnya.

Sebagai sebuah ajang keragaman budaya, Menpora pun mendorong masyarakat Papua untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para kontingen termasuk dengan memperkenalkan budaya setempat. Di antaranya adalah melalui kuliner atau pengenalan terhadap noken, tas khas Papua yang disebut sebagai suvenir PON XX.



Sumber: PR