Apindo: Sekarang Waktu Terbaik Beli Rumah
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Apindo: Sekarang Waktu Terbaik Beli Rumah

Minggu, 31 Mei 2020 | 14:56 WIB
Oleh : Herman / MPA

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bidang Properti dan Kawasan Ekonomi, Sanny Iskandar menilai saat ini adalah waktu yang tepat untuk memiliki properti, khususnya rumah. Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, perbankan dan juga para pengembang banyak memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah.

“Saat ini momen yang pas untuk beli rumah karena harga properti sedang berada di titik yang cukup rendah. Para pengembang juga melihat situasi saat ini membuat banyak konsumen kesulitan cashflow, sehingga mereka banyak memberi kemudahan untuk masyarakat yang ingin membeli rumah, mulai dari program cicilan hingga diskon. Di sisi lain, para pengembang juga kesulitan cashflow dan ingin ada penjualan, sehingga kemudian membuat penawaran yang menarik,” kata Sanny Iskandar kepada Beritasatu.com, Minggu (31/5/2020).

Seperti sektor-sektor lainnya, Sanny mengatakan industri properti juga ikut terdampak Covid-19. Fokus masyarakat dalam tiga bulan terakhir ini tidak lagi membeli rumah, tetapi untuk kebutuhan-kebutuhan lain.

“Sektor properti juga ikut terdampak. Tetapi melihat situasi sekarang dan juga tren ke depan, saya rasa sudah saatnya untuk beli rumah. Harga yang ditawarkan juga menarik. Yang ditawarkan masing-masing pengembang memang bervariasi, tetapi rata-rata turun antara 20% sampai 25%,” kata Sanny.

Dengan adanya rencana memulai tatanan kehidupan normal yang baru atau new normal, Sanny berharap hal ini juga bisa menjadi sentiment positif bagi industri properti, khususnya rumah.

“Dalam kondisi semua orang harus tinggal di rumah, kaum millennial yang selama ini lebih banyak menghabiskan uang untuk jalan-jalan atau hal lain, kini juga harus muai berfikir untuk mempunya rumah sendiri. Apalagi dalam situasi yang tidak pasti seperti sekarang ini, masih sewa rumah ke depannya akan sangat riskan bagi mereka. Sehingga harapannya new normal ini bisa menjadi sentiment positif dengan target konsumen kaum millennial yang belum punya rumah,” kata Sanny yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi.

Sanny melihat saat ini para pengembang perumahan juga mulai kreatif menghadirkan tipe-tipe rumah yang menyasar kaum millennial. Pemasarannya pun sudah banyak yang memanfaatkan platform online.

“Saya lihat beberapa pengembang sudah menyesuaikan. Tipe rumahnya mungkin dengan ukuran yang tidak terlalu besar, tetapi istilahnya smart atau high tech. Sekarang kan dengan situasi yang serba digital, dibutuhkan rumah yang juga smart. Ukurannya kompak, namun bisa jadi satu fungsi yaitu tempat tinggal dan juga office. Apalagi ke depan memang banyak yang tidak perlu ke kantor konvensional seperti dulu, sudah bisa bekerja dari rumah,” kata Sanny.

Patuhi Protokol Kesehatan

Sementara itu terkait rencana pemerintah yang mengarahkan untuk segera masuk ke dalam tatanan kehidupan normal yang baru, Sanny mengatakan para pelaku uaha juga siap menjalani protokol kesehatan secara ketat bila nantinya kegiatan ekonomo atau new normal mulai dijalankan.

“Dalam menjalani tatanan kehidupan normal yang baru, mematuhi protokol kesehatan itu sebuah keharusan. Sebetulnya selama dua setengah bulan ini kita sudah melakukannya, terlepas dari ada yang patuh dan kurang patuh. Bila nantinya kegiatan ekonomi dibuka kembali, saya kira protokol kesehatannya memang harus lebih ketat,” paparnya.

Diakui Sanny, sikap masyarakat atau dunia usaha dalam mematuhi protokol kesehatan memang membutuhkan berproses. Namun diharapkan proses kepatuhan tersebut berjalan dengan lebih cepat, sehingga kegiatan ekonomi bisa kembali berjalan, sekaligus ancaman Covid-19 juga bisa diatasi.

“Masyarakat di daerah memang tidak sepenuhnya sama. Ada yang relatif lebih mudah mengikuti ketentuan baru, namun ada juga yang susah. Di sinilah pentingnya peran Kepala Daerah dan juga aparat. Kalau hanya mengandalkan semangat dan kesadaran masyarakat atau dunia usaha, ini akan kurang. Jadi memang harus ada ketegasan dari sisi pemerintah dan aparat,” kata Sanny.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Titis Sampurna Klarifikasi Soal Kepemilikan Perusahaan

Sejak tahun 2016 keseluruhan saham tersebut telah dialihkan seluruhnya.

EKONOMI | 31 Mei 2020

New Normal, Kempupera Optimistis Dorong Program Sejuta Rumah

Kempupera akan mendorong sejumlah program padat karya di sektor perumahan melalui Program BSPS

EKONOMI | 31 Mei 2020

Pembongkaran JPO, Sebagian Lajur Tol Jakarta-Cikampek Buka-Tutup

Sebagian lajur 3 Jalur A pun ditutup mulai hari ini.

EKONOMI | 31 Mei 2020

Raih Laba Rp 1 Triliun, Anggota DPR Apresiasi Krakatau Steel

Terus tingkatkan kinerja positf dan jangan cepat berpuas diri,

EKONOMI | 30 Mei 2020

Progres Pembangunan Rusun Pasar Jumat 88%

Rusun Pasar Jumat berdiri di atas lahan seluas 5.300 meter persegi dan berada di Komplek Perumahan Kempupera.

EKONOMI | 31 Mei 2020

Apindo Ingin Pemerintah Kaji Ulang Harga Energi

Menurunkan harga BBM industri sebagai efisiensi produksi.

NASIONAL | 31 Mei 2020

Tunda KTT G-7, Trump Undang Negara Lain Bahas Tiongkok

Diperkirakan pertemuan itu akan berlangsung pada bulan September, atau November.

EKONOMI | 31 Mei 2020

Praktisi Hukum Sebut Tidak Ada Nama OSO di PT Mahkota

Hampir semua sektor usaha dan investasi mengalami krisis. Namun, dipastikan pihak PT MPIP dan MPIS selalu beritikad baik untuk mencari solusi.

EKONOMI | 31 Mei 2020

Kodim Belitung dan Nagan Raya Motivasi Petani Tanam Singkong

Panen singkong sekitar 30 ton per hektare menjadi sumber penghasilan baru masyarakat.

NASIONAL | 31 Mei 2020

Sepanjang 2020, Obligasi dan Sukuk di BEI Rp 25,06 Triliun

Nilai Rp 25,06 triliun merupakan 28 emisi dari 23 perusahaan.

EKONOMI | 31 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS