Kepada Menpora, Jojo Beberkan Alasan Memulai Bisnis Pakaian

Kepada Menpora, Jojo Beberkan Alasan Memulai Bisnis Pakaian
Pebulutangkis Indonesia Jonathan Christie dalam laga final tunggal putra badminton Asian Games 2018 melawan wakil Taiwan Chou Tien Chen di Istora Senayan, Jakarta, 28 Agustus 2018. (Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao)
Jayanty Nada Shofa / JNS Senin, 15 Juni 2020 | 11:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali kembali menggelar talkshow virtual "Bincang Santai Bersama Menpora". Kali ini, Menpora mengundang pemain bulu tangkis Jonatan "Jojo" Christie untuk menceritakan awal terjun ke dunia bulu tangkis hingga menggeluti dunia bisnis pakaian.

"Jojo adalah pemain tunggal putra tim Indonesia dari cabang bulu tangkis. Saya kira semua yang menonton saat pertandingan Tim Indonesia dengan negara lain pasti menunggu aksi Jojo di lapangan. Untuk mengobati kerinduan itu, kita berbincang santai bersama Jojo," ujar Menpora, Sabtu (16/6/2020) lalu.

Dirinya mengajak Jojo untuk bercerita awal mula Jojo mengikuti olahraga bulu tangkis.

Jojo kemudian mengaku dikenalkan bulu tangkis oleh ayahnya ketika masih kecil.

"Saya memulai karir di umur 6 tahun. Pertama kali bermain bulu tangkis pada saat kelas 1 SD. [Waktu itu,] setiap anak diwajibkan untuk memilih satu cabang ekstrakurikuler. Di antaranya adalah bulu tangkis, basket dan sepak bola. Karena ayah saya tidak ingin kulit saya menjadi hitam, ayah saya menyuruh saya untuk ikut ekstrakurikuler bulu tangkis," jawabnya.

Baca juga: Jojo Ungkap Awal Terjun ke Bulutangkis

Sejak itu, Jojo aktif mengikuti lomba dan unggul di setiap permainan. Akhirnya, orang tua mendaftarkan Jojo di klub bulu tangkis PB Tangkas Specs. Dari situ, dirinya mulai memenangkan banyak kejuaraan regional maupun nasional.

Di luar dunia bulu tangkis, Jojo mulai menggeluti dunia usaha pakaian dengan menjadi salah satu pendiri (co-founder) brand Satoe-Noesa bersama rekannya .

"Jadi saya sempat berpikir bahwa kita tidak selama ada di satu bidang. Contoh, saya tidak mungkin selamanya berada di bulu tangkis. Saya harus punya rencana ke depan apa yang bisa saya lakukan ke depannya," jelasnya.

"Menjadi pelatih itu pasti. Tetapi, setelah beberapa puluh tahun saya main bulu tangkis, mungkin saya ingin rehat untuk beberapa saat. Salah satunya adalah dengan bisnis," imbuhnya.

Bersama rekan bisnis Ryan Bilardi, peraih medali emas kategori tunggal putra di Asian Games 2018 ini menyatakan ingin mengangkat tema Indonesia melalui brand "Satoe-Noesa".

"Kita ingin menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia punya suatu hal yang sangat luar biasa melalui kaos," ungkap atlet berusia 22 tahun ini.

Memasuki new normal (normal baru), Jojo pun mengajak masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan.

"Selalu jaga jarak dan selalu pakai masker saat keluar. Jaga kesehatan, tetap berolahraga dan jaga kebersihan. Untuk para atlet, tetap jaga kondisi karena kita sebagai seorang atlet, beberapa hari tidak beraktivitas atau latihan, pasti langsung drop. Kita sebagai atlet tetap latihan walaupun tidak terlalu berat agar tetap terjaga staminanya," pesan Jojo.



Sumber: BeritaSatu.com