Kredit Luar Negeri BNI Tembus Rp 42,39 Triliun
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Kredit Luar Negeri BNI Tembus Rp 42,39 Triliun

Rabu, 22 Januari 2020 | 19:14 WIB
Oleh : Lona Olavia / MPA

Jakarta,Beritasatu.com- Pertumbuhan bisnis luar negeri PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) di tahun 2019 cukup cemerlang. Dari seluruh nasabah korporat BNI, sebanyak 15%-25% diantaranya adalah para pebisnis global.

"Kredit yang disalurkan melalui kantor BNI cabang luar negeri pun tumbuh 9,9% menjadi Rp 42,39 triliun," kata Direktur Keuangan BNI Ario Bimo dalam paparan kinerja 2019 di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Kredit tersebut ditopang oleh pendanaan yang bersumber dari Non-Conventional Funding sebesar Rp 21,69 triliun pada 2019 atau tumbuh 35,1%. Sumber pendanaan lain adalah CASA sebesar Rp 5,21 triliun pada tahun 2019 atau tumbuh 2,8%.

Kinerja penyaluran kredit dari cabang luar negeri tersebut menghasilkan pendapatan bunga sebesar Rp 3,36 triliun atau tumbuh 20,5%. Kinerja bisnis kantor-kantor BNI cabang luar negeri ini juga dapat tergambarkan dari pendapatan nonbunga yang meningkat 105,3% menjadi Rp 499,74 miliar pada tahun 2019.

Atas kinerja tersebut, seluruh kantor cabang luar negeri mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 1,1 triliun pada akhir tahun 2019. Kantor-kantor BNI cabang luar negeri kini pun semakin mandiri karena ketergantungan pendanaan dari kantor pusat semakin menurun dari 80% menjadi 40%.

Pada periode yang sama, kredit yang disalurkan pun tumbuh CAGR 30,7% per tahun, hingga mencatat pertumbuhan laba sebelum pajak sebesar 45,5% per tahun pada kurun waktu 2014 -2019. Hal tersebut ditunjukkan dengan pertumbuhan kredit sebesar 8,6% yoy, yaitu dari Rp 512,78 triliun pada akhir 2018 menjadi Rp 556,77 triliun pada akhir 2019, atau di atas pertumbuhan industri sebesar 6,5% hingga Oktober 2019.

Kredit BNI tersebut tersalurkan ke segmen Kredit Kecil yang pada Desember 2019 tumbuh 14,2% menjadi Rp 75,4 triliun. Pertumbuhan yang menonjol terjadi pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang meningkat sebesar 20,7% menjadi Rp 24,42 triliun pada 2019.

BNI juga mencatat penyaluran kredit yang tumbuh ke Segmen Kredit Konsumer, yaitu sebesar 7,7% menjadi Rp 85,87 triliun. Dimana Kredit Tanpa Agunan masih menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan kredit konsumer BNI, yaitu tumbuh 11,7% yoy menjadi Rp 2,7 triliun. Kredit BNI juga tersalurkan ke Segmen Kredit Korporasi yang tumbuh 9,8% yoy.

Pertumbuhan bisnis BNI tersebut didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 614,31 triliun atau tumbuh 6,1%. Adapun, pada akhir 2019 jumlah rekening bertambah menjadi 46,6 juta rekening.

Tambah Ario, BNI mencatatkan total aset sebesar Rp 845,61 triliun atau tumbuh 4,6%. Sedangkan, kontribusi kelima anak usaha terhadap kinerja BNI tumbuh 33,3% dan menyumbang 11,6% dari laba yang diperoleh oleh Grup BNI .



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Berikut Susunan Direksi dan Komisaris Baru Garuda Indonesia

Irfan Setiaputra ditunjuk sebagai direktur utama menggantikan posisi Ari Askhara yang dicopot pada 5 Desember 2019 lalu karena skandal penyelundupan Harley.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Rupiah Ditutup Positif ke Kisaran Rp 13.646

Rupiah berada di level Rp 13.646 per dolar AS atau terapresiasi 23 poin (0,17 persen).

EKONOMI | 22 Januari 2020

Triawan Munaf Nilai Perlu Ada Terobosan Baru dari Garuda

Komisaris Utama baru Garuda Indonesia Triawan Munaf menilai perlu ada yang baru agar maskapai pelat merah tersebut dapat terus kompetitif.

EKONOMI | 22 Januari 2020

IHSG Ditutup Melemah Tipis

Investor asing mencatat aksi beli sebesar Rp 290,12 miliar.

EKONOMI | 22 Januari 2020

AAJI: Kasus Jiwasraya dan Asabri Tak Bisa Jadi Tolak Ukur Perasuransian

Industri asuransi jiwa telah memberikan kontribusi yang signifikan kepada kesejahteraan masyarakat dan pembangunan Indonesia.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Pemindahan Ibu Kota Kerek Pertumbuhan Ekonomi Nasional 0,2%

Rencana pemindahan ibu kota negara dan penyusunan Omnibus Law berpotensi membawa banyak perubahan.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Sepanjang 2019, Honda Ekspor 301.935 Unit Sepeda Motor

Jumlah tersebut setara 37 persen total ekspor sepeda motor dalam kondisi utuh sebanyak 810.433 unit, tumbuh 29% dibandingkan total ekspor tahun sebelumnya.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Dukung Ibu Kota Baru, Pelindo IV Kembangkan Pelabuhan Loktuan

"Kami menyiapkan sebesar Rp 38 miliar, khusus untuk pengembangan Pelabuhan Umum Loktuan Bontang," terang Farid Padang.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Diamond Food Indonesia Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 25%

Pada perdagangan perdananya, saham DMND langsung naik 49,73 persen ke level Rp 1.730.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Ombudsman: Asuransi di Indonesia Masih Aman

Hingga Desember 2019, ORI menerima sedikitnya 74 laporan terkait pelayanan jasa keuangan asuransi.

EKONOMI | 22 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS