Prabowo Hanya Pion, Setara Institute Sebut Dua Aktor Utama Kerusuhan 21-22 Mei
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.99)   |   COMPOSITE 5612.42 (112.33)   |   DBX 1062.36 (4.11)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 478.794 (12.21)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 946.8 (29.41)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 165.112 (2.43)   |   JII 597.802 (9.53)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1134.88 (27.52)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1552.46 (34.83)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 308.232 (9)   |   SMInfra18 281.756 (5.87)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.96)   |  

Prabowo Hanya Pion, Setara Institute Sebut Dua Aktor Utama Kerusuhan 21-22 Mei

Jumat, 31 Mei 2019 | 19:51 WIB
Oleh : Yustinus Paat / MPA

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Setera Institute Hendardi menduga aktor utama atau master main dari aksi 21-22 Mei 2019 lalu adalah pensiunan tentara dan kelompok radikal. Menurut Hendardi, kedua kelompok utama ini hanya menunggangi Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Aktor utamanya atau mastermind aksi 21-22 Mei 2019 hanya ada dua kemungkinan; pensiunan tentara dan jaringan kelompok radikal, yang pada dasarnya simpatisan dan pendukung yang menunggangi paslon 02, untuk kepentingan politik mereka masing-masing. Kalau preman-preman bayaran itu pion saja, hanya dipakai untuk kepentingan mereka," ujar Hendardi di Jakarta, Jumat (31/5/2019).

Hendardi menilai Prabowo sebenarnya tidak bisa dikatakan mampu mengendalikan aksi-aksi yang dirancang dua aktor utama aksi tersebut. Bahkan, menurut dia, tidak ada faktor yang bisa menghentikan atau mengendalikan aksi-aksi mereka

"Karena mereka pada dasarnya punya agenda masing-masing. Prabowo juga tidak. Di tengah-tengah kelompok itu, Prabowo bukan solidarity maker. Prabowo adalah figur elite yang juga sesungguhnya 'dipionkan' sebagai simbol oleh mereka, bahwa ini seakan-akan kontestasi elektoral dalam kerangka demokrasi," terang dia.

Hendardi mengakui bahwa skenario terbesar di balik aksi-aksi para perusuh pada 21-22 Mei lalu adalah memaksakan kemenangan Paslon Prabowo-Sandi, melalui dua saluran utama. Pertama, kata dia, pseudo-yuridis, dengan memaksakan kehendak kepada Bawaslu untuk mendiskualifikasi Paslon Jokowi-Ma'ruf.

"Kedua, politik jalanan dan inkonstitusional. Mereka memaksakan tindakan rusuh dengan berharap ini akan melahirkan efek domino politik seperti di Suriah. Ada martir yang dikorbankan, harapannya memicu instabilitas politik skala besar, dan diharapkan presiden tidak bisa mengendalikan situasi," ungkap dia.

Kekhawatiran akan meningkatnya ekskalasi jelang sidang Mahkamah Konstitusi, lanjut Hendardi sesungguhnya sudah bisa dIantisipasi oleh aparat TNI dan Polri. Hal ini, kata dia, terlihat dari narasi aksi-aksi dari dua kelompok ini tidak akan banyak berubah dari sebelum mereka memutuskan ke Mahkamah Konstitusi.

"Begitu juga tujuan politiknya. Kelompok-kelompok itu pun demikian. Tapi situasinya sekarang akan berbeda. Banyak pihak sudah membedah serta menyesalkan terjadinya rusuh 21 dan 22 Mei itu. Aksi dua hari itu gagal total, tidak rapi, dan terlalu telanjang. Kedaulatan rakyat hanya dijadikan mainan label mereka saja. Di samping itu, aparat keamanan jauh lebih siap. Dua hari itu aparat menangani dengan baik, dan ke depan pengendalian sidang di Mahkamah Konstitusi pastinya lebih baik lagi," pungkas Hendardi



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPU Dorong Rekonsiliasi Politik Usai Pemilu 2019 di Momen Idulfitri

Pramono berharap rekonsiliasi terjadi pada dua tingkat, yakni di tingkat elite politik dan tingkat masyarakat akar rumput.

POLITIK | 31 Mei 2019

Presiden Jokowi Terima Banyak Masukan dari Purnawirawan TNI

Adapun para purnawirawan yang hadir diantaranya Rais Abin, Sintong Pandjaitan, Wijoyo Suyono, Wismoyo Arismunandar, dan Djoko Suyanto.

POLITIK | 31 Mei 2019

Wacana Referendum Aceh, Moeldoko: Itu Emosi Saja

Moeldoko mengingatkan bila ada niat serius melakukan referendum bakal ada resiko hukum yang diterima.

POLITIK | 31 Mei 2019

NKRI Harga Mati dan Final, Tidak Ada Alasan Referendum

Menurut Arteria, semua pihak harus memegang teguh komitmen bersama untuk persatuan dan kesatuan NKRI.

POLITIK | 31 Mei 2019

Besok, KPU Mulai Umumkan Hasil Audit Dana Kampanye Peserta Pemilu

Pengumuman hasil audit dana kampanye peserta pemilu baik pasangan calon presiden-wakil presiden dan partai politik peserta pemilu melalui website KPU.

POLITIK | 31 Mei 2019

Ucapkan Selamat Hari Pancasila, Tjahjo: Kuat Karena Bersatu

Menurut Tjahjo, ucapan selamat Hari Lahir Pancasila bisa dijadikan status di media sosial.

POLITIK | 31 Mei 2019

Wiranto: Tidak Ada Ruang Bagi Referendum

"Hanya dekolonialisasi yang bisa masuk dalam proses referendum seperti Timor-Timur. Saya kira enggak ada, itu sebatas wacana," jelas Wiranto.

POLITIK | 31 Mei 2019

Ketua KPU: Siapapun Pemimpin Terpilih di Pemilu Harus Dihormati

"Pemilu 2019 sudah kita laksanakan, puasa Ramadan sudah kita tunaikan. Jadi mari sama-sama kita raih kemenangan untuk semua, karena ini kemenangan bersama."

POLITIK | 31 Mei 2019

Anggota DPR Asal Aceh Sebut Referendum Tak Perlu Ditanggapi Berlebihan

Menurut Nasir Djamil, pernyataan mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf hanya pendapat pribadi.

POLITIK | 31 Mei 2019

Moeldoko: Pertemuan Jokowi dan Prabowo Diupayakan Setelah Idulfitri

Penghubung lain telah dikirim untuk mengupayakan pertemuan.

POLITIK | 31 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS