Kempora Kucurkan Rp 50,6 Miliar untuk Fasilitasi Pelatnas PSSI

Kempora Kucurkan Rp 50,6 Miliar untuk Fasilitasi Pelatnas PSSI
Penandatanganan nota kesepahaman antara Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kempora Yayan Rubaeni di Wisma Kempora, Jakarta, Senin (27/7/2020). Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Menpora Zainudin Amali. (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Senin, 27 Juli 2020 | 21:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) mengucurkan Rp 50,6 miliar untuk memfasilitasi pemusatan latihan nasional (pelatnas) tim nasional U-19 yang diproyeksikan akan bertanding di Piala Dunia U-20 2021.

Kucuran dana ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kempora Yayan Rubaeni di Wisma Kempora, Jakarta, Senin (27/7/2020).

Penandatanganan ini juga disaksikan oleh Menpora Zainudin Amali.

Sebelumnya, PSSI mengajukan anggaran sebesar Rp 69,1 miliar. Kemudian, pemerintah menyetujui anggaran sebesar Rp 50,6 untuk memfasilitasi 46 atlet, 7 pelatih, 8 tenaga pendukung.

Nantinya, dana ini akan digunakan untuk honorarium, akomodasi dan konsumsi, suplemen, try out dan training camp luar negeri, transportasi, peralatan atau perlengkapan latihan tanding dan dukungan sports science, serta perlindungan kesehatan.

"Ini (PSSI) cabor yang selama ini tidak pernah meminta bantuan kepada pemerintah, tetapi sekarang kewajiban pemerintah untuk membiayai Timnas U-19 yang diproyeksikan tampil di Piala Dunia U-20 tahun 2021 nanti," kata Menpora Zainudin dalam sambutannya.

Baca juga: Kempora Finalisasi Fasilitas Pelatnas PSSI untuk Timnas U-19

Menurut Menpora, review terhadap anggaran yang diajukan PSSI membutuhkan waktu yang cukup lama. Ia pun berharap agar PSSI mengelola anggarannya dengan baik.

"Ini untuk kepentingan timnas agar sukses. Jadi, harus dimaklumi kebutuhannya juga besar. Terima kasih atas kesabarannya. Hampir sebulan kita review. Kita tak mau ada satu rupiah pun yang tidak tepat pengunaannya," katanya.

Dirinya menekankan penandatanganan nota kesepahaman dengan cabor selalu dilakukan secara terbuka. Dengan ini, masyarakat dapat mengetahui jumlah anggaran yang diajukan cabor serta persyaratan persetujuannya.

"Kita transaparan dan akuntabel. Kita hati-hati betul. Cabor belum tentu punya kemampuan yang sama untuk megelola. Kita akan dampingi itu, ini harus dipertanggungjawabkan supaya nanti ke depannya tidak ada masalah," kata Menpora Zainudin.

Tak hanya itu, Menpora juga meminta masyarakat untuk terus mendukung Timnas U-19 agar selalu optimistis.

"Kita punya hajatan besar tahun 2021 menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Berikan rasa optimisme kepada anak-anak kita, beri rasa kebanggaan. Jangan sampai mereka hilang percaya diri. Pemerintah akan mendukung. Mari kita semarakkan tuan rumah Piala Dunia U-20. Ini kerja kita semua, sukses adminstrasi dan sukses prestasi," kata Menpora.

Baca juga: Piala Dunia U-20 2021 Harus Sukses

Sementara itu, Ketum PSSI Mochamad Iriawan mengapresiasi dukungan Kempora terhadap sepak bola nasional khususnya persiapan Timnas U-19 menuju Piala Dunia U-20. Dirinya juga memaparkan rencana persiapan timnas dalam menghadapi Piala Dunia.

"Kami laporkan timnas try out ke luar negeri. Rencana disepakati ke Korea Selatan, namun kita lihat perkembangan. Timnas nanti akan ikut Piala AFC bulan Oktober di Uzbekistan (2020)," jelas Iriawan.

"Sekali lagi terima kasih tak terhingga. Kami akan maksimal, tentunya masalah pendanaan PSSI akan melakukan dengan baik. Terima kasih Pak Menpora," tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com