Tokoh Muda Papua Kecam Separatis yang Senang Wiranto Ditusuk
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.99)   |   COMPOSITE 5612.42 (112.33)   |   DBX 1062.36 (4.11)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 478.794 (12.21)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 946.8 (29.41)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 165.112 (2.43)   |   JII 597.802 (9.53)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1134.88 (27.52)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1552.46 (34.83)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 308.232 (9)   |   SMInfra18 281.756 (5.87)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.96)   |  

Tokoh Muda Papua Kecam Separatis yang Senang Wiranto Ditusuk

Jumat, 11 Oktober 2019 | 20:43 WIB
Oleh : Yustinus Paat / MPA

Jakarta, Beritasatu.com - Tokoh muda Papua, Hendrik Yance Udam, mengecam sikap sejumlah tokoh kelompok separatis Papua yang merasa senang atas penusukan Menko Polhukam Wiranto. Menurut Hendrik, gejolak Papua yang terjadi beberapa waktu lalu juga tidak terlepas dari ujaran kebencian media sosial yang memanaskan situasi.

“Jangan lagi kalian mem-bully, karena Pak Wiranto ini bagian dari representasi negara. Bagaimana seandainya peristiwa ini terjadi pada keluarga kalian, pasti kalian sedih,” kata Hendrik saat dihubungi, Jumat (11/10/2019).

“Informasi hoaks dan ujaran kebencian yang dilancarkan oleh kelompok separatis dan radikalisme itulah yang membuat Papua semakin panas,” imbuh Koordinator Nasional Gerakan Rakyat Cinta NKRI ini.

Untuk itu, kata Hendrik, pihaknya meminta aparat penegak hukum, yakni Cyber Crime Mabes Polri dan Polda Papua untuk memantau setiap akun-akun media sosial yang menyebarkan hoaks dan ujaran yang mengandung kebencian dan setimen SARA.

“Semua ini (hoaks, ujaran kebencian dan sentimen SARA) dijadikan kekuatan untuk menghancurkan negara kita,” ujar dia.

Hendrik juga minta Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Polri untuk memblokir akun-akun media sosial yang menyebar ujaran kebencian dan hal-hal negatif yang menjatuhkan kredibilitas negara.

“Media sosial ini ruang empuk bagi kelompok separatis dan radikal menebar berita hoaks dan kebencian. Kalau di dunia nyata saya kira sudah tenang dan bisa diredam,” pungkas Hendrik.

Seperti diketahui, sejauh ini sedikitnya sudah ditemukan 7 publikasi yang bernada selebrasi atas insiden penusukan terhadap Wiranto. Publikasi tersebut dibuat oleh 3 akun kelompok separatis yaitu Lewis Prai Wellip, Global Campaign, dan Manuel Metemko, serta 4 akun individu atas nama Johpa, Alex Silolonrattu, Donz Wilkinson, dan Dison. Publikasi tersebut total sudah mendapatkan ribuan interaksi di media sosial, mulai dari likes, komentar dan dibagikan.

Dalam sebuah status di akun Facebook-nya, Lewis Prai Wellip dengan bahasa Inggris menuliskan feeling thankful (merasa bersyukur) seraya membagikan tautan berita aljazeera.com berjudul Indonesia's security minister Wiranto hurt after stabbing attack (Menteri Keamanan Indonesia Wiranto Terluka Setelah Ditusuk). Dalam kolom komentar dia juga menulis ‪Karma is coming after him.....I hope he dies… (Dia mendapat karma… Saya berharap dia mati…)‬

Di akun Twitternya, Lewis Prai Wellip (@WellipPrai) menyebut dirinya sebagai diplomat dari Pemerintah Republik Papua Barat (The Government of the Republic of West Papua) dan pendiri (founder) dari Organisasi Papua Merdeka (OPM).



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polisi: Belum Cukup Bukti Tangkap Abu Rara sebagai Teroris

Bisa jadi, Abu Rara tidak mengetahui yang dia tusuk adalah Menko Polhukam Wiranto.

NASIONAL | 11 Oktober 2019

Jimly Khawatirkan Keselamatan Presiden

Jokowi kerap blusukan dan tidak mengambil jarak dengan publik untuk berjabat tangan maupun berswafoto.

NASIONAL | 11 Oktober 2019

Ninoy Sebut Pengurus Masjid Tutupi Penganiayaan atas Perintah Tersangka

Menyoal siapa yang menyuruh Iskandar untuk menyatakan tidak ada penganiayaan, Ninoy tidak mau membeberkannya.

NASIONAL | 11 Oktober 2019

Warga Berhak Atas Informasi Produk Alternatif Kesehatan

FIHRRST telah melakukan penelitian tentang hak atas informasi dan inovasi ilmiah di Indonesia.

NASIONAL | 11 Oktober 2019

Polisi: Abu Rara Sudah Masuk Radar Densus Sebelum Penusukan

Menurut polisi, Abu Rara memang siap melakukan amaliah dengan memanfaatkan momentum yang ada.

NASIONAL | 11 Oktober 2019

Wakil Ketua KPK Sebut Arteria Dahlan Pembohong

Bahkan, Syarif menunjukkan pemberitaan di sejumlah media yang memperkuat kehadiran Arteria dalam peluncuran laporan tahunan KPK.

NASIONAL | 11 Oktober 2019

Pengamat: Penyerangan Terhadap Wiranto Akibat Doktrin Tagut

"Wiranto dianggap sebagai representasi tagut," papar Ridwan Habib.

NASIONAL | 11 Oktober 2019

Masyarakat Cinta Masjid Indonesia Serukan Lawan Radikalisme

Ketua MCMI Wishnu Dewanto berharap insiden yang dialami Wiranto menjadi yang terakhir dialami pejabat negara.

NASIONAL | 11 Oktober 2019

Jokowi: Kondisi Kesehatan Pak Wiranto Semakin Baik

“Artinya, kondisinya sudah semakin baik, kita berdoa bersama agar beliau segera diberikan pemulihan, kesembuhan secepat cepatnya,” kata Presiden Jokowi.

NASIONAL | 11 Oktober 2019

Jadi Bandar Narkoba, Sipir Lapas dan Istrinya Ditangkap BNN

Berdasarkan pengakuan tersangka Dustur, narkotika itu dibawa langsung dari Malaysia melalui jalur laut menggunakan "speed boat".

NASIONAL | 11 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS