Kasus Bowo Sidik, KPK Ultimatum Nazaruddin dan Dua Adiknya untuk Kooperatif
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Kasus Bowo Sidik, KPK Ultimatum Nazaruddin dan Dua Adiknya untuk Kooperatif

Jumat, 12 Juli 2019 | 18:40 WIB
Oleh : Fana Suparman / MPA

Jakarta, Beritasatu.com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengultimatum mantan Bendum Partai Demokrat, M Nazaruddin dan dua adiknya, anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat M. Nasir dan caleg dari Partai Gerindra Muhajidin Nur Hasyim untuk kooperatif memenuhi panggilan penyidik KPK. Kakak beradik ini dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan penerimaan gratifikasi yang menjerat anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso. Pemeriksaan terhadap ketiga politikus itu dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Indung, anak buah Bowo yang juga petinggi PT Inersia.

"Kami ingatkan agar para saksi bersikap kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik pada waktu yang ditentukan," kata Jubir Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Febri memaparkan, KPK telah memanggil Nazaruddin dan kedua adiknya itu untuk diperiksa pada waktu yang berbeda. Namun, Nazaruddin dan Muhajidin batal diperiksa penyidik.

Dituturkan Febri, tim penyidik menjadwalkan memeriksa Muhajidin pada Jumat (5/7) lalu. Namun, Muhajidin mangkir dari pemeriksaan. Padahal, surat panggilan pemeriksaan penyidik telah diterima oleh Muhajidin. "KPK melakukan pemanggilan kedua untuk jadwal pemeriksaan Senin, 15 Juli 2019. Kami ingatkan agar saksi hadir memenuhi kewajiban hukum ini," tegasnya.

Sementara Nasir sempat diperiksa tim penyidik pada Senin (1/7) lalu. Dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar Nasir soal aliran dana gratifikasi yang diduga diterima Bowo. KPK memastikan akan memanggil dan memeriksa kembali Nasir yang ruangannya telah digeledah tim penyidik.

Sementara Nazaruddin dijadwalkan diperiksa penyidik pada Selasa (9/7) lalu. Terpidana perkara korupsi Wisma Atlet dan pencucian uang itu sedianya diperiksa di Lapas Sukamiskin, Bandung. Namun, pemeriksaan urung dilakukan lantaran pemilik Permai Group itu mengeluh sakit.

"Muhammad Nazaruddin, dijadwalkan diperiksa sebagai saksi IND (Indung) pada 9 Juli 2019 di Lapas Sukamiskin Bandung tapi yang bersangkutan sakit dan tidak jadi diperiksa. Akan dijadwal ulang," kata Febri.

Diberitakan, KPK menetapkan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso dan anak buahnya, staf PT Inersia bernama Indung serta Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti sebagai tersangka. Bowo melalui Indung diduga menerima suap dari Asty dan petinggi PT Humpuss Transportasi Kimia lainnya terkait kerja sama bidang pelayaran menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia.

Tak hanya suap dari PT Humpuss Transportasi Kimia, Bowo juga diduga menerima gratifikasi dari pihak lain. gratifikasi yang diterima Bowo tersebut diduga terkait pengurusan di BUMN, hingga soal Dana Alokasi Khusus di sejumlah daerah. Secara total, suap dan gratifikasi yang diterima Bowo mencapai sekitar Rp 8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Berkas Wanita Bawa Anjing ke Masjid Dilimpahkan ke Kejaksaan

olres Bogor melimpahkan berkas perkara tahap satu kasus penistaan agama SM (52) perempuan pembawa anjing ke masjid Al Munawaroh, Sentul, kepada kejaksaan.

NASIONAL | 12 Juli 2019

Polisi: Pablo Gelapkan Mobil dari Leasing

Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa Pablo Benua menggelapkan mobil dengan cara mengambil kredit dari perusahaan pembiayaan (leasing).

NASIONAL | 12 Juli 2019

Ajukan 13 Calon Pimpinan KPK, Polri Tetap Jagokan Basaria

Basaria adalah orang yang menangkap Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun.

NASIONAL | 12 Juli 2019

Eksekusi Ditangguhkan, Baiq Nuril Menangis Terharu

Dengan penangguhan eksekusi, Baiq Nuril bisa menyaksikan putrinya menjadi Paskibraka.

NASIONAL | 12 Juli 2019

Polisi: Kasus Penggelapan Mobil Pablo Benua Masih Berlanjut

Polda Metro Jaya menyatakan kasus penggelapan mobil atas terlapor Pablo Benua hingga saat ini masih berlanjut.

NASIONAL | 12 Juli 2019

Komisaris Bank Jatim Diperiksa KPK

Budi Setiawan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pembahasan, pengesahan dan pelaksanaan APBD dan atau APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung.

NASIONAL | 12 Juli 2019

Lima Komisioner KPU Palembang Divonis Enam Bulan Penjara

Pengadilan Negeri Palembang menjatuhkan vonis enam bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun dan denda Rp10 juta kepada lima orang Komisioner KPU Palembang

NASIONAL | 12 Juli 2019

Organisasi Papua Merdeka Tolak Benny Wenda

“Narasi juga telepon yang disampaikan Jefry Bomak terungkap semua dengan tegas menolak ULMWP,” kata Sebby Sambom.

NASIONAL | 12 Juli 2019

Pansel KPK Diyakini Profesional dalam Seleksi 192 Capim

Semua 192 capim KPK yang lolos administrasi berhak mengikuti uji kompetensi pada 18 Juli 2019.

NASIONAL | 12 Juli 2019

KPKNL Batalkan Lelang Hotel Kuta Paradiso

Pembatalan lelang dilakukan karena Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) terhadap tiga objek lelang itu belum ada.

NASIONAL | 12 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS