Permintaan Melemah, Inflasi Mei Hanya 0,07%
INDEX

BISNIS-27 425.322 (12.08)   |   COMPOSITE 4870.04 (100.06)   |   DBX 940.805 (3.04)   |   I-GRADE 127.855 (4.56)   |   IDX30 401.317 (13.58)   |   IDX80 105.56 (3.19)   |   IDXBUMN20 265.398 (11.16)   |   IDXG30 112.997 (3.48)   |   IDXHIDIV20 357.483 (12.54)   |   IDXQ30 117.699 (3.88)   |   IDXSMC-COM 210.149 (2.59)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (5.6)   |   IDXV30 100.238 (2.07)   |   INFOBANK15 757.481 (24.48)   |   Investor33 352.266 (10.05)   |   ISSI 143.81 (2.89)   |   JII 518.901 (12.87)   |   JII70 176.231 (4.44)   |   KOMPAS100 949.983 (26.08)   |   LQ45 737.154 (23.9)   |   MBX 1342.99 (31.12)   |   MNC36 264.429 (7.79)   |   PEFINDO25 260.033 (3.99)   |   SMInfra18 229.972 (7.95)   |   SRI-KEHATI 296.897 (9.06)   |  

Permintaan Melemah, Inflasi Mei Hanya 0,07%

Selasa, 2 Juni 2020 | 12:04 WIB
Oleh : Herman / MPA

Jakarta, Beritasatu.com – Perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2020 secara umum menunjukkan adanya kenaikan, namun kenaikannya sangat tipis. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Mei 2020 terjadi inflasi sebesar 0,07% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,87.

Angka inflasi ini merupakan yang terendah sepanjang 2020, di mana pada Januari 2020 inflasinya sebesar 0,39%, Februari 0,28%, Maret 0,10%, dan April 0,08%. Sementara itu untuk inflasi tahun kalender 2020 sebesar 0,90%, sedangkan inflasi tahun ke tahun (Mei 2020 terhadap Mei 2019) sebesar 2,19%.

Kepala BPS Suhariyanto memaparkan, melambatnya inflasi Mei 2020 bisa terjadi karena beberapa faktor. Antara lain disebabkan oleh penurunan permintaan barang dan jasa karena adanya penurunan aktivitas masyarakat menyusul implementasi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah, serta adanya pelemahan daya beli rumah tangga.

“Inflasi Mei 2020 mengalami perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya. Pola ini juga tidak biasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana pada Ramadan dan Idul Fitri tahun lalu yang berlangsung pada bulan Juni, inflasinya mencapai 0,55%,” papar Suhariyanto dalam konferensi pers yang dilakukan secara virtual, Selasa (2/6/2020).

Dari 90 kota IHK, 67 kota mengalami inflasi dan 23 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,20% dengan IHK sebesar 104,57 dan terendah terjadi di Tanjung Pinang, Bogor, dan Madiun masing-masing sebesar 0,01% dengan IHK masing-masing sebesar 102,62; 105,94; dan 103,20. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Luwuk sebesar 0,39% dengan IHK sebesar 106,41 dan terendah terjadi di Manado sebesar 0,01% dengan IHK sebesar 104,63.

Suhariyanto menambahkan, inflasi 0,07% pada Mei 2020 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,09%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04%; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,10%; kelompok kesehatan sebesar 0,27%; kelompok transportasi sebesar 0,87%; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,08%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,06%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,08%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,12%.

Untuk kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,32%. Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok pendidikan.

Suhariyanto menjabarkan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Mei 2020, antara lain bawang merah, daging ayam ras, ikan segar, daging sapi, udang basah, tempe, rokok kretek filter, bahan bakar rumah tangga, tarif angkutan udara, tarif kereta api, dan telepon seluler. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain cabai merah, telur ayam ras, bawang putih, cabai rawit, bawang bombay, dan gula pasir.

Pada Mei 2020, dari 11 kelompok pengeluaran, 6 kelompok memberikan andil/sumbangan inflasi, 1 kelompok memberikan andil/sumbangan deflasi, dan 4 kelompok tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi nasional. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/ sumbangan inflasi, yaitu: kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01%; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,01%; kelompok kesehatan sebesar 0,01%; kelompok transportasi sebesar 0,10%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,01%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,01%.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,08%. Sementara kelompok pengeluaran yang tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi nasional, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; dan kelompok pendidikan.

Sementara itu, Komponen inti pada Mei 2020 mengalami inflasi sebesar 0,06% atau terjadi kenaikan indeks dari 105,10 pada April 2020 menjadi 105,16 pada Mei 2020. Komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,67% dan komponen yang harganya bergejolak mengalami deflasi sebesar 0,50%.

Inflasi komponen inti, komponen yang harganya diatur pemerintah, dan komponen bergejolak untuk tahun kalender (Januari–Mei) 2020 masing-masing sebesar 0,84%; -0,05%; dan 2,23%, serta inflasi tahun ke tahun (Mei 2020 terhadap Mei 2019) masing-masing sebesar 2,65%; 0,28%; dan 2,52%.

Tidak hanya Indonesia, perlambatan inflasi juga terjadi di beberapa negara, bahkan mengalami deflasi. Pada April 2020, di Filipina terjadi deflasi -0,1%, Singapura deflasi -0,1%, Vietnam deflasi -1,5%, dan Tiongkok deflasi -0,9%.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Rehat Siang, IHSG Meroket 117 Poin ke 4.871

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 79.829 miliar saham senilai Rp 6,230 triliun

EKONOMI | 2 Juni 2020

Bertanam Jadi Solusi Penghasilan di Tengah Pandemi

Bertanam sayur masa panen lebih cepat dan pemeliharaannya lebih mudah,

EKONOMI | 2 Juni 2020

Anggota Komisi VI Dukung Upaya Erick Thohir Bangun Roadmap Industri BUMN

Erick Thohir tengah menyusun roadmap industri pangan di Kementerian BUMN.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Ekspansi Kantor Cabang, Didimax Investasi Rp 30 Miliar

Ekspansi kantor cabang Didimax di Yogyakarta dan Pekanbaru menelan investasi Rp 30 miliar.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Emas Antam Naik Jadi Rp 920.000 Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 430,320 juta.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Awali Sesi, Rupiah Langsung Tancap Gas

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.460 - Rp 14.485 per dolar AS.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Awali Perdagangan, IHSG Melesat di Zona Hijau

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan naik 88,3 poin (1,89 persen) menjadi 4.842.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Bursa Rebound, Saham LPKR Menghijau

Saham LPKR pada pekan kemarin, Jumat (29/5/2020) bertengger di Rp 184 atau naik 8,88 persen.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Di Perdagangan Asia, Minyak Brent Menguat Pagi Ini

Minyak mentah berjangka AS, turun sedikit ke US$ 35,41 per barel.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Bursa Asia Menguat, Investor Pantau Ketegangan AS-Tiongkok

Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,51 persen pada awal perdagangan, sementara indeks Topix naik 0,52 persen.

EKONOMI | 2 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS