Kolaborasi OVO-Pegadaian Wujudkan Inklusi Keuangan Digital hingga Perdesaan
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Kolaborasi OVO-Pegadaian Wujudkan Inklusi Keuangan Digital hingga Perdesaan

Rabu, 8 Januari 2020 | 19:37 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / MPA

Jakarta, Beritasatu.com - Platform pembayaran dan layanan keuangan digital OVO berkolaborasi dengan PT Pegadaian (Persero) untuk memperluas layanan sekaligus mendorong pertumbuhan dan pemerataan inklusi keuangan di Indonesia. Sinergi antara institusi keuangan nonbank tertua di Nusantara dan unicorn teknologi finansial pertama Indonesia ini berpotensi membawa lebih dari 13,4 juta nasabah Pegadaian ke dalam ekosistem keuangan digital yang terintegrasi, aman, dan mudah digunakan.

Berdasarkan data terakhir, OVO telah memproses 1 miliar transaksi dalam satu tahun secara real time, dengan peningkatan jumlah transaksi lebih dari 70% pada tahun 2019.

Sinergi strategis ini juga secara signifikan mendorong pertumbuhan tingkat inklusi keuangan dan memperkecil jumlah penduduk yang belum tersentuh layanan perbankan. Berdasarkan survei nasional literasi keuangan Otoritas Jasa Keuangan pada November 2019, indeks inklusi keuangan kini telah mencapai 76%.

“Kesepakatan antara OVO dan Pegadaian akan semakin meniadakan kesenjangan layanan keuangan berbasis teknologi bagi pengguna, bahkan yang tinggal di wilayah pelosok. Nasabah Pegadaian dan pengguna OVO, kini dapat memperoleh pengalaman bertransaksi secara non tunai dengan lebih aman, nyaman dan mudah. Hal ini sejalan dengan visi OVO untuk menghadirkan akses keuangan digital yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra usai penandatanganan nota kesepahaman antara PT Pegadaian (Persero) dan OVO (PT Visionet Internasional), di Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Karaniya pun menegaskan komitmen OVO mendukung target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Hadir sebagai salah satu motor utama perubahan lanskap pembayaran digital sejak 2017, OVO terus berupaya menjadi solusi layanan finansial terpadu dan secara aktif mendukung Gerakan Nasional Nontunai serta inovasi QRIS dari Bank Indonesia.

Sebagai upaya demokratisasi layanan keuangan digital, OVO secara khusus merangkul masyarakat yang belum tersentuh kemudahan layanan keuangan modern ke dalam ekosistem ekonomi digital, saat ini 28% pengguna OVO termasuk kategori underbanked.

“Strategi ekosistem terbuka yang dilakukan oleh OVO, secara signifikan mampu memperluas adopsi serta pertumbuhan jumlah merchant, khususnya pengusaha mikro, kecil dan menengah yang sebelumnya tidak tersentuh layanan keuangan modern. Hal ini selaras dengan layanan keuangan Pegadaian dengan fokus pada segmen nasabah yang sama.”

Pada tahun 2019, OVO juga mencatat pertumbuhan jumlah nilai transaksi sejumlah 55% dan peningkatan jumlah pengguna aktif bulanan sebesar lebih dari 40%. Hal ini menggarisbawahi terus bertumbuhnya adopsi layanan keuangan digital, serta kepercayaan pengguna terhadap ekosistem OVO.

“Kerja sama dengan OVO akan meningkatkan akses nasabah Pegadaian ke dalam ekosistem keuangan digital nasional yang terus berkembang. Pegadaian perlu memastikan pemerataan akses terhadap sistem pembayaran modern yang terintegrasi, aman dan nyaman serta akuntabel. Kerjasama ini mengedukasi lebih banyak masyarakat untuk bertransaksi non-tunai. Kolaborasi ini kunci bagi pelaku industri keuangan seperti kami untuk terus bertumbuh bersama,” kata Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto.

Kuswiyoto menegaskan, komitmen Pegadaian untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Sebagai badan usaha milik negara dengan dividen terbesar ketujuh pada 2018 yaitu sebesar Rp1,3 triliun dan laba bersih di tahun yang sama senilai Rp2,7 triliun, kerja sama ini adalah wujud komitmen Pegadaian untuk terus berinovasi. Tanggap akan pentingnya inovasi dan peningkatan layanan, Pegadaian secara aktif menggerakkan 1.804 tenaga pemasar serta 9.623 agen yang membawa layanan lebih dekat pada nasabah.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

OVO Kerja Sama dengan Pegadaian, Seperti Apa Bentuknya?

Nasabah Pegadaian dapat melakukan transaksi keuangan melalui OVO

EKONOMI | 8 Januari 2020

Menteri Keuangan Pastikan Proses Sertifikasi Halal Gratis untuk UMK

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan proses sertifikasi produk halal bagi usaha mikro kecil (UMK) tidak akan dipungut biaya atau gratis.

EKONOMI | 8 Januari 2020

Danone Aqua Raih 10 Penghargaan dari Kementerian LHK

Anugerah Proper Emas di raih oleh Pabrik Aqua Mambal, Bali dan Pabrik Aqua Klaten, Jawa Tengah.

EKONOMI | 8 Januari 2020

Luhut Sebut Investasi Tiongkok Bukan Urusan Kedaulatan

Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa Tiongkok tidak pernah meminta Indonesia untuk menukar kedaulatan negara demi investasi dari Tiongkok.

EKONOMI | 8 Januari 2020

Rupiah Ditutup Melemah 22 Poin ke Rp 13.900

Rupiah berada di level Rp 13.900 per dolar AS atau terdepresiasi 22 poin (0,16 persen).

EKONOMI | 8 Januari 2020

304 Saham Melemah, IHSG Terkoreksi ke 6.225,7

Investor asing mencatat aksi jual sebesar Rp 17,59 miliar.

EKONOMI | 8 Januari 2020

Peruri Raih Omzet Rp 300 Miliar dari Bisnis Smart Card

Peruri juga melayani pembuatan kartu debit dan e-money bagi perbankan.

EKONOMI | 8 Januari 2020

Kadin–Kemlu Teken Kerja Sama Tingkatkan Diplomasi Ekonomi

Kadin-kemlu akan mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, baik di dalam negeri dan di luar negeri bagi kepentingan perekonomian Indonesia.

EKONOMI | 8 Januari 2020

Siang Ini, Rupiah Terdepresiasi ke Rp 13.929

Rupiah berada di level Rp 13.929 per dolar AS atau terdepresiasi 51 poin (0,37 persen).

EKONOMI | 8 Januari 2020

Sesi I, IHSG Terkoreksi 0,8% ke 6.230,7

Investor asing mencatat aksi jual sebesar Rp 51,72 miliar.

EKONOMI | 8 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS