BI: Belum Ada Tanda-tanda Ekonomi Global Membaik
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

BI: Belum Ada Tanda-tanda Ekonomi Global Membaik

Senin, 9 Desember 2019 | 16:54 WIB
Oleh : Herman / MPA

Labuan Bajo, Beritasatu.com – Pertumbuhan ekonomi global hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan, bahkan terus melambat. Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Endy Dwi Tjahjono menyampaikan, pertumbuhan ekonomi dunia yang terus melambat ini akibat ketegangan hubungan dagang yang belum juga mereda.

Menurut Endy, tadinya memang sempat ada optimisme saat ada potensi kesepakatan dagang antara AS dengan Tiongkok. Namun masalah baru kemudian muncul terkait dengan UU Imigrasi, AS yang mendukung para demonstran di Hong Kong, hingga persoalan etnis Uighur yang kemudian membuat trade deal gagal tercapai. Selain itu, Presiden Donald Trump juga terus mengancam menaikkan tarif pada Prancis, Argentina, dan Brasil. Kondisi ini yang kemudian membuat pertumbuhan ekonomi global mengalami koreksi dari yang semula diprediksi.

“Proyeksi Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi global di 2019 hanya 3%, turun dibandingkan 2018 yang mencapai 3,6%. Angka 3% ini juga turun dibandingkan proyeksi kami semula yang tadinya diperkirakan 3,2%,” kata Endy Dwi Tjahjono, di acara pelatihan wartawan Bank Indonesia, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (9/12/2019).

Perlambatan ekonomi global juga telah direspon oleh bank sentral dari sejumlah negara dengan menurunkan suku bunga, termasuk The Fed yang telah menurunkan Federal Funds Rate (FFR) 75 bps sebanyak tiga kali. Menurut Endy, kebijakan pelonggaran moneter ini tidak hanya penurunan suku bunga, tetapi juga menambahkan injeksi likuditas.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat, lanjut Endy, volume perdagangan dunia juga terus turun. Selain itu, kegiatan produksi di banyak negara yang berkurang juga telah menyebabkan penurunan harga komoditas ekspor Indonesia.

Secara total, pada 2019 indeks harga komoditas ekspor Indonesia turun sebanyak 4%, lebih besar dibandingkan penurunan di 2018 yang sebesar 2,8%. Adapun komoditas yang naik hanya karet sebesar 13,6% dan nikel 5%. Namun, Endy melihat ke depannya Indeks Harga Komoditas Ekspor Indonesia bisa membaik berkat CPO, di mana pada 1 Januari pemerintah akan menaikkan B20 ke B30.

“Kalau ini bisa berhasil full biodiesel 100% , maka kemungkinan nanti suplai CPO global bisa turun lebih besar karena barangkali kita bisa mengekspor betul-betul biodiesel dan mengurangi impor minyak,” ungkapnya.

Endy menambahkan, pertumbuhan ekonomi dari lima negara yang merupakan mesin penggerak ekonomi dunia yakni Amerika Serikat, Kawasan Eropa, Jepang, Tiongkok, dan India juga belum menunjukkan tanda perbaikan, sehingga akhirnya memengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia.

Endy juga mengaku heran dengan sikap Donald Trump yang tidak mendukung trade deal untuk mendongkrak elektabilitasnya. “Yang mengherankan, Trump kan seharusnya mendukung trade deal karena kalau kita lihat di dalam negerinya popularitas dia masih kalah, sehingga trade deal ini harusnya bisa mendongkrak elektabilitas. Entah apa ini masalah timing atau strategi, apakah nanti akan dilakukan, kita belum tahu,” kata Endy.

Menyikapi kondisi perekonomian global yang sedang terjadi, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 20-21 November 2019 juga telah memutuskan kebijakan yang diambil, antara lain mempertahankan suku bunga acuan (BI 7 Day Reverse Repo Rate/7DRRR) tetap di level 5%, suku bunga Deposit Facility di level 4,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,75%.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kemhub Belum Terima Informasi Pemberhentian Direksi Garuda

Apabila ada pemberhentian direktur teknik harus segera ada pelaksana tugas karena merupakan key person.

EKONOMI | 9 Desember 2019

BGR Logistics Revitalisasi Gudang Divre Medan dan Lampung

BGR Logistics menggelar prosesi peletakan batu pertama revitalisasi gudang Payapasir Medan dan gudang Srengsem Lampung

EKONOMI | 9 Desember 2019

Pelindo IV Raih Penghargaan Operator Pelabuhan Terpercaya

Penghargaan tersebut diberikan oleh Pusat Prestasi Indonesia bekerja sama dengan Majalah Penghargaan Indonesia.

EKONOMI | 9 Desember 2019

Jumlah Penumpang Udara di Natal dan Tahun Baru Turun 8%

Pembangunan infrastruktur di darat masif dan sudah rampung penyelesaiannya di akhir tahun ini.

EKONOMI | 9 Desember 2019

Rupiah Ditutup Menguat 37 Poin Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.005 Rp 14.019 per dolar AS.

EKONOMI | 9 Desember 2019

INSA Minta Pemerintah Jaga Asas Cabotage

Asas cabotage telah terbukti mendorong pertumbuhan armada kapal nasional sebesar 323%

EKONOMI | 9 Desember 2019

IHSG Ditutup Terangkat 6 Poin ke 6.193

Sementara indeks LQ-45 naik 0,7 poin (0,07 persen) ke level 993,2.

EKONOMI | 9 Desember 2019

Mayoritas Bursa Asia Menguat, Eropa Dibuka Melemah

Nikkei 225 Jepang naik 0,33 persen ke 23.430,7, Hang Seng Hong Kong turun 0,01 persen ke 26.494,73.

EKONOMI | 9 Desember 2019

Pelaku Usaha Harap Dilibatkan Garap Konstruksi EPC Blok Masela

SKK Migas perlu menumbuhkembankan investasi dalam negeri dalam rangka meningkatkan TKDN.

EKONOMI | 9 Desember 2019

Presiden Jokowi Soroti Praktik Menyimpang Bank BUMN Penyalur KUR

Selain meminta syarat jaminan atau kolateral bagi penerima KUR, ada bank yang mengalihkan kredit komersial menjadi KUR.

EKONOMI | 9 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS