Tren Inflasi Rendah Tak Mampu Menstimulasi Tingkat Konsumsi
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.63)   |   COMPOSITE 5126.33 (-26.49)   |   DBX 964.304 (-0.19)   |   I-GRADE 140.573 (-0.75)   |   IDX30 429.149 (-2.2)   |   IDX80 113.629 (-0.31)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.49)   |   IDXG30 119.586 (-0.66)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.09)   |   IDXQ30 125.935 (-1.22)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.25)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.1)   |   IDXV30 106.718 (-0.07)   |   INFOBANK15 842.264 (-5.44)   |   Investor33 375.573 (-1.87)   |   ISSI 150.643 (-0.08)   |   JII 545.954 (1.33)   |   JII70 186.804 (0.25)   |   KOMPAS100 1025.81 (-5.25)   |   LQ45 790.454 (-4.02)   |   MBX 1419.3 (-8.37)   |   MNC36 282.56 (-2.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-1)   |   SMInfra18 242.071 (-0.08)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.45)   |  

Tren Inflasi Rendah Tak Mampu Menstimulasi Tingkat Konsumsi

Kamis, 11 April 2019 | 19:44 WIB
Oleh : Herman / MPA

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Direktur INDEF, Eko Listiyanto menyampaikan, tren inflasi rendah yang terjadi saat ini tidak mampu menstimulai kegiatan ekonomi, terutama konsumsi. Hal ini terjadi karena seiring melandainya inflasi, pertumbuhan konsumsi juga mengalami stagnansi.

"Ketika ada momentum inflasi rendah yang diklaim sebagai bentuk pencapaian pembangunan, tapi kemudian tidak ada implikasinya terhadap peningkatan daya beli masyarakat," kata Eko Listyanto, di acara diskusi media yang digelar INDEF, di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Ketika inflasi cenderung rendah, lanjut Eko, seharusnya daya beli masyarakat menjadi meningkat. Sejak 2015, tingkat inflasi Indonesia berada di angka 3%, bahkan di Maret 2019 sebesar 2,48 YoY.

"Tingkat inflasi ini sebetulnya sangat rendah. Tetapi problemnya adalah laju konsumsi kita yang tidak pernah keluar dari angka 5%, 5,1%, atau 5,2%. Jadi seperti tidak ada bedanya antara inflasi 8% atau 3% karena laju konsumsinya tetap sama. Bila tidak ada tambahan belanja sosial, kartu-kartu dan yang lainnya itu, saya rasa konsumsi masyarakat juga akan turun," kata Eko.

Di sisi lain, menurut Eko inflasi yang rendah seharusnya juga dapat mencerminkan terjangkaunya suku bunga pinjaman untuk melakukan aktivitas ekonomi. Sayangnya, inflasi sudah rendah namun suku bunga pinjaman masih tinggi dan jauh dari jangkauan dunia usaha.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Siapapun Presidennya, Indonesia Akan Hadapi Dilema Pertumbuhan Ekonomi

"Ini memerlukan perhatian yang serius. Tidak saja terkait dengan persoalan ekonomi, tetapi juga akan berdampak ke persoalan-persoalan politik ke depan."

EKONOMI | 11 April 2019

Menhub Dukung Usulan Holding Penerbangan

Holding penerbangan yang diusulkan terdiri atas PT Garuda Indonesia, PT Angkasa Pura (AP) I dan II, serta PT Survai Udara Penas.

EKONOMI | 11 April 2019

Rupiah Ditutup Menguat 13 Poin di Tengah Tekanan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.161-Rp 14.191 per dolar AS.

EKONOMI | 11 April 2019

Ternyata Tak Semua Perusahaan Logistik Naikkan Tarif

“Ada beberapa wilayah yang tidak mengalami kenaikan tarif karena tidak perlu menggunakan pesawat udara,” katanya.

EKONOMI | 11 April 2019

Sejalan Bursa Asia, IHSG Ditutup Turun 68 Poin ke 6.410

Sebanyak 147 saham menguat, 274 saham melemah, dan 145 saham stagnan.

EKONOMI | 11 April 2019

Meski Sepi, Menhub Yakin Bandara Kertajati Untung 5 Tahun Lagi

Ada tiga upaya yang harus dilakukan untuk meramaikan Bandara Kertajati.

EKONOMI | 11 April 2019

Sandi: Uang Penurunan Tarif Listrik Dikembalikan ke Emak-emak

Sandiaga menerima beberapa lembar uang dari pendukungnya saat kampanye di Sukabumi.

EKONOMI | 11 April 2019

Jonan: Tarif Listrik Bisa Turun dalam 100 Hari jika Subsidi Ditambah

Saat ini, masih ada daerah timur Indonesia yang belum tersambung listrik.

EKONOMI | 11 April 2019

Pemilu, Pertamina Jaga Pasokan BBM dan Elpiji

Sopir tangki sudah memiliki SOP saat menghadapi situasi-situasi darurat.

NASIONAL | 11 April 2019

Kuartal I, Laba Bank Jatim Tumbuh Capai Rp 405 Miliar

Aset pada kuartal I-2019, tercatat Rp 63,1 triliun atau tumbuh 14,06 persen.

EKONOMI | 11 April 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS