Rommy Sebut KPK Ceroboh Beri Status JC
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-2.16)   |   COMPOSITE 5059.22 (-11.27)   |   DBX 933.73 (-1.4)   |   I-GRADE 135.366 (-0.54)   |   IDX30 427.201 (-2.7)   |   IDX80 111.513 (-0.59)   |   IDXBUMN20 284.629 (-1.96)   |   IDXG30 118.405 (-0.5)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-2.17)   |   IDXQ30 125.347 (-0.87)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-0.42)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-1.29)   |   IDXV30 105.043 (-0.28)   |   INFOBANK15 803.622 (-0.35)   |   Investor33 371.182 (-1.16)   |   ISSI 148.056 (-0.55)   |   JII 539.107 (-4.67)   |   JII70 182.679 (-1.26)   |   KOMPAS100 996.599 (-3.79)   |   LQ45 780.316 (-3.88)   |   MBX 1404.61 (-3.28)   |   MNC36 278.843 (-0.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-2.55)   |   SMInfra18 242.356 (-2.29)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-0.76)   |  

Rommy Sebut KPK Ceroboh Beri Status JC

Senin, 23 September 2019 | 19:34 WIB
Oleh : Fana Suparman / MPA

Jakarta, Beritasatu.com- Mantan Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy atau Rommy menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ceroboh memberikan justice collaborator (JC) dalam kasus dugaan suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemag). Romy menduga, kecerobohan tersebut lantaran KPK sudah menargetkan dirinya sebagai tersangka dalam kasus jual beli jabatan tersebut.

Diketahui, Jaksa KPK mengabulkan permohonan JC yang diajukan mantan Kepala kantor Kemenag Gresik Muafaq Wirahadi yang telah dihukum 1 tahun 6 bulan penjara lantaran menyuap Romy untuk membantunya mendapat jabatan Kepala Kantor Kemag Gresik. Padahal menurut Rommy, Muafaq yang sejak awal mempunyai niat jahat menyuap berbagai pihak termasuk dirinya untuk mendapat jabatan Kepala Kantor Kemag Gresik.

Hal ini, kata Rommy dibuktikan dengan lagkah Muafaq yang menjual mobil untuk mendanai suap ini. Sementara Romy sendiri mengklaim sebagai korban pemburu jabatan.

"KPK malah memberikan status justice collaborator pada Muafaq, padahal dia lah pelaku utama. Yang punya itikad jahat itu siapa? yang punya ambisi menduduki jabatan itu siapa? yang lobi sana-sini itu siapa? Ini kah yang namanya penegakan hukum yang berkeadilan itu?" kata Rommy saat membacakan nota keberatan atau eksepsi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Senin (23/9).

Rommy menduga KPK terlalu bernafsu untuk melakukan operasi politik dengan cara dan upaya menangkap pimpinan partai politik saat mendekat Pemilu 2019 lalu. Termasuk dengan memberikan JC kepada Muafaq.

"Dugaan operasi politik berbungkus hukum yang dilakukan KPK ini jelas tidak sebanding dengan hilangnya dukungan politik legislasi yang berpihak pada kepentingan umat, yang selama ini menjadi ranah perjuangan PPP, akibat penurunan kursi," kata Rommy.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa Rommy menerima uang Rp 325 juta dari Haris Hasanudin agar lolos seleksi dan dilantik sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur. Dalam surat dakwaan, Rommy didakwa menerima suap bersama-sama Menag Lukman Hakim Saifuddin. Keduanya disebut melakukan intervensi langsung maupun tidak langsung terhadap proses pengangkatan Haris Hasanudin tersebut.

Tak hanya dari Haris, dalam perkara jual beli jabatan ini, Rommy juga didakwa Jaksa menerima Rp 91,4 juta dari M Muafaq Wirahadi. Uang tersebut berkaitan proses pengangkatan Muafaq sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Soal Perppu KPK, Presiden Jokowi Sebut Tidak Akan Terbitkan

Presiden menyatakan tidak akan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang terkait KPK.

NASIONAL | 23 September 2019

KPK Supervisi 3 Kementerian Soal Pelanggaran Terkait Reklamasi di Lampung

Dugaan pelanggaran kegiatan reklamasi di Pantai Marita Sari dan Pulau Tegal Mas, Lampung akan diarahkan ke tindak pidana.

NASIONAL | 23 September 2019

Atur Waktu Tak Beres, Penyelesaian Aturan Turunan UU Pelindungan TKI Molor

Aturan turunan UU PPMI belum selesai disusun.

NASIONAL | 23 September 2019

Demo Anarkistis, Dandim Wamena: 17 Orang Meninggal

Warga sipil yang meninggal akibat aksi demo anarkis yang diduga berawal dari isu rasisme tercatat 17 orang.

NASIONAL | 23 September 2019

Kantor PLN Wamena Dibakar Massa

Untuk pembangkit listrik di Wamena, hingga kini belum ada kabar.

NASIONAL | 23 September 2019

Polisi: Situasi Kota Wamena Berangsur Kondusif

Pejabat Polda Papua menyatakan bahwa situasi di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya berangsur kondusif.

NASIONAL | 23 September 2019

Ricuh Lagi di Papua, 1 Anggota TNI Tewas

Massa yang baru turun dari kendaraan berbalik menyerang aparat yang mengawal mereka pulang.

NASIONAL | 23 September 2019

GPS Gaungkan Program Orang Tua Bacakan Buku

Program ini bertujuan menanamkan budaya membaca untuk sejak dini.

NASIONAL | 23 September 2019

Rusuh Wamena, Presiden Minta Masyarakat Cek Informasi

Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat agar mengecek terlebih dahulu informasi yang beredar di media sosial.

NASIONAL | 23 September 2019

Mendagri Minta Pemda Sediakan Anggaran Khusus Karhutla

Salah satu kendala dalam penanganan karhutla adalah anggaran terbatas.

NASIONAL | 23 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS