Konsolidasi Perbankan Penting untuk Perkuat Permodalan
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Konsolidasi Perbankan Penting untuk Perkuat Permodalan

Rabu, 22 Januari 2020 | 19:58 WIB
Oleh : Herman / MPA

Jakarta, Beritasatu.com – Ekonom senior Indef, Aviliani menilai rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menaikkan batas nilai modal inti bank menjadi Rp 3 triliun pada 2022 akan mendorong konsolidasi perbankan. Hal ini menurutnya sangat baik. Tidak hanya mengurangi jumlah bank yang menurutnya masih sangat banyak, tetapi juga untuk memperkuat permodalan.

“Sekarang ini ada 69 bank BUKU 1 dan BUKU 2 bermodal inti di bawah Rp 3 triliun sebagaimana level minimal yang akan disyaratkan oleh OJK. Bila tidak bisa memenuhi sampai 2022, pilihannya adalah mau diakuisisi, merger, atau turun kelas menjadi Bank Perkreditan Rakyta (BPR). Menurut saya, bank saat ini sudah harus mengambil sikap,” kata Aviliani di acara diskusi yang digelar Indef, di ITS Office Tower, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Aviliani mengatakan krisis yang tadinya terjadi setiap 10 tahun saat ini menjadi lebih pendek. Struktur perbankan Indonesia menurutnya juga masih rentan guncangan ekonomi dan diprediksi sulit bersaing ke depan. Beberapa tantangannya adalah berkembangnya ekonomi digital, shadow banking, digital banking, open banking, hingga virtual banking. Kemudian sudah tidah ada lagi bailout, sehingga tanggung jawab ada pada pemiik atau stakeholder.

Karenanya, Aviliani melihat sudah saatnya terjadi konsolidasi untuk memperkuat sistem perbankan di Indonesia. Tidak hanya bank, sektor keuangan nonbank yang menyangkut dana masyarakat menurutnya juga harus diperkuat.

“Konsolidasi ini penting sekali untuk menjadi penguatan permodalan. Memang penguatan permodalan itu tidak secara otomatis nantinya bisa langsung profit, tetapi mereka juga harus tetap berusaha seperti biasa. Konsolidasi ini juga untuk memperkuat sistem perbankan sebagai jantung ekonomi suatu negara,” kata Aviliani.

Persaingan Makin Ketat

Dipaparkan Peneliti Indef, Agus Herta Sumarto, perbankan di Indonesia saat ini menghadapi persaingan yang semakin ketat. Perkembangan Financial Technology (FinTech) yang sangat cepat baik Fintech peer to peer lending (P2P) / Crowdfunding maupun Fintench payment menjadikan persaingan di industri perbankan naik signifikan.

Perkembangan FinTech ini juga telah menggerus pasar lembaga perbankan. Hal ini terlihat ketika kredit lembaga perbankan turun, kredit yang disalurkan FinTech tumbuh sangat cepat. Sampai dengan November 2019 pertumbuhan penyaluran dana di Fintech P2P mencapai 186,67% (year to date / ytd) dengan nilai mencapai Rp 74,54 triliun. Bahkan pelaku Fintech P2P yang terdaftar dan berizin sampai dengan akhir tahun 2019 sudah mencapai 144 entitas, jauh melebihi jumlah bank umum yang hanya mencapai 118 unit.

Hal yang sama juga terjadi di Fintech payment. Walaupun pelaku Fintech payment masih relatif sedikit dibandingkan Fintech P2P, namun transaksi dan potensi pembayaran dengan e-dompet sangat besar. Sampai dengan pertengahan tahun 2019 setidaknya terdapat 38 e-dompet yang telah mendapatkan lisensi resmi. Seiring dengan menjamurnya e-dagang dan uang elektronik, transaksi e-dompet di Indonesia mencapai US$1,5 miliar setara dengan Rp 21 triliun (1 US$ = 14.000). Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat menjadi Rp 355 triliun pada 2023.

“Ini menjadi tantangan besar bagi perbankan. Jika bank tidak bisa beradaptasi dan merespon kondisi ini dengan baik, maka kinerja lembaga akan terus menurun,” kata Agus.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

UMKM Naik Kelas Kejar Pertumbuhan Wirausaha

Kemkop dan UKM prioritaskan kegiatan UKM naik kelas.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Kemhub Minta Direksi Garuda Komitmen Soal Keselamatan Penerbangan

Kemhub meminta agar jajaran Direksi Garuda Indonesia harus tetap memiliki komitmen terhadap keselamatan, keamanan dan pelayanan.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Kempupera Siapkan Jalur Logistik Pelabuhan Peti Kemas Wae Klambu

Kempupera tingkatkan kemantapan ruas jalan di Labuan Bajo.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Laba BNI Naik Tipis 2,5% Jadi Rp 15,38 Triliun

PT BNI (Persero) Tbk selama tahun 2019 membukukan laba Rp 15,38 triliun atau naik tipis 2,5% dibandingkan periode tahun sebelumnya Rp 15,02 triliun.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Kemhub Minta Garuda Segera Laporkan Jajaran Direksi Baru

Garuda diminta segera melaporkan pergantian jajaran direksi kepada Dirjen Perhubungan Udara.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Kredit Luar Negeri BNI Tembus Rp 42,39 Triliun

Kinerja penyaluran kredit dari cabang luar negeri tersebut menghasilkan pendapatan bunga sebesar Rp 3,36 triliun.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Berikut Susunan Direksi dan Komisaris Baru Garuda Indonesia

Irfan Setiaputra ditunjuk sebagai direktur utama menggantikan posisi Ari Askhara yang dicopot pada 5 Desember 2019 lalu karena skandal penyelundupan Harley.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Rupiah Ditutup Positif ke Kisaran Rp 13.646

Rupiah berada di level Rp 13.646 per dolar AS atau terapresiasi 23 poin (0,17 persen).

EKONOMI | 22 Januari 2020

Triawan Munaf Nilai Perlu Ada Terobosan Baru dari Garuda

Komisaris Utama baru Garuda Indonesia Triawan Munaf menilai perlu ada yang baru agar maskapai pelat merah tersebut dapat terus kompetitif.

EKONOMI | 22 Januari 2020

IHSG Ditutup Melemah Tipis

Investor asing mencatat aksi beli sebesar Rp 290,12 miliar.

EKONOMI | 22 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS