Penyuap Bupati Talaud Mulai Jalani Hukuman di Lapas Tangerang
INDEX

BISNIS-27 425.322 (12.08)   |   COMPOSITE 4870.04 (100.06)   |   DBX 940.805 (3.04)   |   I-GRADE 127.855 (4.56)   |   IDX30 401.317 (13.58)   |   IDX80 105.56 (3.19)   |   IDXBUMN20 265.398 (11.16)   |   IDXG30 112.997 (3.48)   |   IDXHIDIV20 357.483 (12.54)   |   IDXQ30 117.699 (3.88)   |   IDXSMC-COM 210.149 (2.59)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (5.6)   |   IDXV30 100.238 (2.07)   |   INFOBANK15 757.481 (24.48)   |   Investor33 352.266 (10.05)   |   ISSI 143.81 (2.89)   |   JII 518.901 (12.87)   |   JII70 176.231 (4.44)   |   KOMPAS100 949.983 (26.08)   |   LQ45 737.154 (23.9)   |   MBX 1342.99 (31.12)   |   MNC36 264.429 (7.79)   |   PEFINDO25 260.033 (3.99)   |   SMInfra18 229.972 (7.95)   |   SRI-KEHATI 296.897 (9.06)   |  

Penyuap Bupati Talaud Mulai Jalani Hukuman di Lapas Tangerang

Kamis, 10 Oktober 2019 | 17:23 WIB
Oleh : Fana Suparman / MPA

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi pengusaha Bernard Hanafi Kalalo ke Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Klas I Tangerang, Banten, Kamis (10/10/2019). Eksekusi ini dilakukan lantaran perkara suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Kepulauan Talaud tahun anggaran 2019 yang menjerat Bernard telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht. Bernard merupakan terpidana penyuap Bupati Kepulauan Talaud nonaktif Sri Wahyumi Maria Manalip.

"KPK telah melakukan eksekusi terhadap Narapidana Bernard Hanafi Kalalo dalam perkara suap terhadap Bupati Kepulauan Talaud. Eksekusi dilakukan ke Lapas Klas I Tangerang pada Rabu, 9 Oktober 2019," kata Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat Kamis (10/10/2019).

Diketahui, Bernard Hanafi Kalalo divonis 1 tahun 6 bulan penjara ditambah denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan. Bernard terbukti memberikan suap kepada Sri Wahyumi dengan total sekitar Rp 591 juta. Rincian uang dan barang yang diberikan adalah uang Rp 100 juta, satu unit telepon selular (ponsel) satelit merek Thuraya beserta pulsa senilai Rp 28 juta, tas tangan merek Channel senilai Rp 97,36 juta, tas tangan merek Balenciaga senilai Rp 32,995 juta.

Selanjutnya, jam tangan merek Rolex senilai Rp 224,5 juta, cincin merek Adelle senilai Rp 76,925 juta dan anting merek Adelle senilai Rp 32,075 juta sehingga totalnya mencapai sekitar Rp 591 juta. Suap tersebut diberikan agar Sri Wahyumi membantu memenangkan perusahaan yang dipergunakan Bernard Hanafi Kalalo dalam lelang pekerjaan revitalisasi Pasar Lirung dan pekerjaan revitalisasi Pasar Beo Tahun Anggaran 2019.

"Eksekusi dilakukan untuk melaksanakan putusan Pengadilan Tipikor yang telah berkekuatan hukum tetap," kata Febri.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Presiden Minta Aparat Buru Jaringan Penyerang Wiranto

Jokowi menyatakan telah mengunstruksikan Polri, BIN bahkan TNI untuk berkoordinasi dalam meringkus jaringan pelaku yang berani menyerang menteri.

NASIONAL | 10 Oktober 2019

Jokowi Perintahkan Usut Tuntas Penyerangan Wiranto

Jokowi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi radikalisme dan terorisme hingga tuntas.

NASIONAL | 10 Oktober 2019

Menag Tegaskan Pendidikan Agama Islam Tidak Akan Dihilangkan

Pemerintah menegaskan bahwa Pendidikan Agama Islam tidak akan dihilangkan dan sebaliknya akan lebih diperkuat.

NASIONAL | 10 Oktober 2019

Kasus Suap Proyek SPAM, Mantan Komisaris Utama Nindya Karya Diperiksa

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka LJP (Leonardo Jusminarta Prasetyo),” kata Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

NASIONAL | 10 Oktober 2019

Presiden Tiba di RSPAD untuk Jenguk Wiranto

Wiranto dirawat di RSPAD Gatot Soebroto setelah diserang dua orang tidak dikenal di Alun-alun Menes usai meresmikan Universitas Mathla'ul Awal di Pandeglang.

NASIONAL | 10 Oktober 2019

Pertemuan Presiden Jokowi dan SBY Bahas Berbagai Masalah

“Ya banyak (yang dibahas). Masalah-masalah yang berkaitan politik, dengan situasi keadaan kita akhir-akhir ini. Ya kira-kira itu,” kata Presiden Jokowi.

NASIONAL | 10 Oktober 2019

Dikecam karena Tak Sopan kepada Emil Salim, Ini Tanggapan Arteria

Arteria menilai Emil Salim telah menghina bahkan menista institusi DPR.

NASIONAL | 10 Oktober 2019

Aktivis Walhi Tewas, Polda Sumut Tetapkan Tiga Tersangka

"Dua dari tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu sudah ditahan. Namun, mereka bukan tersangka terkait kematian," kata AKBP MP Nainggolan.

NASIONAL | 10 Oktober 2019

Gaya Hidup Pemimpin Muda Picu Perilaku Korupsi

Masalah integritas pemimpin muda perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak.

NASIONAL | 10 Oktober 2019

Ketua MPR Kecam Keras Penusukan Wiranto

Menurut Bamsoet, walaupun kejadian tersebut berdekatan dengan waktu pelantikan Presiden-Wakil Presiden 2019-2024, namun tak perlu didramatisasi berlebihan.

NASIONAL | 10 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS