Menpora Tandatangani SKB Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Menpora Tandatangani SKB Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali ketika menandatangani SKB bersama 13 kementerian/lembaga terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan ASN di Kantor Kempora, Jakarta, Jumat (26/6/2020). (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 26 Juni 2020 | 15:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali telah menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) 13 Kementerian/Lembaga terkait Pelaksanaan Pencegahan dan Penanganan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Bahan Berbahaya Lainnya oleh Aparatur Negara pada Instansi Pemerintah.

Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Nasional (HANI) 2020 pada Jumat (26/6/2020). Selain itu, penandatanganan SKB disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Dalam sambutannya, Wapres menyatakan upaya pemberantasan narkoba di Indonesia harus melibatkan berbagai pihak termasuk kerja sama internasional.

"Narkotika merupakan kejahatan lintas batas negara dan kejahatan luar biasa. Oleh karena itu, penanganannya harus melibatkan semua unsur masyarakat. Kerja sama internasional sangat diperlukan untuk memutus mata rantai peredaran narkotika," ungkap Ma'ruf Amin.

Menurutnya, salah satu penyebab terjadinya peredaran narkoba adalah tingginya supply dan demand. Untuk itu, upaya preventif berupa strategi demand reduction (pengurangan permintaan) dan upaya penegakan hukum sebagai strategi supply reduction (pengurangan pasokan) harus terus dilakukan secara konsisten.

Baca juga: Wapres: Narkotika dan Covid-19 adalah Musuh Bersama

"Lembaga PBB yang mengurusi masalah narkoba menyebutkan, pada 2018, sebanyak 275 juta penduduk atau 5,6% dari jumlah penduduk di dunia dengan usia 15-65 tahun pernah mengonsumsi narkoba,” lanjutnya.

Di Indonesia, angka penyalahgunaan narkoba terpantau tinggi. Badan Nasional Narkotika (BNN) menyatakan penyalahgunaan di tahun 2017 mencapai 3,37 juta jiwa. Angka ini kemudian naik menjadi 3,6 juta jiwa di tahun 2019.

Kelompok usia 15-35 tahun atau generasi milenial, lanjut Wapres, merupakan kelompok masyarakat yang paling rawan terpapar penyalahgunaan narkoba. Jika hal itu tersebut dibiarkan, maka akan berdampak pada kualitas dan produktivitas masa depan negara.

"Generasi milenial pada dekade mendatang akan muncul sebagai pengganti generasi saat ini. Mereka harus sehat dan produktif. Harus hidup 100 persen dan hidup bahagia tanpa narkoba," pungkas Wapres.



Sumber: BeritaSatu.com