Pemerintah Akui Punya Banyak Opsi Pendanaan Stimulus
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Pemerintah Akui Punya Banyak Opsi Pendanaan Stimulus

Rabu, 1 April 2020 | 15:54 WIB
Oleh : Lona Olavia / MPA

Jakarta, Beritasatu.com- Selain opsi pinjam dana dari Dana Moneter Internasional (IMF) ataupun Bank Dunia terkait penanggulangan Covid-19, Pemerintah masih memiliki banyak opsi lainnya sebagai sumber pembiayaan anggaran untuk menutup kebutuhan stimulus.

Seperti diketahui, guna memerangi Covid-19, Presiden Jokowi Selasa (31/3) malam mengumumkan stimulus senilai Rp 405,1 triliun yang akan digunakan untuk dana kesehatan Rp 75 triliun, jaring pengaman sosial atau sosial safety net (SSN) Rp 110 triliun, insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat Rp 70,1 triliun. Termasuk Rp 150 triliun yang dialokasikan untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan, pemerintah punya opsi pendanaan yang cukup luas di berbagai bidang dalam rangka menangani virus corona (Covid-19).

“Kita dalam financing defisit yang tambah, banyak layer alternatif. Jadi, tidak ujug-ujug saya minta Pak Perry (Gubernur Bank Indonesia) Rp 400 triliun tolong cetakin duit, tidak seperti itu. Kita masih ada SAL, sisa anggaran lebih kita Rp 160 triliun posisi terakhir, masih punya banyak dana abadi, kita masih punya dana badan layanan umum. Jadi, pilihannya banyak sekali, namun karena tidak tahu akan berapa lama dan seberapa dalam kemungkinan covid-19, kita membuka (berbagai alternatif pembiayaan) tadi,” katanya dalam live streaming, Rabu (1/4/2020).

Pemerintah, sambungnya juga telah melakukan penghematan belanja negara sekitar Rp 190 triliun baik dari anggaran kementerian/lembaga maupun transfer ke daerah, dan realokasi cadangan Rp 54,6 triliun. Di samping itu, ada dana yang disiapkan oleh sejumlah lembaga keuangan internasional yang bisa dimanfaatkan pemerintah untuk menangani Covid-19.

“Sekarang Bank Dunia umumkan US$160 miliar untuk tambahan ke semua negara yang hadapi Covid-19. ADB ada emergency funding yang bisa diakses oleh negara anggota. Jadi, lembaga internasional juga adjust karena itu yang diminta G20. Mereka diminta step up tingkatkan kemampuan untuk bantu," jelas Sri Mulyani.

Presiden Joko Widodo sendiri telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan. Ada beberapa alternatif sumber anggaran yang bisa digunakan pemerintah.

Sri Mulyani menambahkan pemerintah bisa menggunakan Sisa Anggaran Lebih (SAL), dana abadi, hingga dana yang dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU). Selain itu, pemerintah juga bisa mendapatkan penambahan dana dari pengurangan penyertaan modal negara (PMN) kepada BUMN.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Stimulus Belum Kuat Bawa IHSG Menguat Kembali

IHSG goyang di tengah sentimen negatif global.

EKONOMI | 1 April 2020

PGN Pastikan Pasokan Gas ke Sektor Kelistrikan Aman

PGN memastikan pasokan gas bumi ke sektor kelistrikan tetap aman selama pandemi virus corona untuk mendukung pembatasan sosial dan WFH.

EKONOMI | 1 April 2020

Jumlah Penumpang Anjlok 63%, KAI Batalkan 243 Perjalanan KA

Menurunnya volume penumpang KA hingga mencapai 63% akibat pandemi virus corona

EKONOMI | 1 April 2020

Pembebasan PPh Pasal 21 Akan Diperluas ke Banyak Sektor

Relaksasi ini tidak hanya diberikan pada pekerja di industri manufaktur atau pengolahan seperti yang sebelumnya sudah tetapkan

EKONOMI | 1 April 2020

Ini Cara Atur Keuangan pada Saat Pandemi Corona

Atur keuangan dengan baik dalam masa pandemi corona.

EKONOMI | 1 April 2020

Kempupera Mulai Gulirkan Stimulus di Sektor Perumahan per 1 April 2020

Kempupera alokasikan anggaran bagi stimulus fiskal subsidi perumahan sebesar Rp 1,5 triliun.

EKONOMI | 1 April 2020

Penuhi Pasokan Masyarakat, Kemperin Jaga Produktivitas Industri Mamin

Industri mamin jadi andalan dalam perekonomian nasional.

EKONOMI | 1 April 2020

Peduli Dampak Covid-19, Frisian Flag Sumbang 532.000 Produk Susu

Masyarakat perlu menjaga imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan bernutrisi baik yang mengandung protein dan vitamin yang cukup.

EKONOMI | 1 April 2020

Berbalik, LPS Kini Berencana Naikkan Nilai Penjaminan Simpanan

LPS minta naikkan penjaminan simpanannya kepada KSSK.

EKONOMI | 1 April 2020

Biayai Penanganan Covid-19, BI Bisa Beli SUN dan SBSN di Pasar Perdana

BI diberi keleluasaan bantu pemerintah tangani Covid-19.

EKONOMI | 1 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS