Likuiditas BRI Masih Sehat
INDEX

BISNIS-27 426.538 (7.46)   |   COMPOSITE 4842.76 (69.8)   |   DBX 923.5 (3.46)   |   I-GRADE 127.867 (2.29)   |   IDX30 404.318 (7.37)   |   IDX80 105.647 (1.88)   |   IDXBUMN20 263.312 (7.44)   |   IDXG30 113.239 (1.72)   |   IDXHIDIV20 361.834 (6.55)   |   IDXQ30 118.461 (2.16)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.4)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (3.66)   |   IDXV30 99.778 (2.04)   |   INFOBANK15 760.318 (19)   |   Investor33 353.585 (6.67)   |   ISSI 142.238 (1.59)   |   JII 514.346 (5.58)   |   JII70 174.038 (2.42)   |   KOMPAS100 945.162 (17.43)   |   LQ45 740.002 (13.25)   |   MBX 1338.07 (21.42)   |   MNC36 264.409 (4.88)   |   PEFINDO25 251.635 (5.6)   |   SMInfra18 228.656 (3.16)   |   SRI-KEHATI 297.818 (5.94)   |  

Likuiditas BRI Masih Sehat

Kamis, 14 Mei 2020 | 15:43 WIB
Oleh : Lona Olavia / MPA

Jakarta, Beritasatu.com- Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Sunarso mengklaim, isu likuiditas akibat adanya pemberian keringanan kredit (restrukturisasi) terhadap debitur yang terdampak Covid-19 sejauh ini belum berpengaruh signifikan terhadap portofolio bank dengan laba terbesar tersebut. Hal itu nampak dariloan to deposit ratio (LDR) BRI yang hingga akhir Maret 2020 sebesar 90,45%.

"Sampai kuartal I sebenarnya diujung Maret baru terganggu, Januari, Februari masih normal. Terasa aktivitas ekonomi menurun di pertengahan Maret kesini. Kalau kinerjanya masih kinclong bagus, karena dampaknya di kuartal I belum kelihatan, paling diujungnya saja," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (14/5/2020).

Meski demikian, ia tak menampik, likuiditas kedepannya akan terganggu seiring tambah besarnya restrukturisasi yang dilakukan. Hingga akhir April 2020 perseroan tercatat telah memberikan relaksasi berupa restrukturisasi pinjaman kepada lebih dari 1,4 juta UMKM total pinjaman mencapai Rp 101 triliun.

"Memang ada masalah likuiditas, tapi antisapatif kita sudah siap. Kami mengharapkan adanya penempatan dana. Mudah-mudahan pemerintah tempatakan dana di bank yang lakukan restrukturisasi. Kita paling banyak memberikan restrukturisasi ke UMKM, mudah-mudahan dapat paling banyak meski tidak sepenuhnya Rp 101 triliun. Kita tanggung rasa sakit sama-sama, kemudian kalau ada restrukturisasi hendaknya saling bantu," ungkap Sunarso.

Dijelaskannya, BRI memiliki berbagai alternatif skema restrukturisasi untuk nasabah pelaku UMKM. Nasabah mikro, kecil dan ritel, apabila mengalami penurunan omzet sampai dengan 30% maka suku bunga diturunkan dan diberikan perpanjangan jangka waktu kredit. Bagi nasabah yang mengalami penurunan omzet antara 30%-50% mendapatkan penundaan pembayaran bunga dan angsuran pokok selama 6 bulan. Sementara itu, untuk debitur yang mengalami penurunan omzet 50%-75% mendapatkan penundaan pembayaran bunga selama 6 bulan dan penundaan angsuran pokok selama 12 bulan. Sedangkan, bagi debitur yang mengalami penurunan omzet di atas 75% mendapatkan penundaan pembayaran bunga selama 12 bulan dan penundaan angsuran pokok selama 12 bulan.

"Dampak restrukturisasi ada dua. Kalau tidak bayar pokok yang berkurang likuiditas. Yang tidak bayar bunga maka yang terpengaruh income," pungkas Sunarso.

Selain itu, BRI juga akan cari sumber dana likuiditas lain dengan fund raising dengan kreditur di luar. Baru-baru ini, BRI raih komitmen pinjaman luar negeri sebesar US$ 1 miliar dengan bunga 1,9% dalam skema club loan dari 10 bank regional Asia, Eropa, dan Amerika. Fasilitas pinjaman tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur liabilities dan meningkatkan net stable funding ratio, menjaga likuiditas valas, dan menyiapkan sumber pendanaan untuk ekspansi kredit.

Pinjaman luar negeri tersebut, dikatakannya memperlihatkan kepercayaan investor asing terhadap BRI dan Indonesia masih cukup tinggi di tengah ketidakpastian global. Terlebih lagi menjadi bukti bahwa Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi menarik di dunia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pendanaan di Akseleran Naik 30 %

Pendanaan mencapai hampir Rp 200 miliar

EKONOMI | 14 Mei 2020

IHSG Kembali Melemah ke Posisi 4.513

Diiringi aksi jual saham oleh investor asing sebesar Rp 919,55 miliar

EKONOMI | 14 Mei 2020

Gerakan Bangga Buatan Indonesia Perkuat UMKM

Akan menjadi gerakan berkelanjutan dan didukung oleh berbagai program penguatan UMKM

EKONOMI | 14 Mei 2020

Revisi UU Mineral dan Batu Bara Dinilai Berpihak pada Negara

Pelaksanaan kewajiban peningkatan nilai tambah mineral melalui kegiatan pengolahan dan pemurnian di dalam negeri.

EKONOMI | 14 Mei 2020

BRI Bidik Salurkan Kredit ke 250.000 Pengendara Ojek Online

Skema pinjaman khusus bagi pengendara ojek daring

EKONOMI | 14 Mei 2020

Iuran Naik, Keuangan DJS Kesehatan Bisa Surplus Rp 1,76 triliun

Penyesuaian iuran ini dilakukan sebagaiupaya membangun ekosistem JKN yang sehat dan berkesinambungan

EKONOMI | 14 Mei 2020

Siang Ini, Rupiah dan Mata Uang Asia Tergerus

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.891-Rp 15.934 per dolar AS.

EKONOMI | 14 Mei 2020

Kuartal I, BRI Cetak Laba Rp 8,17 Triliun

Jumlah tersebut turun tipis dibandingkan periode yang sama sebelumnya Rp 8,20 triliun.

EKONOMI | 14 Mei 2020

Tengah Hari, Mayoritas Bursa Asia Menguap

Bursa Australia ASX 200 Index turun 59,23 (1,1 persen) mencapai 5.362.

EKONOMI | 14 Mei 2020

210 Saham Melemah, IHSG Sesi Siang Turun 16 Poin

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 34.797 miliar saham senilai Rp 3,177 triliun.

EKONOMI | 14 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS