Yusril: Sriwijaya Air Siapkan Langkah Hadapi Garuda
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Yusril: Sriwijaya Air Siapkan Langkah Hadapi Garuda

Jumat, 8 November 2019 | 18:01 WIB
Oleh : Lona Olavia / MPA

Jakarta, Beritasatu.com- Pengacara sekaligus salah seorang pemegang saham PT Sriwijaya Air Yusril Ihza Mahendra membenarkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan langkah untuk mengakhiri kerja sama manajemen dengan Garuda Indonesia Grup.

Langkah tersebut diambil karena adanya intruksi mendadak dari GA Grup kepada semua anak perusahaannya (GMF, Gapura Angkasa dan Aerowisata) untuk memberikan pelayanan kepada Sriwijaya dengan cara pembayaran cash dimuka Kamis kemarin. Kalau tidak bayar cash dimuka diperintahkan agar tidak memberikan pelayanan service dan maintenance apapun kepada Sriwijaya.

"Sriwijaya menolak perubahan sistem pembayaran yang tidak fair ini dan menganggap GA sengaja ingin melumpuhkan Sriwijaya. Akibat instruksi mendadak itu, terjadi kekacauan pada sebagian besar penerbangan Sriwijaya hari Kamis 7 November kemarin karena terhentinya pelayanan oleh anak2 perusahaan GA Grup," jelasnya dalam siaran pers, di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Sejak kemarin Sriwijaya berusaha keras untuk mengaktifkan seluruh rute penerbangannya sendiri atau dengan bekerja sama dengan pihak lain di luar Garuda Grup. Sriwijaya kembali mengaktifkan sendiri layanan servis pesawat, line maintenance, groundhandling dan catering sendiri tanpa kerja sama dengan GA Grup lagi.

Pekerjaan itu sebelumnya memang ditangani oleh Sriwijaya sendiri. Namun setelah kerja sama dengan GA Grup, semua pelayanan itu diambil alih oleh anak2 perusahaan Garuda dengan biaya yang jauh lebih mahal. Hari ini, seluruh rute penerbangan Sriwijaya kembali normal. Seluruh peralatan line manintenance dan spare parts pesawat milik Sriwijaya yang selama ini digudangkan oleh GA Grup, kemarin diserahkan kembali oleh GMF setelah didesak berkali-kali bahkan diancam akan dilaporkan ke polisi.

"Sriwijaya menganggap kerja sama dengan Garuda Grup selama ini merugikan kepentingan Sriwijaya karena terlalu banyak konflik kepentingan antara anak-anak perusahaan GA dengan Sriwijaya. Performance Sriwijaya tidak bertambah baik di bawah manajemen yang diambil alih oleh GA Grup melalui Citilink. Perusahaan malah dikelola tidak efisien dan terjadi pemborosan yang tidak perlu," ujarnya.

Semalam, di kantor Garuda, Yusril mengatakan pihaknya semula mau menyelesaikan draf perpanjangan perjanjian kerja sama dengan Garuda Grup. Namun, karena deadlock dalam menyusun Board of Directors, maka dalam rapat Jumat pagi (8/1/2019) para pemegang saham memutuskan untuk mengambil langkah menghentikan kerja sama manajemen dengan Garuda Grup.

Nota pemberitahuan pengakhiran kerja sama itu dikirimkan ke Garuda, Citilink dan GMF hari ini. Sriwijaya juga memberitahukan secara resmi Menteri Perhubungan bahwa manajemen Sriwijaya kini diambil alih dan dijalankan sendiri oleh Sriwijaya. Sebagai langkah awal pengakhiran, para pemegang saham telah memutuskan mengangkat BOD Sriwijaya yang baru yang seluruhnya berasal dari internal Sriwijaya Air. Pihak Sriwijaya juga hari ini telah mengembalikan semua tenaga staf perbantuan dari GA Grup untuk tidak bekerja lagi di Sriwijaya.

Yusril mengatakan langkah selanjutnya adalah pihaknya akan mengundang GA Grup untuk duduk satu meja membahas pengakhiran kerjasama yang sudah berlangsung selama setahun itu. Pihaknya minta agar BPKP dan auditor independen melakukan audit terhadap Sriwijaya selama manajemen yang direksinya mayoritas berasal dari GA Grup untuk mengetahui kondisi perusahaan yang sesungguh selama dimenej oleh GA Grup.

Kepada masyarakat, Yusril memohon maaf atas kurang baiknya pelayanan Sriwijaya selama manajemennya ditangani oleh direksi yang mayoritas berasal dari GA Grup. Selanjutnya, Sriwijaya akan kembali bekerja secara profesional melayani pelanggan sebagaimana selama ini dilakukan oleh Sriwijaya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pelanggaran Batas Muatan di Jembatan Timbang Menurun

Tingkat pelanggaran kendaraan yang masuk ke jembatan timbang mengalami penurunan.

EKONOMI | 8 November 2019

Menperin Minta Kemdag Cabut Izin Impor Cangkul

Setelah Kemdag menutup impor, maka industri perkakas termasuk cangkul di dalam negeri akan berkembang.

EKONOMI | 8 November 2019

Bila Tak Ubah Cara, Rizal Ramli: Target Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tak Tercapai

Rizal Ramli masih optimistis dengan kinerja beberapa menteri kabinet yang bisa menyelamatkan masa depan Indonesia.

EKONOMI | 8 November 2019

Kemhub Revitalisasi 16 Terminal Tipe A

Revitalisasi 16 terminal dengan anggaran Rp 320 miliar pada tahun depan.

EKONOMI | 8 November 2019

Gandeng LPJK, Dulux Dorong Kompetensi Pekerja Jasa Konstruksi

Kompetensi pekerja jasa konstruksi yang memiliki daya saing tinggi akan berbanding lurus dengan besaran upah yang diterima.

EKONOMI | 8 November 2019

IPO, Indo Bintang Mandiri Tawarkan 25% Saham ke Publik

Dana hasil IPO akan dialokasikan sekitar 37% atau maksimal Rp 14,75 miliar untuk pembayaran sisa harga pembelian tanah dan bangunan.

EKONOMI | 8 November 2019

IHSG Menguat di Tengah-tengah Aksi Jual Investor Asing

Investor asing mencatat aksi jual sebesar Rp 989 miliar, dengan rincian beli Rp 2,5 triliun dan jual Rp 3,5 triliun.

EKONOMI | 8 November 2019

Peluang Pertumbuhan Ekonomi Digital di Indonesia Masih Besar

Nilai ekonomi digital Indonesia diprediksi akan bertumbuh menjadi US$ 100 hingga US$ 150 juta pada 2025.

EKONOMI | 8 November 2019

INCCA: Wamen Parekraf Angela Bisa Koordinasikan Pengembangan MICE

Bangkok sudah masuk 10 besar kota MICE dunia, sementara Bali masih ada di ranking 69 dan Jakarta 120.

EKONOMI | 8 November 2019



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS