Rupiah Ditutup Menguat ke Posisi Rp 14.082
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Rupiah Ditutup Menguat ke Posisi Rp 14.082

Rabu, 17 Juni 2020 | 16:15 WIB
Oleh : Lona Olavia / MPA

Jakarta, Beritasatu.com-Dalam penutupan pasar Rabu (17/6) rupiah ditutup menguat tipis 7 poin di level Rp 14.082 per dolar AS. Rupiah pun diprediksi Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam perdagangan Kamis besok (18/6/2020) ,rupiah masih akan menguat di level Rp 14.000-14.120 per dolar AS.

Penguatan rupiah sore ini, menurutnya salah satunya karena dampak virus corona (Covid-19) terhadap ekonomi Indonesia tidak separah negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Pada kuartal II 2020, akan terjadi kontraksi ekonomi nasional akibat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan memberi kontribusi yang besar ke pertumbuhan ekonomi sehingga akan berpengaruh di kuartal kedua yang diperkirakan minus 3,1%.

“Ramalan tersebut dipandang lebih baik dibandingkan dengan negara lainnya terutama di kawasan Asia Tenggara,” katanya, Rabu (17/6/2020).

Namun ramalan IMF, Bank Dunia maupun OECD juga bisa berbeda dengan ramalan dari pemerintah , karena secara teknis yang mengetahui persis kondisi dilapangan dan bisa saja ekonomi Indonesia di Kuartal Kedua bisa di atas 1%. Itu bisa dilihat dari ekspektasi sebelum-belumnya di antaranya Cadangan Devisa yang diramalkan turun tetapi mengalami peningkatan, NPI yang diramal turun tetapi kenyataannya naik.

“Bisa saja ekspektasi IMF, Bank Dunia maupun OECD bisa di jadikan cambuk agar pemerintah dan Bank Indonesia lebih selektif dalam menjalankan regulasinya sehingga apa yang ditakutkan oleh ramalan tersebut tidak menjadi kenyataan,” tambah Ibrahim.

Sedangkan, secara eksternal, rencana stimulus oleh The Fed untuk membeli obligasi korporasi di pasar sekunder, memperluas pembelian surat utang sebagai bagian dari skema stimulus, merupakan sentimen positif. Juga rencana Presiden AS Donald Trump untuk menggelontorkan dana US $1 triliun ke sektor infrastruktur juga menjadi sentimen bagus untuk pasar. Di sisi lain, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa pemulihan ekonomi penuh AS tidak akan terjadi sampai rakyat Amerika yakin epidemi Covid-19telah dikendalikan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

GrabMerchant Bantu UMKM Kembangkan Bisnis Secara Daring

Aplikasi ini membantu mitra merchant untuk mengelola operasional bisnis sehari-hari dan mengakses fitur penunjang bisnis mereka.

EKONOMI | 17 Juni 2020

Kempupera Salurkan Bantuan Bedah Rumah Rp 147,98 Miliar di Papua

Kempupera berharap masyarakat Papua bisa tinggal di hunian yang layak huni.

EKONOMI | 17 Juni 2020

Kapasitas Pembiayaan Rp 10 T, Pegadaian Bidik Nasabah Kelas Atas

Pada 2019, perseroan mencatat laba bersih Rp 3,1 triliun.

EKONOMI | 17 Juni 2020

IHSG Naik Tipis 0,03 Persen

Asing masih menekan pasar saham dalam negeri dengan aksi jual bersih saham Rp 131,46 miliar

EKONOMI | 17 Juni 2020

Kebijakan Fiskal 2021 untuk Percepat Pemulihan Ekonomi

Di tahun 2021 APBN tetap mampu menjadi instrumen untuk melindungi masyarakat terdampak Covid-19

EKONOMI | 17 Juni 2020

Pandemi, Pemangku Kepentingan Program B30 agar Berbagi Peran

Program ini perlu diteruskan untuk penyelamatan dan pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

EKONOMI | 17 Juni 2020

Siang Ini Rupiah Bertahan di Zona Aman

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.040-Rp 14.065 per dolar AS

EKONOMI | 17 Juni 2020

Theo Lekatompessy Jadi Komisaris Independen Sierad Produce

Theo juga menjadi Chairman of INSA Foundation, Wakil Ketua Asosiasi Emiten Indonesia, dan anggota Kadin for Benelux Committee.

EKONOMI | 17 Juni 2020

Kuartal I, Penjualan Sierad Produce Naik Capai Rp 1,15 T

Tahun 2020 dimanfaatkan perseroan untuk mengeluarkan inovasi strategis dalam mengembangkan usahanya.

EKONOMI | 17 Juni 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia Tergerus

Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 2,2 poin (0,10 persen) mencapai 2.928.

EKONOMI | 17 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS