Kasus Bowo Sidik, KPK Ultimatum Adik Nazaruddin
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Kasus Bowo Sidik, KPK Ultimatum Adik Nazaruddin

Rabu, 17 Juli 2019 | 18:04 WIB
Oleh : Fana Suparman / MPA

Jakarta, Beritasatu.com- Komisi Korupsi (KPK) mengultimatum Muhajidin Nur Hasyim untuk memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso pada hari ini. Peringatan keras ini disampaikan KPK lantaran Muhajidin yang merupakan adik dari mantan Bendum Partai Demokrat, M Nazaruddin itu telah dua kali mangkir dari pemeriksaan penyidik, yakni pada Jumat (5/7) dan Senin (15/7).

Dalam dua jadwal pemeriksaan itu, keterangan Muhajidin sedianya digunakan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Indung, anak buah Bowo yang juga petinggi PT Inersia.

"KPK mengingatkan agar saksi Muhajidin Nur Hasyim memenuhi panggilan penyidik dalam perkara suap terkait kerjasama di bidang pelayaran dan gratifikasi yang berhub dengan jabatan dengan tersangka BSP (Bowo Sidik Pangarso) dan IND (Indung)," kata Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Rabu (17/7/2019).

Setelah dua kali mangkir tanpa alasan yang jelas, Muhajidin berjanji akan memenuhi panggilan penyidik pada hari ini. Untuk itu, KPK mengingatkan Muhajidin yang juga caleg dari Partai Gerindra itu memenuhi janjinya.

"Apalagi sebelumnya yang bersangkutan telah menyampaikan kesediaan hadir hari ini setelah tidak dapat hadir pada dua panggilan sebelumnya, yaitu, 5 Juli dan 15 Juli 2019," kata Febri.

Diberitakan, KPK menetapkan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso dan anak buahnya, staf PT Inersia bernama Indung serta Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti sebagai tersangka. Bowo melalui Indung diduga menerima suap dari Asty dan petinggi PT Humpuss Transportasi Kimia lainnya terkait kerja sama bidang pelayaran menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia.

Tak hanya suap dari PT Humpuss Transportasi Kimia, Bowo juga diduga menerima gratifikasi dari pihak lain. Gratifikasi yang diterima Bowo tersebut diduga terkait pengurusan di BUMN, hingga soal Dana Alokasi Khusus di sejumlah daerah. Secara total, suap dan gratifikasi yang diterima Bowo mencapai sekitar Rp 8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kemenpora dan Universitas Al Azhar Indonesia Gelar Kuliah Umum ‘Millennials Talk Business’

Melanjutkan program Kuliah Kewirausahaan Pemuda, Kemenpora, bekerja sama dengan Universitas Al Azhar Indonesia menggelar kuliah umum

NASIONAL | 17 Juli 2019

Ratna Sarumpaet Akhirnya Ajukan Banding

Ratna Sarumpaet, akhirnya memutuskan untuk mengajukan banding atas vonis hukuman 2 tahun penjara terkait kasus penyebaran berita bohong.

NASIONAL | 17 Juli 2019

Pengelolaan Stadion Gelora Bandung Terhambat Wanprestasi Tahap Kedua

Pemeliharaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) terhambat oleh wanprestasi pada tahap kedua serah terima pengelolaan dengan PT Adhi Karya.

NASIONAL | 17 Juli 2019

TGPF: Novel Baswedan Diduga Gunakan Kewenangan Berlebihan

Nurcholis mengatakan, penyerangan terhadap Novel diduga sebagai bentuk balas dendam.

NASIONAL | 17 Juli 2019

Menpar: Kalender Event Mampu Dongkrak Kunjungan Wisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan penyelenggaraan event pariwisata di Indonesia itu memang mutlak disusun dalam sebuah calender event.

NASIONAL | 17 Juli 2019

Tak Temukan Tersangka, Tim Pakar Malah Sebut Novel Berlebihan

Tim mengembangkan teori motif (deduktif) probabilitas karena penggunaan kewenangan itulah Novel diserang.

NASIONAL | 17 Juli 2019

61 Jenderal Polisi Pensiun

Sebanyak 61 jenderal bintang tiga, bintang dua, dan bintang satu resmi dilepas karena telah memasuki masa pensiun 58 tahun.

NASIONAL | 17 Juli 2019

Penyidik Belum Pastikan Penangguhan Penahanan Habil Marati

Penyidik belum memastikan apakah mengabulkan atau tidak permohonan penangguhan penahanan tersangka Habil Marati.

NASIONAL | 17 Juli 2019

Dalami Transaksi Lintas Negara di Kasus Garuda, KPK Periksa Lagi Emirsyah Satar

Emirsyah telah memenuhi panggilan penyidik. Namun, Emirsyah memilih langsung bergegas masuk ke lobi Gedung KPK.

NASIONAL | 17 Juli 2019

Harimau Penyerang Warga Akhirnya Ditangkap

Hewan buas yang dilindungi ini masuk perangkap kerangkeng besi yang di dalamnya sengaja dibuat umpan seekor kambing.

NASIONAL | 17 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS