Kempora Segera Terbitkan Protokol Keolahragaan untuk New Normal

Kempora Segera Terbitkan Protokol Keolahragaan untuk New Normal
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 5 Juni 2020 | 21:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Memasuki tatanan hidup normal baru (new normal), pemerintah akan segera menerbitkan protokol kesehatan bagi para atlet. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali pada webinar keolahragaan bersama Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

"Pemerintah akan segera menerbitkan protokol bagi para atlet agar bisa kembali menggelar latihan maupun melanjutkan kompetisi olahraga nasional," ungkap Menpora, Jumat (5/6/2020).

Baca juga: Menpora Siapkan Draf Protokol Olahraga di Era New Normal

Perumusan protokol keolahragaan saat new normal ini akan dikoordinasikan dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemko PMK), Kementerian Kesehatan (Kemkes), serta Gugus Tugas Covid-19.

Zainudin menyatakan, sebagaimana pendapat para ahli, pandemi Covid-19 tidak akan sepenuhnya hilang. Untuk itu, protokol keolahragaan new normal tengah dipersiapkan.

“Konsep protokol olahraga tatanan norma baru ini yaitu pemusatan latihan yang meliputi latihan mandiri dengan virtual atau latihan terisolasi dengan pembatasan ketat merujuk pada protokol keolahragaaan tatanan norma baru,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menpora mengungkapkan pandemi ini telah berdampak ke berbagai sektor bidang olahraga.

Di bidang pariwisata, berbagai perhelatan berbasis sport tourism tidak dapat berlangsung.

Berhentinya kegiatan olahraga seperti liga sepak bola akibat pandemi corona, lanjut Zainudin, turut berdampak pada bidang ekonomi kerakyatan. 

"Yang tergantung hidupnya secara ekonomi di kegiatan olahraga bukan saja pemain dan pelatih. Tetapi, pedagang-pedagang yang berjualan setiap ada kegiatan olahraga," jelasnya.

Untuk dampak sosial dan kesehatan, anjuran untuk berada di rumah, lanjut Menpora, dapat berpengaruh pada performa atlet.

"Sedangkan, dampak bagi olahraga itu sendiri, yang sudah jelas performa atlet menurun. Event olahraga tidak berjalan, serta olahraga masyarakat berhenti semuanya," pungkasnya.

Pada webinar tersebut, Menpora Zainudin menyatakan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua akan diselenggarakan pada Oktober 2021 dengan misi sukses prestasi, penyelenggaraan, pemberdayaan ekonomi dan administrasi.

Baca juga: PON dan Peparnas Papua Resmi Ditunda Hingga Oktober 2021

"Venues pertandingan dan sosialisasi serta promosi penyelenggaraan PON XX Papua tetap dilakukan dengan menjalankan protokol penanganan dan pencegahan Covid-19. Pemeritah juga tetap mengalokasikan dukungan anggaran APBN penyelenggaraan PON XX di Papua," ungkapnya.

"Pemusatan latihan atlet di daerah dapat dilaksanakan secara mandiri melalui virtual atau berdasarkan protokol keolahragaan tatanan norma baru,” tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com