Baru Selesai Dihitung, Uang Dalam Amplop Bowo Sidik Rp 8,45 Miliar
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Baru Selesai Dihitung, Uang Dalam Amplop Bowo Sidik Rp 8,45 Miliar

Kamis, 23 Mei 2019 | 20:41 WIB
Oleh : Fana Suparman / MPA

Jakarta, Beritasatu.com- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru selesai menghitung uang dalam ratusan ribu amplop milik Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso. Uang di amplop yang disimpan dalam 85 kardus dan dua kotak kontainer tersebut berjumlah Rp 8,45 Miliar.

"Dari total 85 kardus dan 2 kontainer plastik tersebut kami amankan uang total Rp 8,45 miliar," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Diketahui, ratusan ribu amplop dalam sekitar 85 kardus dan kotak kontainer itu disita tim penyidik saat menangkap Bowo pada akhir Maret lalu. Febri menjelaskan, uang miliaran rupiah itu terdiri dari pecahan Rp 20.000 dan Rp 50.000. Namun didinominasi uang dalam pecahan Rp 20.000."Perhitungan ini dilakukan mulai dari tanggal 29 Maret sampai dengan kemarin 10 Mei 2019," kata Febri.

Febri mengakui, pihaknya membutuhkan waktu untuk menghitung seluruh uang yang disimpan dalam ratusan ribu amplop tersebut. Hal ini lantaran terkait alat bukti perkara."Karena kami harus secara hati-hati tentu saja dan memastikan semua uang dalam satu persatu amplop tersebut dihitung," kata Febri.

Namun Febri tak menjelaskan secara rinci sumber uang Rp8,45 miliar yang diterima Bowo. Begitu juga dengan cap jempol yang ada pada amplop-amplop tersebut."Uang itu saat ini disita KPK sebagai bagian dari berkas perkara," kata Febri.

Diberitakan, KPK menetapkan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso dan anak buahnya, staf PT Inersia bernama Indung sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait distribusi pupuk. Selain Bowo dan Indung, KPK juga menjerat Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti sebagai tersangka. Para pihak tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa intensif usai ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (27/3/2019) hingga Kamis (28/3/2019) dinihari.

Kasus ini bermula saat PT Humpuss Transportasi Kimia berupaya kembali menjalin kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) untuk mendistribusikan pupuk PT Pupuk Indonesia menggunakan kapal-kapal PT Humpuss Transportasi Kimia. Untuk merealisasikan hal tersebut, PT Humpuss meminta bantuan Bowo Sidik Pangarso. Pada tanggal 26 Februari 2019 dilakukan MoU antara PT Pilog dengan PT Humpuss Transportasi Kimia.

Salah satu materi MoU tersebut adalah pengangkutan kapal milik PT Humpuss Transportasi Kimia yang digunakan oleh PT Pupuk Indonesia.

Dengan bantuannya tersebut, Bowo meminta komitmen fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah US$ 2 per metric ton. Untuk merealisasikan komitmen fee ini, Asty memberikan uang sebesar Rp 89,4 juta kepada Bowo melalui Indung di kantor PT Humpuss Transportasi Kimia di Gedung Granadi, Jakarta, Rabu (27/3/2019). Setelah proses transaksi, tim KPK membekuk keduanya.

Suap ini bukan yang pertama diterima Bowo dari pihak PT Humpuss Transportasi Kimia. Sebelumnya, Bowo sudah menerima sekitar Rp 221 juta dan US$ 85.130 dalam enam kali pemberian di berbagai tempat, seperti rumah sakit, hotel dan kantor PT Humpuss Transportasi Kimia.

Selain dari Humpuss, KPK menduga Bowo juga menerima suap atau gratifikasi dari sejumlah perusahaan lain. Saat OTT kemarin, tim Satgas KPK menyita uang sekitar Rp 8 miliar. Uang dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu itu dimasukkan dalam 400 ribu amplop dengan 82 kardus dan dua boks kontainer. Ratusan ribu amplop tersebut diduga disiapkan Bowo untuk serangan fajar pada hari pencoblosan Pemilu 2019



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

BNN Tes Urine 120 Sopir Angkutan Lebaran

Kelimanya langsung diboyong ke Kantor BNN.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Ombudsman Tak Masalah Pemerintah Batasi Medsos Saat Kerusuhan

Pembatasan terhadap media sosial dilakukan untuk meminimalisir dampak buruk saat kerusuhan.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Kerusuhan 6 Tewas, Ombudsman Bakal Panggil Polri

Kalau hanya menggunakan peluru hampa dan peluru karet kenapa jatuh korban.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Sistem Satu Arah Tol Trans Jawa Diusulkan Situasional

Djoko menilai tidak perlu adanya sosialisasi yang masif kepada masyarakat karena khawatir hal itu malah menyebabkan penumpukan kendaraan.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Polri: Simpatisan ISIS Tunggangi ‎Aksi Unjuk Rasa

"Dua tersangka tersebut, mereka memang berniat untuk berjihad pada aksi unjuk rasa (Unras) tanggal 21 dan 22 Mei," kata M Iqbal.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Tangani Sengketa Pemilu, MK Jamin 100 Persen Independen

Menurut Anwar, independensi MK telah terbukti dalam sejumlah proses penanganan Pemilu.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Kasus Ujaran Kebencian, Dosen USU Dihukum Percobaan

Dia menulis bahwa serangan bom di Surabaya tahun lalu adalah sebuah pengalihan isu.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Proyek Cikarang Bekasi Laut Terkendala Masalah Lahan

Lokasi yang direncanakan untuk pembangunan terminal CBL masih belum mendapatkan rekomendasi tata ruang dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Pemudik Diminta Lewat Jalur Selatan

Selain karena kualitas jalan, pemandangan yang disajikan cukup menawan, dari areal persawahan, perbukitan, perkebunan kelapa, hingga pantai.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Polri: Kelompok Pemilik Senpi Tunggangi Aksi Unjuk Rasa

Kelompok ini memiliki senpi dengan alat peredam.

NASIONAL | 23 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS